MENEGAKKAN KEMBALI NEGARA KHILAFAH, KEWAJIBAN TERBESAR DALAM ISLAM


menegakkan kembali negara khilafah kewajiban terbesar kaum muslimin - coverPenulis : Syaikh Ali Belhaj (Tokoh FIS Aljazair)

Banyak sekali buku yang telah membahas kewajiban dalam menerapkan syariah islam dalam bingkai Khilafah. Kewajiban ini dipandang sangat urgen di masa sekarang, sebab secara de facto institusi yang menerapkan syariah Allah (baca: Khilafah Islamiyah) tersebut telah diruntuhkan kaum kafir imperialis sejak 85 tahun yang lalu.

Dalam 85 tahun penantian tersebut, telah banyak upaya yang dilakukan banyak golongan kaum muslim untuk mengembalikan kepemimpinan Islam tersebut. Namun fatalnya banyak juga kalangan kaum muslim yang menanyakan kewajiban menegakkan institusi ini. Hal tersebut sebenarnya wajar dan menunjukkan betapa berhasilnya usaha yang dilakukan kaum kafir penjajah dan para pengkhianat islam untuk mengaburkan pandangan kaum muslim terhadap islam. Seiring berjalannya waktu, semakin melemah pemahaman dan pemikiran kaum muslim, dan pada saat yang sama, justru sebaliknya, masuklah pemahaman-pemahaman asing meracuni benak mereka, sehingga islam dan Negara Khilafah itu seakan-akan benar dilupakan para penghuninya.

Alih-alih ingin kembali pada Khilafah, mereka lebih memilih hidup dalam naungan sekulerisme dan penjajahan ideologi karena dianggap lebih menjanjikan (kendati hanya merupakan fatamorgana). Wajar jika revitalisasi Negara Khilafah tersebut seolah sulit dipahami, bukan saja akibat telah mengkristalnya pemahaman kufur dan ide Barat di benak mereka, tetapi juga karena telah termarginalisasi dan teraleniasinya ide-ide islam dalam wacana pemikiran mereka. Bahkan sebenarnya keadaan lebih parah lagi, sebab kebanyakan kaum muslim tidak mengetahui apa itu Khilafah.

Oleh karena itu buku ini hadir untuk kembali menegaskan, bahwa menegakkan Khilafah rasyidah yang dijanjikan merupakan kewajiban terbesar kaum muslimin saat ini. Syaikh Ali Belhaj, tokoh besar Partai Front Islamic Salvation (FIS) Aljazair merangkum seluruh dalil Qur’an dan Hadits Rasul yang relevan dan tepat perihal penunjukkan wajib dan urgennya menegakkan islam dengan Khilafah. Tak lupa beliau juga memuat seluruh argumentasi rasional yang dikemukakan ulama’ besar pada masa keemasan islam di masa lampau –yang tampaknya tak akan terbantahkan-. Sebutlah Syaikul Islam Ibnu Taimiyah, Imam Al-Mawardi, Abu Ya’la al-Farra, Ibnu Khaldun, Imam al-Qhurtubi, dan para fuqaha dan mujtahid-mujtahid besar islam lainnya.

Mari kita simak petikan salah satu pendapat Imam al-Mawardi dalam Al-Ahkam Ash-Shulthaniyyah, beliau mengatakan:

Mengangkat seorang imam (khalifah) yang akan  menjadi penguasa urusan dunia dan pemimpin umat adalah sebuah kewajiban. Dengan itu, agama dapa terjaga dan kekuasaannya berjalan sesuai hukum-hukum agama”(hlm.29).

Pendapat An-Nawawi dalam Syarh Muslim, juz 12 halaman 205, menyatakan:

Mereka (para imam mazhab) telah bersepakat bahwa kaum muslim wajib mengangkat seorang khalifah”(hlm.39)

Mari kita simak juga pendapat Dr. Dhiya’uddin Ar-Rays dalam bukunya, Al-Islam wa al-Khilafah, pada halaman 99 beliau menyatakan demikian:

Walhasil, Khilafah menempati kedudukan terpenting dalam agama dan selalu diperhatikan oleh kaum muslim. Syariat Islam telah menetapkan bahwa mendirikan Khilafah adalah salah satu kewajiban mendasar di antara kewajiban agama lainnya, bahkan merupakan kewajiban terbesar (al-Fardh al-A’zham), karena di atas kekhilafahan-lah bertumpu pelaksanaan seluruh kewajiban lainnya” (hlm 39-40).

Tidak berlebihan kiranya jika buku ini menjadi rujukan kaum muslimin pada umumnya untuk memahami pentingnya perjuangan da’wah khilafah, dan pada para pengemban da’wah pada khususnya, untuk membantu mereka meyakinkan dan mengajak kaum Muslim lain untuk mendukung, dan berjuang bersama merumuskan agenda, seraya membangun kesamaan visi global Umat Islam yakni menegakkan kembali Negara Khilafah Islamiyah.

===================================================================

Author: Abu Abdul Fattah Ali Belhaj

Judul Asli: Tanbih al-Ghafilin wa I;lam al-Ha’irin bi An I’adah al-Khilafah min A’zham Wajibat Hadza ad-Dien.

Edisi Indonesia :

Penerjemah : M. Shiddiq Al-Jawi

Penyunting : Arief B. Iskandar

Penerbit :Pustaka Thariqul Izzah

Cetakan ke II, Ramadhan 1429 H/September 2008

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: