“Married by Accident”, Visualisasi Kultur Hedonisme dan Penjajahan Ideologi


Oleh Ridwan Taufik Kurniawan

Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata” (Napoleon Bonaparte).

Memang, sejak dulu media massa memiliki peran penting dalam peta percaturan politik dunia, sehingga pengaruhnya melebihi kemampuan pedang dalam membunuh[1]. Film adalah salah satu media yang paling mempengaruhi gaya hidup manusia terutama remaja yang notabene sangat peka terhadap perubahan. Oleh karena itu, film-pun mengambil posisi penting dalam pembentukan kepribadian (syakhsiyah) dan paradigma[2] pemikiran (aqliyah) remaja. Ia seakan-akan adalah barometer atau patokan bagi generasi muda penghamba media-media yang hidupnya mengalir dengan berdasar pada opini yang diciptakan film itu. Mereka mungkin tidak atau belum pernah berpikir tentang siapa yang membuat film itu, dan yang lebih jauh apa maksud atau visi misi ideologis yang tersembunyi di balik produksi film-film itu.

Lihatlah film “American Pie”, film yang menggambarkan bebasnya perilaku kaum muda Amerika. Atau, film-film lokal bertajuk 30 Hari Mencari Cinta; Buruan Cium Gue; Virgin; Maaf, Saya Menghamili Istri Anda; Dick; Mengejar Om-om dan beberapa judul film lain yang sudah bisa terlihat vulgar meski kita baru membaca judulnya. Selain itu, lebih banyak lagi film yang menaruhkan paham kebebasan bergaul secara implisit. Ambil satu contoh Terowongan Cassablanca, film ini bertema mistik namun tetap saja memakai adegan-adegan panas sebagai bumbu penyedap utama. Dan jika kita tengok lebih jauh ke luar negeri, hampir semua film-film kenamaan sekaliber Hollywood menggunakan cara yang sama. Contoh, Batman, Spiderman dengan Marry Jane-nya, dan yang paling popular adalah film James Bond.

Zaman sekarang seks dan wanita sudah seperti barang komoditi. Ia diperjualbelikan dalam film dan media cetak layaknya barang murahan yang dengan mudah dapat dibeli. Hal ini sangat merendahkan manusia sebagai makhluk berakal. Ia telah menjerumuskan manusia ke taraf berpikir yang lebih rendah daripada hewan. Inilah salah satu akibat sampingan dari film-film itu, mereka semua bertanggungjawab terhadap pembentukan manusia-manusia dunia yang berpaham hedonisme[3], gaya yang sering dipertontonkan para selebriti.

Kenyataan ini sangat memilukan, sangat berkebalikan dengan islam yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, tak lain karena islam adalah selain sebuah agama ia juga merupakan ideologi dengan gaya hidup yang sungguh mulia dan memuliakan. Segenap peraturannya (syariah) mewujudkan manusia dan masyarakat yang madani, cerdas, dan berakhlak mulia. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”(HR. Al Bazzaar).

Married by Accident (MBA), Episode Kesekian Pembodohan Generasi Muda

Satu lagi terobosan penghancur moral generasi muda, film berjudul Married by Accident, produksi MVP Pictures dengan bintang muda Nikita Willy (sebagai Ole), Marcell Darwin (sebagai Raskal), dan Debby Ayu (sebagai Stella, Kakak Ole). Bercerita tentang Ole, seorang gadis ibukota yang berpacaran dengan lelaki bernama Raskal. Stella sering memprovokasi adiknya agar berhubungan badan dengan pacarnya. “Cuma ada dua cowok yang gak mau ML[4] dengan ceweknya, cowok muna, sama homo . . .”, ujar sang kakak. Stella sering mengundang laki-laki datang ke rumahnya, bahkan tidak malu berhubungan badan di depan si adik. Hal demikian terjadi juga pada Raskal, ia sering dijadikan bahan oloh-olok teman-temannya lantaran tidak juga “bercinta” dengan Ole setelah hubungan berlangsung beberapa bulan. Singkat kata, saat berlibur ke pantai, mereka berdua tidak sanggup lagi menahan hasrat masing-masing dan “melakukannya tanpa kondom“di jok belakang mobil, hingga akhirnya Ole hamil dan kebingungan mencari solusinya[5].

Lazim diketahui, married by accident (menikah karena kecelakaan) adalah pernikahan yang terjadi antara dua insan dikarenakan si perempuan “tidak sengaja” hamil akibat  hubungan seks pra nikah. Fenomena ini memang sebauh realita yang terjadi di tengah masyarakat, namun pantaskah hal ini digembar-gembor dan dipropagandakan melalui film?

Adalah landasan yang sangat memaksakan, tipis, dan terlalu mengada-ada jika pembuat film berpendapat bahwa film ini ditujukan untuk pendidikan seks anak muda. Padahal kita semua tahu, tanpa film itupun manusia bisa melakukan seks secara alamiah dengan dituntun nalurinya (gharizah). Kemungkinan besar pendidikan seks yang mereka maksud adalah bagaimana melakukan hubungan seks secara aman (dengan melihat dari sudut pandang kapitalisme[6] sekuler[7]). Mereka lebih suka menyebutnya dengan istilah safe sex. Ingin ML yang aman? Gunakanlah kondom. Inilah karakteristik gaya hidup kapitalisme sekuler, mengambil jalan pragmatis sebagai solusi norma dan mengabaikan prinsip-prinsip agama (yaitu pelegalan zina). Na’udzubillah.

Misi Ideologis di balik Topeng Perfilman Dunia : Zionisme

Iqbal Shadiqi, pemimpin redaksi majalah terbitan Inggris, Cressent International, mengatakan, “Media-media AS sangat bergantung pada para investor dan orang-orang Zionis[8]. Kedua kelompok inilah yang mengontrol pemerintah dan media AS”[9].

Maka kiranya masih relevanlah penelitian Roger Garaudy[10] tahun 1990 silam, ia mengemukakan bahwa 95% media massa dunia berada di bawah kendali jaringan Zionisme Internasional. Sejak awal terbentuknya Gerakan Zionisme Internasional (dengan lembaga turunan langsung seperti Freemasonry atau Massonary, Theosofi, Rastafaria, Rotary Club, Illuminati dan Lions Club), para aktivis gerakan ini telah memanfaatkan media massa untuk mempropagandakan pemikiran mereka pada dunia. Dalam Protokol Zionis[11], yang dibuat dalam pertemuan besar yang diselenggarakan cendekiawan dan konglomerat Yahudi sedunia 110 tahun silam (tahun 1897 M) di Swiss, pasal ke-12 protokol tersebut berbunyi, “Media massa dunia harus berada di bawah pengaruh kita”. Pada pertemuan besar itu pula, Theodore Hertzl, mengatakan, “Kita akan berhasil memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia.”. Hasilnya, kantor berita ternama sperti AFP, AP, dan Reuters[12], dan industri film terbesar di dunia, Hollywood[13] berada di bawah kontrol kendali mereka, tentu dengan lobi dan counter yang tidak bisa dibilang biasa.

Keikhlasan mereka dalam berjuang “menguasai” dunia tidak perlu diragukan lagi. Apapun akan mereka lakukan meski dengan cara licik, konspirasi sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, demi cita-cita medirikan Negara Israel dengan  Yerusalem sebagai pusat sebagai ibukota negaranya, menjadi “pemimpin” dan pengendali dunia, dan membangun kembali Haykal Sulaiman, sebuah bangunan yang melambangkan kejayaan bangsa Yahudi, yang konon tempat berdirinya sekarang merupakan tempat di mana Baitul Maqdis berdiri, di Kota Al-Quds, Yerusalem, Palestina.

Inilah sebenaranya misi ideologis yang dibawa media boneka zionis yaitu mengendalikan dunia lewat media massa. Mereka mencoba melemahkan lalu bukan hanya menghancurkan pola pikir umat islam, namun semua umat manusia di seluruh dunia. Disebut ideologis karena hal ini menyangkut pandangan hidup dan pemikiran yang sangat mendasar bagi manusia (akidah).

Implikasi Propaganda Pergaulan Bebas Melalui Film

Pembaca yang budiman, propaganda dan kampanye hidup bebas, gaya hidup mewah, erotisme, dan liberalisme yang dilancarkan media massa melalui film-film remaja saat ini akan melahirkan karakter masyarakat yang lunak. Masyarakat mulai melazimkan dan menganggap wajar apabila di tengah mereka banyak terjadi kasus asusila dan penyakit masyarakat seperti pemerkosaan, sodomi, PSK, germo, gigolo dan banci. Masyarakat-pun mulai membiasakan diri dengan adanya fenomena komunitas abnormal seperti gay, dan lesbi.

Lebih jauhnya, film-film tersebut merusak kisi-kisi otak kita yang bermuara pada pornografi, pornoaksi, kebrutalan yang arogan hingga menimbulkan dekadensi moral. Dan jika semua implikasi di atas kita gabung, maka klimaksanya tentu adalah berujung pada kehancuran umat.

Tidakkah kita merasa kita telah terjajah dengan keadaan ini? Syekh Taqiyuddin An-Nabhani mendefinisikan bahwa penjajahan adalah dominasi (intervensi) politik, militer, budaya, dan ekonomi terhadap bangsa-bangsa yang dikalahkan untuk kemudian dieksploitasi[14]. Sejatinya pemikiran dan budaya kita telah terjajah. Bentuk penjajahan ini sebenarnya lebih berbahaya dibandingkan penjajahan fisik (militer). Mengapa demikian? Karena bentuk dari penjajahan ini tidak terlihat dan umat yang menjadi objek tidak merasa bahwasanya mereka sedang dalam keadaan terjajah.

Kembali ke masalah media dan film, keadaan ini membuat kehidupan umat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya mengalir kemanapun media membawa mereka. Terisinya media dengan hal vulgar yang menyajikan pornografi-pornoaksi, atau penyimpangan seksual yang adalah suatu “diskusi publik”, agar nilai kebebasan (freedom of liberty) mengisi ruang publik (public sphere), kemudian menjadi opini umum (public opinion), dan selanjutnya berproses menjadi shared values, yaitu acuan nilai kultural yang disepakati bersama[15](standar kebenaran yang dipakai masyarakat).

Julius Caesar mengatakan, “Katakanlah kesalahan itu seribu kali, maka ia akan menjadi sebuah kebenaran”. Mungkin filosofi inilah yang mendasari gerakan penjajahan ideologi melalaui media massa yang dilakukan Gerakan Zionisme. Standar yang seharusnya dipegang umat muslim, yakni syariah islam, dibuang jauh-jauh karena tidak sesuai dengan kondisi kekinian (kontemporalitas). Sebaliknya, gaya hidup hasil propaganda media massa-lah yang menjadi tolok ukur kebenaran.

Pemuda menjadi malas untuk memikirkan kondisi masyarakat yang parah nian. Perjuangan menegakkan keadilan seakan-akan tidak perlu dilakukan karena menurut mereka tidak ada yang salah, semua berada pada jalur yang benar. Lebih-lebih memperjuangkan islam dan memikirkan nasib saudara muslimnya di seluruh dunia yang berada dalam keadaan kurang lebih sama seperti kita, hal tersebut tidak akan pernah terpikirkan hingga muncullah generasi yang apatis (tidak peduli terhadap keadaan umat).

Mari kita sejenak flashback ke sejarah Romawi. Salah satu faktor kemunduran mereka ternyata adalah pemuda yang malas berjuang. Kala itu pemuda-pemuda sibuk bercinta dengan kekasihnya, hingga mereka malas untuk berperang dan tumbanglah imperium romawi (jangan-jangan hal itu terulang pada saat ini oleh dunia islam) karena dikalahkan oleh  islam yang datang dengan cahayanya yang mulia. Menghapus penyembahan kepada sesama ke penyembahan kepada Sang Pencipta. Dan pada saat itu islam benar-benar pernah menghapus romawi dari peta dunia!

