Akhwat Genit dan Dakwah Abal-abal
Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya…
Lihat aja kerjaan mereka rapat sampe pulang larut malam, berjuang demi dakwah tapi menelantarkan Iffah (harga diri) mereka.
Akhwat yang Genit itu…
Tuh lihat saja si fulana berteriak tentang dakwah, menggunakan hijab ketika sedang syuro dengan ikhwan, tapi dibelakang masih suka aja ngirim sms tausyiah ke ikhwan…
cie ile..maksudnya sih nasehat… nasehat apa nasehat tuh Ukh…
Akhwat genit itu…
Yang satu ini lebih parah lagi, saking begitu perduli sama palestina… Nonton nasyid Palestina sampai jingkrak jingkrakan nggak karuan… nggak moshing aja sekalian ukh! biar manteb.. biar METAAAL sekaliaaan! CADAAAAAAS!
Akhwat genit itu…
Wedew… lihat aja tuh akhwat yang jilbabnya panjang buangetttt.. tapi kenapa ya..? kalau habis nonton nasyid terus pada lari histeris, ngantri sama munsyid yang udah jadi thagut… minta tanda tanganlah! Minta foto barenglah!… payah dagh!
Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya…
Nggak kalah parahnya sama yang lain, retorika dakwahnya sih bagus, eh… pas nikah kerjaannya khawatir melulu, ngak mau sabar nemenin perjuangan suaminya… Akhirnya futurlah si suami yang dulu waktu di kampus asooooy berat semangat dakwahnya. Sekarang udah sibuk NYARI DUIT lantaran ‘TANGGUNG JAWAB’ keluarga…nuntuuuuut terus!
Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya…
Kalau umur 20 tahunan akhwat-akhwat ini memang pada jual mahal kalau ada ikhwan yang khitbah, ntar pas umur 25 tahun pada cari yang ideal… ntar kalau ngak dapat-dapat sampai umur 30.. SIAPA AJA DAH! nah tahu rasa lu…sok ideal sih!
Akhwat dengan dakwah abal-abalnya…
Katanya aktivis dakwah..? katanya teguh menegakkan tauhid..? tapi kok kamu marah ya ukh waktu Aa Gym Poligami..? kenapa oh kenapa..?
Akhwat genit itu…
Tuh lihat aja si fulana, kalau ketemu ikhwan yang pendek kecil dan tidak menarik itu pasti JAGA PANDANGAN, busyet dagh pas ketemu ikhwan tinggi putih dan lagi nyelesain S2 itu… bukan cuma mata yang jelalatan tapi hatinya luntur sama thagut perasaan…payah dagh…
Akhwat genit itu…
Cie ile… peduli banget ukh sama ikhwan… eh ngapain berlagak minta pendapat sama ikhwan tentang diri ukhti, minta pendapat apa cuma ingin diperhatiin aza sama ikhwan… hayo ngaku…ngaku…ngaku…?
Akhwat genit itu…
Percaya nggak… si fulana itu depan ikhwan doang sok alim, di kos-kosan sih tetap aja telpon – telponan sama oknum tertentu… ku tunggu kau di batas waktu katanya… hehehe.. gubraks.!


Dakwah adalah kewajiban yang sangat mulia. Jalan tegaknya kemuliaan islam di era reformasi sekarang ini, dakwah harus bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk menebarkan pengertian dan kesadaran. Salah satunya melalui situs (mafahim center) ini. Selamat. Mabruk.” ( Ir. HM. Ismail Yusanto, Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia )
ingin ngakaaaak bacanya … tp takut di bilang geniit
yaaah inilah potret …
wuihhhhhhh…… let’s save our generations…….
Siapa yang bertanggung jawab? ya, Da’i – da’i mereka!, murobbi-murobbi mereka! Liat tuh, yang dakwahnya di tipi ngandelin tampang, nyanyian, padahal ilmunya kosong melompong! Coba nasehati mereka; dijamin anda dicap WAHABI !! Swer..
btw: artikel yang segarrr
ahahaha.. makanya, kadang2 saya juga sebel banget sama beberapa temen saya yang ngakunya akhwat, tapi nyatanya kelakuan di luar akhwat..
ikhwan temen2 saya juga sama halnya..
duh..duh..
apakah contoh akhwat genit itu salah satunya yang foto itu?
Subhanallah..cantiknya uy…akhwat yg di foto itu, mau dong (ups…ikhwan genit ^_^)
baca artikel di atas adalah PR..bagi kita semua, bagaimana membahasakan da’wah, agar tidak salah,…kembalikan ke diri masing-masing saja…intinya belajar, belajar, dan beljar, beramal-beramal. jangan sombong, jgan merasa benar, jangan menyalahkan, carilah solusinya… wallahu a’lam..
Yuppppz…setuju ukht….
ana uda muak ngingetin oknum yang ngaku sebagai aktifis tp kelakuannya g syar’i…Allahuakbarr…
jgn lelah mengingatkan.
Emang cuma ‘akhwat’ aja yg bisa gitu? ‘Ikhwan’ nya nggak?
Astaghfirullah..ya Allah..Ampuni dan indungi hamba..
Semoga ini semua adalah jalan perbaikan…
Tapi aneh juga ya…koq ada muslim yang seperti ini, klo katanya Muhammad saw, yang tulisan arabnya ada di bendera hitam di atas halaman ini, “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri ”
semoga ini dalam rangka cinta kepada Allah… Amien
Ya Allah..Ampuni dan lindungi hambaMu…..
yg bkin ide crita akhwat atau ikhwan. pd paragraf 8 misalnya .kl akhwt brarti ukh jg liatin ikhwan yg lwt.yg jelek dliatin aplg yg gagah.kalo ikhwn. brarti mpehatikan akhwt td.atw jgn2 mrasa pd jd ikhwn yg gagah td.jd slg mmdang dnk.kl jd yg jelek ikhwnx main mata.tp syg akhwtya nduk g ttarik.he tp kalo hanya karangan sj.brarti mgada2 dan mnuduh.
maaf mbak, artikel di atas adalah fakta dan ditemukan sendiri oleh penulisnya . afwan
foto siapa itu.jgn2 akhwt yg dfoto ikwn.tnyata ikhwn jg kolektor foto akhwt.ksian kl dia g tau ap2 djadikan model wacna diatas.
iya mbak. Trima kasih atas koreksinya
bisa gak baik sangka dikit dengan mereka?
- mungkin mereka belum bisa meninggalkan masa lalu
- mungkin mereka masih akhwat abg
- mungkin mereka masih proses perbaikan
- n so on …
otokrtik juga ke ente, “siapa tahu ternyata ..?”
Ya gitu deh..
jazakallah ukhti atensinya.
by admin
muantep bgt nih….
semoga banyak akhwat n ikhwan yang baca ni artikel, supaya kita semua bs jaga hati n iman kita..
amin….
btw ni artikel blh ane copas k web ane gak?? cos keren banget!!! sx’an ane jg mu bantu dakwah ente, gmn???
klo blh, email ane aja yah…
mksh..
Tafadhol. Silakan copas dengan menyertakan sumbernya mbak. Jzk
Pesan saya, tolong anggap tulisan ini, cukup sebagai penyadar dan penyegar kepada para aktivis. Mohon jangan disalahartikan, kita semua tidaklah sempurna, tapi jalan menuju kebaikan dan ‘kesempurnaan’, bukankah itu harus dilakukan?
-Administrator-
Itulah akhwat. hidupnya juga tak bisa lepas dari cinta. Tapi, iltizamnya terhadap Islam membuat ia berbeda dari wanita biasa kebanyakan. Ia berusaha untuk tidak jatuh cinta. Sebab ia lahir, tumbuh, dan besar dibawah naungan cinta. Meskipun sesekali ia terjatuh, maka ia harus segera bangkit dan ingat pada pesan ” cukup sekedar SIMPATI, simpan dalam hati “.
sy stju skli dgn tulisan antum..
mesti diingat, seorg akhwt jg mnusia yg prlu menata diri dan hatinya perlahan. ia tak sesempurna yg dibyangkan.
hanya saat ini ia sedg berjuang mngendlikan diri dan cintanya yg hanya untuk Sang MAHA PECINTA..
Semoga sy n yg lain dpt mnjg diri sprti istri2 nabi n shbt2nya.
amin
Jazakallah
sama2, y ukht
wah??? tersindir nih….
alhamdulillah, berarti artikel kami berhasil
seorang akhwat dia mengetahui hukum ikhtilat itu bagaimana…
saudara harus membedakan mana akhwat… mana wanita…
Wah,, wah,, astagfirullah,,
ttidak semua yang anda paparkan itu benar…
anda harus membedakan mana ahkwat mana wanita biasa….
ini artikel ilmiah yah??
berapa jumlah sampelny, sehingga dapat dikatakan mewakili para akhwat yg “genit”??
atau pengalaman pribadi??
sampe segitu dalamny mengetahui para “akhwat”…
lagian, saya kurang setuju dengan pembedaan sebutan “akhwat” atau “wanita”,
bukankah artiny sama??
kenapa harus dikotomi akhwat= wanita alim, aktif pengajian, dll
dan wanita= wanita biasa diluar akhwat
dan yang terakhir, jangan menjustifikasi seseorang…
biarlah Allah yang menilai dn mengetahui kadar keimanan masing-masing.
kalo maksudny untuk menasehati, cukup dengan face to face dengan yang bersangkutan, g usah disebarin dunkz…
salam ukhuwah..
akhwat genit? ckck
knum ” akhwat”.
idealnya memang jangan sampai ada, tapi faktanya ada.
tidak ada sosok manusia sempurna di muka bumi ini
begitupun para
tapi, percayalah….itu hanya Oknum kawan….yang akhwat solehah juga buanyakkkkk, maka jangan terfokus pada sisi yang negatif.
bagi yang merasa kurang menjaga sikap, mata dan hati maka perbaikilah selagi hayat masih di kandung badan:-)
bagi yang merasa tidak menjadi “akhwat genit” maka pertahankanlah, keep istiqomah ukhti….
semoga yang membaca tulisan di atas bisa mengambil hikmahnya….
masyaAllah semoga kita semua senantiasa mengoreksi diri…..
astagfirullah untuk sementara hati ini memang sudah kotor sabar saja semoga saya bisa mengubah yang haram menjadi halal dengan menggenapkan separuh dien amin
Assalamu’alaikum,,,
Ikutan Nimbrung Di Masalah Ini Nih,,,
cuma nambahin sedikit.kalo memeng tulisan ini maupun tulisan tentang ihwan yang sebelumnya dalam rangka menyadarkan ssaudara/saudari kita yang kebablasan mungkin di akhir artikel bisa di tambahi do’a
“semoga kita segera sadar dan terhindar dari hal-hal yang merusak” biar ikhwan wal akhwati yang lain tidak tersinggung (tidak pukul rata).sebagai seorang akhwat kadang kita menuntut agar seorang istri menjadi sseorang Fatimah r.a,tapi kadang kita lupa apakah kita sudah menjadi seperti Ali bin Abi Tholib
Afwan
amin
ASLM WR.WB
SALAM UKHUWAH YG PUNYA BLOG
MENURUT SAY SEPERTI INI G ADA NAMANYA AKHWAT GENIT ATAU APALAH KARENA AKHWAT ITU INSYA ALLAH ORANG SENANTIASA TAAT KEPADA ATURAN2 ALLAH JIKA PUN ADA YG BERBUAT DEMIKIAN ITU BUKANLAH SEORANG AKHWAT TAPI MASIH CEWEK BEGITU PULA DENGAN IKHWAN
WASSALAM
keren…………….
bgus untuk refleksi diri…
apa apaan ini semua mengapa sembarangan mencemoh saudara sendiri sudah tau saudara salah ya diingatkan bukan diumbar aibnya kalian gag lebih memalukan dibanding semua cerita yang kalian jadikan bahan tawaan itu sedih liat kalian sodara khilaf kok dijadikan bahan diskusian malu!!!!!!!!!!!!!!
dikatakan aib jika disebutkan nama mbak…
astagfirullah….
thanks 4 aufclarung nya….
astagfirullah….
ini renungan buat para akhwat, bukan berarti menyebarkan aib, lagian ini kan cverita fiksi, meski ‘mungkin’ ada di kenyataan, ya diambil ibrahnya,tidak bisa juga dikatakan ini menyebarkan aib, karenaa tidak menyebut nama orang/organisasi, atau lainnya
betul kisanak.
Kan kita semua tahu namanya wanita terbuat dari tulang rusuk yang bengkok. Sudah merupakan tugas laki2 lah menuntunnya, tetapi bukan dengan jalan menyebarkan kebencian dan hinaan seperti ini.
buku jangan sadarin jilbaber, karya anak-anak badai otak. a must read!
salam sahabat
merindukan masa SMA yg penuh ‘teguran’ seperti ini
jadilah Pria idaman Muslimah..hehee
our greeting mahasantri STEI Husnayain
na’uzubillahiminzaliik…
hanya Allah yang pantas mnilai kita.. tapi gk salah juga tulisan di atas membuat kita dapat bebenag diri dengan berintrosfeksi….
Semakin berbahaya jika perilaku diatas menjadi trend baru. Apalagi kalau didasari oleh logika logika pembenaran diri sendiri ala setan. Misalnya, biar tidak dicap ekstrim, radikal dan garis keras. Supaya mendapatkan imej gaul, terbuka, dan modern. Inna Lillah…..
keren…
untuk pembenahan,,
Semuanya kan gak sesmpurna yg kt fikirkan..namnya jg manusia, tp bgus banget kok tuk ngoreksi diri msing2…tuk lebih baik kedepannya…
Afwan..
ngeri bacanya..
tsumma nauzubillah
IKHWAN JUGA BISA GENIT KALEEE!!!
SOK NGIRIM-NGIRIM SMS TAUSYIAHLAH,APALAH,,
ikhwan dengan dakwah palsunya
gayanya rapat sampai malam,
tak perduli para akhwat kemalaman,
nanti kalau sudah kemalaman, berlagak “hero’ dengan mengajak sang akhwat incaran pulang berdua berboncengan…
ikhwan yang ganjen ternyata sok alim di forum
menata suara dan kata-katanya agar indah di dengar
namun, ketika berpapasan dengan akhwat cantik yang anggun dan pintar
menegur dengan sok sopan dan ber basa-basi agar di perhatikan sang akhwat
“apa yg ane bisa bantu ukhti?”
…halah…. sok merhatiin…ngundang penyakit aja
ikhwan abal-abal itu
ketika menikah menuntut begitu banyaknya kepada istrinya untuk mengabdi dan melayaninya seperti hamba sahaya, tapi hak-hak istrinya sama sekali tidak dipenuhi, alasannya untuk dakwah, tapi anak istrinya berjuang mencari nafkah sendiri untuk mencukupi kebutuhannya, kebutuhan anaknya, dan KEBUTUHAN SUAMINYA. kebangetan yaa…
ikhwan palsu itu
usia 25 tetep aja khawatir ngga mau nikah
alasannya belum siap lah
padahal karena ditawarkan akhwat yang lebih tua darinya
usia 30, tetep aja carinya yang lebih muda
dan membiarkan akhwat-akhwat akhirnya menikah dengan yang “bukan ikhwan” yang menggerus usaha dakwahnya hanya karena tidak sefikroh.. hadeeeh
hahaha.. ada ada aja..
haduh,,,,kenapa jadi saling memojokkan ya?
mari perbaiki diri,,,,
gak usah ada yang merasa tersinggung dengan postingan ini karena tujuannya kan bukan untuk menyindir apalagi menghina akhwat secara keseluruhan..namun hanya akhwat yang “genit” saja yang terkena sindiran dari artikel ini..sehingga anda yang memang tidak merasa “genit” tidak usah kebakaran kerudung…. (bingung mau pake apa padanan kata apa..coz akhwat kan ga punya jenggot ^__^) kalau ada yang merasa tersindir…ya Alhamdulillaah artinya masih ada iman di hati… Wallahualam…
Itu yang nulis seorang akhwat yang hatinya kena sudah terkena polusi yang sudah tidak nyaman dengan sekitarnya sehingga menghembuskan bisikan-bisikan cenderung merusak , gaya tulisan itu mencerminkan hati dan akhlak seseorang… saya sendiri gak sepakat dengan tulisan seperti itu.
lihatlah surah An nas, berlindunglah dari orang seperti ini sehingga tidak cerai-berai
biarlah sejarah kusut terlukis di wajahmu.
http://serbasejarah.wordpress.com/2011/11/02/jejak-sejarah/
Achtung! Stensieruf! bittenrib!
Hanya bisa senyum-senyum, gak tau geli atau emang ngerasa yang pasti kudu dijedotin nie biar sadar. Astaghfirullah … terkadang kita tergelincir pada jalan yang sudah kita anggap benar.