Ahlan wa Sahlan!

artikel ringan . download . liputan

analisis politik-ekonomi

tentang mafahim center . redaksi mafahim center

guestbook room . our testimonials

Karena kami yakin, Islam tegak dengan tinta para ulama dan darah para syuhada

Raja Tega!

oleh Fajar Gemilang Ramadani

Suatu hari anda dipanggil oleh orang tua anda. Lalu orang tua anda berkata, “nak, kamu ini membebani saja… boros betul, menyulitkan orang tua, jadi uang saku kamu kukurangi, terus kalo mau makan harus bayar sama aku,,,!!!”. Kira-kira apa yang anda rasakan seandainya orang tua anda Berkata seperti itu kepada anda?? Mungkin akan terucap, “TEGA”, atau mungkin “SUNGGUH TERLALU” tak lupa dengan logat Bang Haji nya. Padahal di satu sisi, mereka menghambur-hamburkan uang mereka untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, tidak penting, dan untuk melengkapi kemewahan pada diri mereka sendiri.

Alhamdulillah, untungnya orang tua kita tak pernah berkata seperti itu kepada kita. Dan aku yakin, Insya Allah orang tua kita semua, orang tua yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung. Tapi ternyata di era yang serba edan seperti sekarang ini, ternyata ada orang tua seperti itu. Ada orang tua yang tega memangkas nafkah wajib untuk anaknya, sedangkan orang tua itu sendiri hidup dalam lembah kemewahan. Tak percaya? Percayalah..!! Read more

Everyday is Motherday

Everyday is Motherday

Entah kenapa beberapa hari yang lalu gue cekikikan sendiri saat tiba-tiba ingat kebandelan zaman SMP dulu. Saat itu gue membuat tulisan tempel yang isinya begini, “Sebod*h-bod*hnya orang terbod*h adalah yang mau sempat-sempatnya baca tulisan ini apalagi pake ketawa-ketawa sendiri!”

Eitss.. tulisan itu bukanlah untuk membuat dikau marah baca artikel ini. Tapi itulah tulisan yang gue bikin saat SMP dulu, dan dengan sengaja menempelkannya di papan tulis belakang kelas –yang niatnya cuman iseng bikin heboh kelas. Ketika ada yang baca, dia pasti awalnya mau tau, terus nyengir, kemudian sewot.. Hehehe entah kenapa gue bisa bahagia saat orang ketipu baca tulisan itu. Standar bahagia yang parah saat remaja. Ckckc..

Namun, apa yang terjadi jamaah sekalian?!!

Ya! Tak lama setelah tulisan itu gue tempelkan, dan memakan korban puluhan ribu orang (lebay..). Tibalah dimana ruangan kelas dimasuki oleh ibu guru pengajar bahasa Indonesia. Ibu guru yang masih gue ingat rupa wajahnya, namun (durhakanya) gue terlupa nama beliau, itu kemudian jalan-jalan keliling kelas sambil ngajar.

Tibalah sampai manuver beliau dibagian belakang kelas. Goncangan jiwa gue semakin berdisko. Degupan jantung mengalir deras, denyut nadi berdegup keras. Tulisan di papan tulis belum gue cabut! Bahaya!.

Dan benar sodari sodari! Benar!  Beliau –yang semoga atas kesabaran dan jasanya mendidik muridnya yang bengal ini dilimpahkan sorga bintang tujuh kepadanya- membaca tulisan gue, dan diam terpaku beberapa saat menatap papan tulis di belakang kelas itu.

Kemudian dengan menahan marah dipucat wajahnya, ibu guru berkata “Siapa yang nulis tulisan ini..?”. Gue gak bisa apapapapapa lagi, kawan-kawan dikelas tertawa dan memandang kearah kegantengan gue. Gue harus pasrah menerima kegantengan ini, dan mengakuinya kepada ibu guru.. “Ulun bu.. (translate : “Saya bu”)”.

Kemudian ibu guru bahasa Indonesia itupun berbicara dalam bahasa Indonesia, (yang rasanya begini), “Orang itu dilihat dari perkataannya dan tulisannya, dia akan menunjukan jati dirinya dari itu..”. Kemudian ia maju kedepan kelas,  melanjutkan pengajaran, dan..Ya gitu aja.

Beliau gak ngelempar gue pake pot bunga. Gak nyuruh gue ngepel lapangan basket. Gak nyuruh gue push up sejuta kali. Walau gue tau tulisan itu pasti menyabik-nyabik harga diri siapapun yang membacanya. Malah gue yang malu, dan kemudian mencabut tulisan itu, dan (rasanya) gak mengulangi itu lagi sampai saat ini.

Kelam.

***

Tiba-tiba seorang ustadz cilik siswa SMP pemenang lomba da’i cilik yang diadakan di kampungnya naik keatas podium menyampaikan tausiahnya ;

“Hadirin rahimakumullah.. Setiap manusia pasti memiliki potensi hebat dan kreatif, tinggal bagaimana dia menyuguhkannya dalam bentuk seperti apa. Seperti cerita anak berandalan diatas yang tidak patut dicontoh itu, menunjukan kepada kita semua bahwa potensi kreatif, ide kreatif dan kecerdasan nya membuat untaian kata yang anugerahkan dari Alloh kepada dia, malah digunakan dalam aktivitas yang negatif dan sia-sia..

Yah.. banyak sekali sebenarnya kasus-kasus lainnya yang sering kita dengar selama ini. Para maling laptop di kampus kakak saya yang menggunakan modus sholat di mesjid yang begitu tak terkira, kasus pembobol ATM yang dengan inteleknya mengandalkan kemajuan teknologi, teknik penipuan menggunakan hipnotis, sampai cybercrime yang dilakukan cracker (Black Hacker) di dunia internet.. MasyaAlloh.. sungguh sangat banyak sekali..!

Ada persamaan diantara kasus itu semua. Yaitu potensi, kemampuan, kreatifitas berusaha yang seharusnya bisa digunakan untuk menunjang berbuat kebaikan malah di salah gunakan untuk bermaksiat, melakukan kejahatan..

Mengapa? Oh mengapa tidak malah digunakan untuk melipat gandakan pahala, atau melancarkan datangnya rezeki secara halal?!

Namun pertanyaan lainnya, mengapa? Oh mengapa si Akbar ini malah bikin tulisan mengenai guru di momen hari ibu..? Bukankah hari ini tanggal 22 desember merupakan hari ibu?

“Kenapa dek ustadz..?” seorang penonton nyeletuk.

Mau tau jawabanya? Mau tau? Mau tau? Mau tau?

Kita lanjutkan di paragraf bawah berikut ini..”

***

Episode lainnya gue ingat disaat momen masih SMP kelas tiga beberapa juta detik sebelum UAN diadakan, dimana gemuruh jantung siswa-siswa kelas tiga saat itu seperti degup jantung syahrini saat menyambut David Beckham yang tiba di Indonesia.

Disaat mata pelajaran Agama Islam, Pak Ardi (Alhamdulillah ingat namanya), seorang guru yang gue kagumi karena kebijaksanaan dan ketegasannya menyampaikan sesuatu di kelas. Beliau menyampaikan kalau ingin dimudahkan melalui permasalahan (UAN) salah satu caranya ialah meminta ridha orangtua kita. Termasuk guru kita, dan doakan mereka, juga minta maaflah kepada mereka.

Saat itu sekali lagi gue merasa ditonjok tepat di dada, menohok. Selama itu kerjaan gue dan kawan-kawan adalah suka nyambatin guru-guru, suka tidak sopan, dan suka ngumpat cekikikan bikin cerita-cerita buruk guru-guru di sekolah. Saat itulah dengan waktu yang tersisa gue rubah tingkah laku terhadap para guru, gak lagi ngumpat, meminta maaf dan ridha kepada satu-satu guru, dan juga gak lupa  mendoakan disetiap kesempatan. Alhamdulillah saat UAN, diberikan keringanan sama Allah dan hasil yang memuaskan.

Sesuatu banged..

Kenapa ditulisan ini gue jadi ingat ibu-bapak guru saat SMP dulu, gue juga gak tau. Tulisan ini mengalir begitu saja. Paling tidak gue cuman ingin mengingatkan tidak harus di hari guru lah kita mengenang jasa-jasa guru kita. Dan juga, tidak harus di hari ini saja (hari ibu) kita mengenang jasa ibu kita. Karena seharusnya itu dilakukan setiap hari, setiap saat kita mengingat mengenang dan berusaha menyenangkan guru dan ibu kita. Sebagaimana mereka memberikan pengajaran setiap harinya tanpa lelah dan tanpa benci (walau kadang kita berikan perlakukan yang menyakiti hati mereka) dan tanpa menagih balasan, ikhlas untuk kita.

Sangat kurang ajar kita, kalau memfokuskan dengan cukup satu hari saja memberikan waktu untuk momen kasih sayang kepada ibu, sedangkan sang ibu menyayangi anaknya sepanjang waktu sepanjang detik, setiap mikro detik..

Sangat durhakanya kita, saat Rasulullah saja mengatakan bahwa surga berada ditelapak kaki ibu, namun kita masih suka melawan berbagai perintahnya, nasihatnya -yang sebenarnya untuk kebaikan kita..

Sangat tidak pantasnya kita, melawan dan menyanggah ibu padahal berabad-abad yang lalu Yang Mulia Muhammad saw. telah memperingatkan kalau mengatakan “Ah..!” saja sudah merupakan dosa terhadap ibu kita..

Sangat memalukannya kita, kalau hanya menjadikan satu hari dalam satu tahun sebagai hari ibu sedangkan, saat ditanyakan siapakah sosok yang harus dihormati didunia ini, Rasulullah sampai mengatakan berkali kali untuk menjawabnya : ibundamu, ibundamu, ibundamu..

Maka.., luapkanlah haru pada ibunda. Sampaikanlah terimakasih atas hari-harinya yang berat untuk membesarkan dan merawat kita, berikanlah persembahan terbaik -untuk paling tidak menyenangkan hatinya, karena kita yakin takkan mampu sampai kapanpun membalaskan keseluruhan jasanya pada kita..

Dan jangan pernah tertinggal dalam kesempatan do’a untuk menyembut nama ibunda, memohon kepada Sang Kuasa memberikan segala kebaikan kepada ia..

Sebagaimana doa yang diajarkan oleh ibu sewaktu kecil, gue akan selalu menyertakan doa yang pernah diajarkan beliau tersebut,

Allaahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiraa..” (Ya Allah ampunilah dosa aku dan kedua orangtua ku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil..)

Amin.

(15.46 wita, Selesai aat adzan ashar di hari ibu 22-12-2011)

KENAPA PETERPAN GA MAU JADI DEWASA?

oleh Fajar Gemilang Ramadani

Ingat kah anda dengan cerita dongeng, seorang anak yang hidup di dunia, semacam dunia sihir. Anak itu bisa terbang, dan punya kemampuan sihir lainnya. Dia juga mahir memainkan pedang. Musuh bebuyutannya adalah Kapten Hook. Dia lah Peter Pan. Jadi yang jadi awal dari kisah ini bukan grup Band yang vokalis nya sekarang lagi ngaso dan nangkring di dalam tahanan akibat video asusilanya dengan 2 orang artis lainnya. Yang aneh, kenapa cuma yang cowo yang di tahan, tapi lawan main ga di tahan?? Selamat datang di dunia demokrasi, dunia yang tolak ukur baik buruk dan benar salah nya ga jelas. Tapi tulisan kali ini tidak akan menyoroti gemerlap dunia selebritis kaya di acara-acara gossip yang ada di TV. Yang mau kita omongin adalah Peter Pan “yang sesungguhnya”.

Konon katanya, tokoh anak sakti mandraguna yang satu ini dia tidak ingin menjadi orang dewasa. Saya lupa apa alasan pasti kenapa Peter Pan ga mau jadi orang gede (karena udah lama ga’ nonton film nya), tapi yang jelas dia merasa Read more

Soal Jawab Seputar Gerakan Islam [download koleksi dokumen]

Artikel-artikel ini diambil dari Buku Seputar Gerakan Islam karangan Abdurrahman Muhammad Khalid, Pustaka Thoriqul Izzah, Januari 1994.

01. Klasifikasi Harakah Islamiyah

02. Aktifitas Harakah Islamiyah

03. Penentuan Target dan Metode Da’wah Harakah Islamiyah

04. Berjuang Untuk Islam di Jalan Yang Keliru

05. Darimanakah Harakah Islam Harus Mulai

06. Membentuk Kesatuan Antar Gerakan

07. Membangun Pemerintahan Islam Melalui Pemilihan Umum

08. Bolehkah Suatu Gerakan Memberontak

09. Perlukah Mendirikan Organisasi Sosial Kemasyarakatan

11. Ketertinggalan Sains dan Teknologi Bukan Kendala Mendirik

12. Mengapa Belum Ada Daulah Islamiyah

13. Ingin Berjuang Tanpa Resiko

14. Peranan Wanita Dalam Dakwah Islam

15. Melepaskan Baiat

download semuanya (*.zip, 140KB)  .:: disini ::.

Pra-KMII Jatim 2011

oleh Ardiannur Arroya

“Tugas itu selalu ada, terlebih sebagai seorang pengemban dakwah. Tugasnya tidak akan pernah berakhir hingga kedua kakinya berada tepat dan pasti di surga.”

Hari ini tepat H-1 sebelum sebuah Hari Bersejarah yang kembali akan diukir oleh para pengemban dakwah yang Insya Allah selalu dan senantiasa tsiqoh dalam mengemban sesuatu yang saya katakan sangat berat dan terkadang tidak semua orang yang tahan untuk memperjuangkannya. Karena inilah yang membuat manusia paling mulia dimusuhi, dibenci, dan dihina secara luar biasa oleh bangsanya sendiri, inilah yang membuat seorang Mush’ab bin Umair dengan keelokan parasnya dan tutur katanya meninggalkan harta-hartanya yang melimpah ruah, inilah yang membuat seorang budak berkulit hitam rela tetap mempertahankan apa yang dia yakini walau dadanya remuk di hujam batu besar dan punggungnya yang terbakar oleh panasnya padang pasir, inilah yang membuat sebuah peradaban yang luar biasa yang tidak pernah muncul sekalipun di dunia dan tak ada duanya di kancah peradaban dunia. Inilah Islam, dengan seperangkat peraturannya yang sempurna dan para pengembannya yang tak pernah berpaling sedikitpun dari yang haq.

Sayang, ia kini tenggelam oleh zaman, dihancurkan oleh mereka para musuh sejatinya dan yang lebih menyedihkan lagi justru dihancurkan oleh mereka-mereka yang mengaku sebagai pengembannya. Ya inilah fakta yang sangat menyedihkan, nyata dan ada serta jelas sekali. Inilah kondisi saat ini, kondisi Islam yang telah dicampakkan oleh sebagian besar pengembannya sendiri. Menyedihkan….
Read more

Keselek Jihad..

oleh Akbar K. Laksana

Bom Solo meledak. Meledak tiba-tiba di gereja pula. Ekspos media berlebihan. Menutupi kasus diserangnya umat islam di Ambon. Menutupi berita ditusuknya punggung  tukang ojek muslim di Ambon yang akhirnya diberitakan kebanyakan media nasional sebagai kecelakaan. Di Ambon pemberitaan diredam, dengan alasan menjaga kerukunan antar umat beragama. Di Solo berita malah di ekspos habis-habisan padahal dapat menyebabkan ketegangan antar umat beragama pula. Bahkan dalam pemberitaan, yang melakukan bom bunuh diri itu adalah seseorang yang ingin berjihad. Dan lucunya karena yang melakukan bom bunuh diri itu sebelum melaksanakan aksinya berkunjung ke warnet dulu, dan membuka situs-situs islam, kemudian polisi mengatakan bahwa situs situs islami itu sebagai media jihad radikal yang membahayakan. Bahkan ada seorang tokoh islam yang membuat pernyataan yang lebih heboh untuk menghakimi situs situs tersebut, dalam pernyataannya  ia mengatakan bahwa situs-situs seperti itu lebih bahaya dari pada situs porno.

Sedangkan saat dicek di situs yang katanya dikunjungi oleh pengebom itu (arrahmah.com) gue lihat gak ada yang aneh-aneh mengerikan seperti yang ditakutkan dan diutarakan sama polisi. Situs itu menyampaikan berita masih menggunakan kode etik jurnalistik. Menyampaikan fakta dengan sumber yang nyata. Menyampaikan pernyataan berdasarkan pihak yang Read more

cinta MONYET vs cinta SEJATI

oleh Fajar Gemilang Ramadani

Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan seorang teman lama. Teman ketika aku masih bersekolah di MTsN Mulawarman. Kami bertemu di salah satu rumah makan, ketika aku dan keluargaku mau berbuka puasa. Sudah lumayan lama kami tidak berjumpa. Rasanya terakhir kali bertemu saat SMA, kami bertemu di MAN 2 Bjm (dia sekolah disana) waktu itu saya ada acara MD disana.

Tidak banyak berubah tampilan dirinya. Hanya badannya saja yang tambah jangkung. Akhirnya kami ngobrol-ngobrol sebentar. Dari pembicaraan yang singkat itu, bisa ku simpulkan bahwa dia sedang buka puasa bersama dengan teman-temannya dan juga pacarnya. Pacarnya yang juga kalau tidak salah juga teman satu sekolah di MTsN Mulawarman, tapi aku tidak pernah satu kelas dengannya.

Manusia yang satu ini emang aneh. Masih ingat aku ketika Tsanawiyah dulu dia bilang naksir (cinlok) dengan teman se kelasku juga. Dia bilang, si-Do’i adalah wanita paling sempurna yang pernah dia temui (rada gombal memang, dia orangnya terkenal gombal plus lebay). Aku yang masih “jahiliyyah” dulu cumin cengar-cengir mendengar Read more

If This Trip is The Last

oleh Ahmad Adityawarman

Sobat, jika kamu tengah berkendara, memacu sepeda motormu ke sebuah tujuan yang cukup jauh apakah kamu biasa mendengar music favoritmu lewat headset untuk menghilangkan kebosanan? Sering seperti itu? Hmm, saya sendiri cukup sering.

Tentu banyak aktivitas lain yang bisa sambil kita lakukan saat memacu gas motor atau menyetir. Mungkin ada yang sambil berusaha mengingat hapalan kuliah atau al-Qur’an. Ada yang hanya berpikir, mengevaluasi apa saja yang telah dilakukannya hari itu. Ada yang sambil makan cemilan atau minum air kemasan yang ditaroh di kantung bajunya dengan sedotan panjang. Bahkan ada juga yang dengan antusias sibuk menjelajahi lorong hidungnya dengan telunjuk untuk mencari ‘harta karun’ yang masih tersisa. Yang unik, saya pernah dengar ada seorang ustadz yang ketika dibonceng dalam suatu perjalanan, beliau malah ngomong-ngomong sendiri. Kontan sang pembonceng bertanya-tanya, jangan-jangan sang ustadz kerasukan dan perlu diruqyah? Ternyata pas ditanya langsung ke orangnya, ustadz tadi sedang Read more

Masa Depan Libya Pasca Tewasnya Gaddafi

Jum’at, 21 Oktober 2011 Muammar Gaddafi tewas dalam pertempuran yang terjadi di Sirte, kampung halaman sang diktator. Rakyat Libya pun bersuka cita atas kematian sang diktator, tapi akankah kematian sang diktator membuat masa depan Libya menjadi lebih baik?

Perlu kita ketahui, bahwa wilayah timur tengah adalah wilayah yang diperebutkan oleh Amerika dan negara-negara eropa. Bahkan, pasca kematian Gaddafi pembajakan di Timur Tengah semakin jelas dan nyata. Kenapa? Karena Barat tidak ingin perubahan di kawasan itu lepas dari pengawasan mereka. Ketika melihat pemimpin represif yang diktator di Timur Tengah sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk bisa menjamin kepentingan-kepentingan mereka, maka jangan heran jika Barat tiba-tiba berbalik arah mendukung rakyat yang menginginkan runtuhnya rezim itu. Padahal selama ini Baratlah yang mendukung secara penuh dan memelihara para diktator kejam ini

Read more

Negeri Yang Terbodohkan

oleh M.Saiful Amri

Sudah sekian lama jari-jari ini tidak menyentuh tuts keyboard untuk menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi umat, yah walaupun hanya sebaris atau dua baris kalimat. Akhirnya bisa menulis lagi, setelah pulang dari rumah sakit selesai operasi usus buntu. Cuma ingin membahas masalah kebodohan? Atau pembodohan?

Di tengah keterpurukan umat saat ini, penting rasanya umat mendapatkan bacaan-bacaan yang ‘sehat’ untuk jiwa dan pemikiran mereka, sayangnya sedikit sekali tulisan-tulisan yang sifatnya paragdimatik dan membangun pemikiran umat. Sayangnya, pemerintah juga tidak menyediakan atau bahkan memfasilitasi rakyatnya.

“Ah, jangan nyalahkan pemerintah terus dong! Pemerintahkan juga banyak kerjanya!”

Ya salah satunya adalah mencerdaskan rakyatnya, entah dengan bacaan dan tontonan yang bisa mencerdaskan. Sayangnya semua ini tidak didapatkan di negeri ini. Pernah suatu ketika, saya ingin mencari bahan bacaan untuk tugas akhir saya di sebuah perpustakaan besar di sebuah kota besar, dari luar perpustakaan ini terlihat sangat besar, besar pula harapan saya bisa mendapatkan bahan bacaan yang dimaksud. Tapi baru memasuki pintu perpustakaan, bukan Read more

Germo Riba!

Germo Riba!

Kalau gak salah beberapa bulan yang lalu, buka buka facebook dan ada yang share link sebuah berita yang sangad sangad sangad menggenaskan. Beritanya tentang sepasang kekeasih tak sah yang melakukan zine di bulan Ramadhan dan ternyata mereka (maaf) gak bisa ‘copot’ selama beberapa hari.

Namun kemudian karena kondisi tubuh keduanya yang semakin buruk akhirnya pihak keluarga gak bisa menyembunyikan aib tersebut lagi dan kemudian membawa mereka ke Rumah Sakit, sayangnya saat perjalanan ke RS itulah keduanya meninggal, dan akhirnya kedapatan oleh para wartawan yang berhasil meliput kejadian laknat tersebut..

Na’udzubillahi mindzalik!

***

Kalau yang ini baru hari sabtu kemarin di minggu pertama Oktober 2011,

Didalam Meeting Room sebuah perusahaan yang begitu sejuk dengan hembusan Air Conditioner..

Sambil menghisap sebatang rokok kemudian dia melanjutkan tawarannya pada gue,

“Gaji tertinggi di kantor wilayah Banjarmasin ini aja sebulannya 409 juta loh mas..! Kira kira tercukupi gak kalau gaji segitu..? Saya aja yang komisi perbulannya rata-rata 10-18 juta sangat tercukupi mas..” Read more

Hidden Power

Hidden Power

Lama tak bersua. Kemana gerangan POPCORNzine imut-imut yang biasanya nampang di mading, meja, kursi, bahkan dibak sampah kampus dengan judul-judul serampangannya..?

Mati kah ia. Oooh pasti semua yang pernah mengenalnya dan membacanya pasti kan menyanggah tidak. Karena POPCORNzine memang sudah mati sejak ia dilahirkan. Merupakan takdir bagi selebaran butut tersebut menjadi benda mati yang digunakan penulisnya sebagai sarana memuntahkan berbagai pemikiran yang mungkin sesak ia pendam sendiri, yang mungkin akan lebih berwarna dunia baginya kalau ia mampu membagi..

Serorang lelaki tua itu terduduk termenung seorang diri. Pandangan matanya yang kabur diarahkan menghadap cakrawala langit yang kelabu. Ia megidap gundah gulana yang bergejolak, seolah terdapat bom C4 pada dirinya yang kini membunyi melekik tiap detiknya menunggu waktu meledak. Oh.. seandainya ia mampu untuk sebentar membuka laptop dan mengakses internet, maka perasaan yang saat ini tren dikatakan galau itu akan tersampaikan pada dunia.. akan ia kabarkan pada semesta maya,  bahwa sebuah cerita muram mengalun tentang dirinya..

Seperti halnya komedi gue pun muncul tiba-tiba.. tring!

“maaf bung.. bisa duduk disamping Anda..?” sapa gue sopan sambir nyegir kuda.

“Maaf silahkan saja, tapi siapa Anda wahai lelaki tak jelas..?” sambil tetap memandang langit ia membalas sapa.

“Oh panggil aja saya VJ Daniel..”

“Wah siapa VJ Daniel toh mas..?”

“VJ Daniel itu sahabatnya Noam Chomsky, Noam Chomsky itu bukan orang sumedang dan dia juga gak kenal sama Bunda Dorce, Tapi Saya kenal kok siapa Dorce, siapa Noam Chomsky..”

“apa sih…mas ini.. saya ini udah bingung malah ditambah bingung..”

Feeling gue mengatakan bahwa inilah kesempatan! Inilah kesempatan menjadi seorang konsultan gadungan, Read more

WAW! Rok Mini..!

WAW! Rok Mini..!

 

“..Dari UNLAM juga nih..!” Tegur Mentri Lingkungan Hidup, Prof.Gt.Muhammad Hatta sambil menunjuk emblem lambang UNLAM di baju himpunan mahasiswa gue.

“..Ya pak..” jawab gue spontan tegas karena terkejut ditegur Pak Hatta.

“Fakultas apa..?”

“MIPA pak..”

Kemudian Pak Hatta berlalu sambil tersenyum karena kelihatannya sedang buru-buru menuju mushola, diiringi dengan ajudan dibelakangnya yang menatap gue dengan muka berak, mungkin ngira gua gelandangan yang terlantar 35km dari kosannya.

Tapi sayangnya saat itu beliau gak tau..

Gak tahu kalau saat itu gue lagi puyeng kehilangan kunci motor sekaligus kunci kosan ditempat magang..!

***

Singkat cerita, setelah penantian panjang menanti kunci yang hilang disore hari itu gue hentikan. Sudah lebih dari dua jam muter-muter kantor tempat magang, kunci motor gue gak ketemu-ketemu juga. Dengan sedikit keterpaksaan gue putuskan untuk pulang balik dari Banjarmasin ke kosan gue di Banjarbaru naik angkot lintas kota, sekalian nostalgia lah.. udah bertahun-tahun rasanya gue gak ngerasaain asoy nya naik angkot.

Singkat cerita lagi, gue pun sudah bersiap dalam adegan sebagai penumpang yang duduk manis didalam angkot menuju Banjarbaru, saat itu rasanya udah jam setengah enaman sore. Tiba tiba sutradara tegas berkata..

“Camera Rolling.. Action!”

Baiklah adegan dimulai..

Gue duduk manis didekat pintu mobil bagian belakang, kenapa? Mungkin karena masuknya belakangan. Soalnya pas gue masuk, si sopir memutuskan untuk langsung jalan, gak nunggu lagi penumpang. Gue duduk saat itu sambil megangin helm. Helm gue sengaja gue bawa jadi kalau besok mau jemput motor udah ada helmnya, lagi pula kalau motornya sekaligus gue angkut naik angkot bakalan gak muat.. Read more

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.