Tolak Film Propagandis Pergaulan Bebas

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda, “Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, maka rakyat di negeri itu sama saja telah menghalalkan dirinya untuk menerima adzab dari Allah (atas mereka)” (HR. At Thabrani dan Al Hakim, dalam kitab Fathul Kabir jilid I, hlm.32)

Renungkanlah wahai pembaca yang budiman, wajar saja negeri kita selalu dirundung bencana. Tidak hanya bencana alam, kasus-kasus kriminal yang keji, penyakit baru yang aneh-aneh, hingga penzaliman penguasa yang tak kunjung usai. Kita tentu tidak ingin terkena adzab itu, akan tetapi mau bagaimana lagi, kita harus menerima bahwa kita adalah penduduk negeri ini. Yang membedakannya satu sama lain tentu adalah mau tidaknya orang mau berjuang demi sirnanya zina dan riba di negeri ini. Kita-kah orang itu?

Telah nyata kesuksesan mereka untuk racuni anak negeri. Film Married by Accident seperti halnya film yang tidak mendidik (bahkan merusak) lain hanyalah alat kaki tangan kendali kaum imperialis zionis, untuk menjauhkan kita dari pemikiran yang cemerlang (al fikrul mustaanir) yang sangat kita perlukan untuk menuju kebangkitan hakiki yang hanya bisa dilakukan melalui perjuangan. Maka sekarang adalah tugas kita dan inilah waktu yang tepat untuk menolaknya!

Allah swt berfirman yang artinya:

“. . . Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Ar-Ra’ad [13]:11)

Rasul bersabda: “Seorang muslim tidak akan pernah berhenti berjuang hingga ia menginjakkan kedua kakinya di Surganya Allah swt.” (HR. Ahmad bin Hambal)

Sekarang setelah membaca uraian panjang di atas apakah kita bisa membuka mata kita pada realita kemudian berjuang untuk agama Allah dan menghalau penjajahan ideologi itu? Semoga saja.

Wallahu’alam bi ash-shawab

==========

10 Desember 2008

==========

*)ketika ditulis penulis adalah pelajar kelas XII IPA di SMA Negeri 1 Banjarmasin, Sekretaris Umum Muslim Drenalin (MD) Tahun 2008, pemenang  juara harapan 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Politeknik Telkom Bandung 2008.

tulisan ini pernah dimuat di Serambi Ummah, Tabloid Jumat Lokal di Kalimantan Selatan, edisi lupa

    • endy21
    • April 3rd, 2010

    hohohoho😀
    memang sih akhir2 ini banyak film2 yang gak bagus keluar.

    Kalau dari sudut saya sebagai seorang yang suka mengamati film (bukan pengamat film sesungguhnya😀 ) film2 mistik karya anak bangsa sepertinya tidak terlalu kuat memegang alur ceritanya. Dari judulnya aja udah gak masuk akal (dengan patokan hantu2 atau takhayul yang ada di Indonesia😀 ) seperti suster kramas, hantu puncak datang bulan, dll…, padahal hantu2 di Indoenesia gak ada gituan😀

    dan juga di film2 tersebut memasukkan unsur seks yang tidak perlu. Kita bandingkan dengan film horror asal Thailand yang berjudul ALONE yang sempat diputar di METRO TV, unsur drama-nya sangat kuat dan pesan moralnya pun ada. Sangat berbeda dengan film2 mistik karya lokal😦

    Hm…, film adalah pedang bermata dua, kita bisa memanfaatkannya untuk membalikkan serangan2 tersebut, dan itulah yang ingin saya lakukan (tapi terbentur masalah dana, ilmu, tenaga, dan waktu, coz masih kelas 3 SMA😀 )

    SEMANGAT!

    • dan itulah yang ingin saya lakukan (tapi terbentur masalah dana, ilmu, tenaga, dan waktu, coz masih kelas 3 SMA)

      tak apa brother, berjuanglah di batas-batas yang kau bisa melakukannya.

        • endy21
        • April 7th, 2010

        okeee ^_^

        dengan menguasai media…, maka kita akan bisa menguasai hal lainnya…🙂

        (teori konspirasi yang mengerikan hooo >_<)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: