PLN, Salah Satu Korban Kerakusan Kapitalisme


PLN

Tulisan berikut saya rangkum dari Majalah dakwah: Al-Wa’ie edisi april 2009. Terlalu panjang jika saya copas langsung, Tulisan ini akan mencoba menunjukkan bahwa Perubahan akan tegaknya Islam bukanlah hal yang mustahil alias bukan cuma mimpi belaka,

***

Beberapa waktu yang lalu, sebuah gerakan dakwah yang dikenal dengan nama: HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), melakukan acara daurah(training) di sejumlah kota berkaitan dengan masalah unbundling PLN.

Mungkin anda masih asing dengan istilah unbundling.

Penting untuk diketahui, PLN sekarang ini sesungguhnya terbentuk dari nasionalisasi terhadap sejumlah perusahaan listrik asing sepeti OGEM, ANIEM, GEBEO dan lain-lain yang di masa Soekarno dalam kondisi unbundling (terpecah-pecah) kemudian disatukan, yang sekarang kita kenal dengan nama PLN.

Akan tetapi, tampaknya hal itu akan segera berakhir, pasalnya dalam RUPS PLN 8 januari tahun lalu, PLN direncanakan akan di pecah menjadi 5 anak perusahaan, Juga ditetapkan akan dibentuk 2 BUMN Pembangkitan, yakni PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB).

Lalu apa yang salah dengan kebijakan ini?

Menurut Ir. Ahmad Daryoko, Ketua Umum SP PLN, pemecahan PLN itu akan mengakibatkan kenaikan harga listrik hingga 50% ! Hal ini dikarenakan biaya pajak dari 3 entitas kelistrikan yang berbeda yaitu pembangkitan, transmisi dan distribusi, yang sebelumnya ketiganya itu menjadi satu di bawah PLN. PLNpun akan ditujukan menjadi BUMN yg diorientasikan untuk mencari keuntungan, Ini tentu akan mmbuat PLN semakin jauh dari perannya untuk layanan publik yang memang tugas sebuah negara untuk mewujudkannya.

Kenyataan pahit ini pernah dialami kamerun, hingga biaya listrik naik mncapai 15-20%.

Setelah ditelusuri, ternyata rencana ini merupakan bagian dari kesepakatan dengan IMF berkaitan dengan utang luar negri Indonesia.

Nyatalah bahwa yang diuntungkan dari semua ini adalah para kapitalis.

Oleh karenanya rangkaian acara daurah berantai dibeberapa kota dengan fokus utama adalah pekerja PLN, ditujukan untuk mendukung penolakan terhadap rencana unblunding tadi sekaligus membangun kesadaran ideologis ditengah pekerja PLN.

Alhamdulillah, berdasarkan evaluasi obyektif, seluruh peserta merasakan manfaat luar biasa dari acara Daurah itu. Simaklah beberapa kutipan dari komentar jujur peserta:

Saya merasa seperti baru mengenal Islam…Jujur selama ini, saya merasa sudah mengenal Islam secara baik. Namun, ketika mengikuti acara ini, saya merasa sangat sedikit sekali pemahaman Islam saya,” ungkap Pak Joko (46).

Pak Almend (49) menyatakan sejujurnya, “Saya merasa, selama ini kelompok yang memperjuangkan syariah Islam dan Khilafah adalah kelompok ‘garis keras’. Gagasan menegakkan syariah Islam menurut saya selama ini adalah gagasan yang tidak cocok dengan Indonesia. Namun, setelah mengikuti training kepemimpinan ini, justru syariah Islam dan Khilafahlah yang akan mampu menyelesaikan problem yang saat ini dihadapi dan ditanggung oleh Indonesia.”

Subhanallah..

Luar Biasa..

ALLAHU AKBAR..

Hal ini tentu menepis mentah-mentah statement yang mengatakan bahwa mustahil penyadaran terhadap umat bisa dilakukan secara terang-terangan.

Dan hal ini membuktikan bahwa Islam memang harus disuarakan secara terang-terangan.

Bukannya bersikap pengecut dan malu-malu menyuarakan Islam dengan berlindung dibalik empuknya kursi DPR. Seolah umat adalah orang bodoh yang tak berhak mendapat pencerdasan politik.

Terakhir simaklah pernyataan berapi-api dari seorang peserta yang timbul kesadarannya setelah acara tersebut:

Saya insya Allah siap jadi ‘martir’ bagi penegakan syariah Islam dan Khilafah. Saya siap ‘mati’ untuk membela PLN sehingga tidak jadi di-unbundling.” Ujar Pak Riza berrrrrsemangat..

Subhanallah..

–REVolusi itu pASTi–

(Muhammad Amda Magyasa)

  1. sepanjang sstem kapitalisme d terapkan maka smua instansi akan cndrung d privatisasi… marilah blajar islam politk agar kita paham bahwa islam juga adalah ideologi dan jdikn islam sbagai rahmat…

      • Ridwan Taufik
      • Juli 7th, 2009

      Betul. Demokrasi system error yang berorientasi pada materi dan hawa nafsu. Mari kita campakkan, jangannya kita ikutan. Malu sama Rasul!

    • Md2
    • Juli 7th, 2009

    Alhamdulillah. Semoga makin banyak orang yg mengenal Islam sejati. Belajarlah dari sejarah saudaraku. Salah satu peninggalan khilafah Islam adl dinar(emas). Ketika zaman rasulullah
    1domba seharga 1dinar.
    Sekarang 1domba +-seharga 1,2jt.
    Sekarang 1dinar sebanding dgn nilai +- 1,2jt
    Itu artinya seekor domba sekarang masih bisa dibeli dgn harga 1dinar. Terbuktikan mata uang dinar Islam lebih stabil nilainya. Beda dgn mata uang kertas yg nilainya naik turun tdk karuan sehingga mengakibat byk rakyat yg sengsara.
    Semoga kita senantiasa di beri petunjuk oleh 4JJI . Amin.

      • Ridwan Taufik
      • Juli 7th, 2009

      Masya Allah, itu baru sistem ekonominya, bagaimana jika semua dari syariat islam kita terapkan?

    • pebri siswoyo
    • Juli 7th, 2009

    saya kerja di pt.pjb bos…

    • KUMBAKUMBA
    • Juli 7th, 2009

    wakaka..kembali ke zaman batu yuk….

      • Ridwan Taufik
      • Juli 7th, 2009

      Ogah, cukup sistem ini yg menjadikan kita layaknya di jaman batu!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: