Fenomena Bioskop


FA_KCB_promo nasional-ver_final

Pada 11 Juni 2009 yang telah lalu, sebuah film bernuansa Islami yang berjudul “Ketika Cinta Bertasbih” kembali dipublikasikan. Film yang diadopsi dari novel Ketika Cinta Bertasbih yang lahir dari seorang novelis nomor satu Indonesia, Habibburrahman El-Shirazy sebelumnya sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat melalui novelnya itu sendiri. Banyak orang yang salut dan sangat menyukai jalan cerita novel ini. Tidak bisa dihindari, para penggemar novel ini pun sangat menantikan kehadiran filmnya.

Harapan itu dijawab oleh Chaerul Umam, sang sutradara dari film tersebut dan akhirnya pada 11 Juni 2009 itulah Mega Film Ketika Cinta Bertasbih ditampilkan di bioskop seluruh Indonesia. Para penggemar kisah ini pun mulai berbondong-bondong datang ke bioskop yang ada di kota mereka masing-masing. Mereka rela antri panjang, menunggu lama, berdesakan hanya untuk mendapatkan tiket untuk bisa menonton film tersebut.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana Islam memandang aktifitas pergi ke bioskop ini, bagaimana hukumnya, kenapa dan apa dalilnya. Karena dalam Islam sendiri dikenal suatu aktifitas bernama Ikhtilath (Campur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim) dan hukumnya ada yang diperbolehkan dan ada yang dilarang dilakukan. Berikut sedikit pandangan Islam mengenai hal ini :

Ikhtilath menurut bahasa adalah bercampurnya sesuatu dengan sesuatu. (Lihat Lisanul ‘Arab 9/161-162). Adapun menurut istilah adalah bercampur baur antara laki-laki dan perempuan yang tidak ada hubungan mahram pada suatu tempat. (Lihat Al-Mufashal fii Ahkaamil Mar’ah: 3/421). Lebih jauh lagi, ikhtilath diartikan sebagai campur baur antara laki dan perempuan yang memungkinkan adanya interaksi. Iktilath bisa dihalalkan dan juga diharamkan tergantung pada konteks aktifitas yang terjadi.

Halal, jika campur baur tersebut disaat kondisi dimana tidak bisa tidak ada interaksi antara laki dan perempuan. Misalkan, dalam jual-beli yang diperbolehkan adalah misalnya perempuan tersebut menanyakan harga barang yang dijual oleh penjual laki. Hal ini diperbolehkan asalkan tidak ada interaksi di luar hal umum tadi, apabila ada hal tersebut sudah jatuh dalam keharaman. Walau diperbolehkan ber-ikhtilath dalam hal ini, namun laki dan perempuan pun tetap harus menjaga hal-hal yang berhubungan dengan infishal (pemisahan). Misalnya, tidak boleh terlalu mepet laki dan perempuan, dll.

Haram, jika campur baur itu disaat kondisi dimana interaksi yang tidak syar’i terjadi. Intinya adalah kebalikan daripada iktilath halal tadi.

Lalu, bagaimana dengan di bioskop?

Faktanya adalah bioskop merupakan suatu tempat berkumpul yang membaurkan antara laki-laki dan perempuan bukan muhrim. Dan dilihat dari interaksi yang terjadi juga bukan interaksi umum. Misalkan, laki dan perempuan yang mungkin bercanda saat menonton film atau pasangan yang datang berdua untuk menonton film tersebut, dll. Dari tempat pun dilihat bahwa tidak ada hijab/penghalang antara laki dan perempuan sehingga benar-benar bercampur baur, berhamburannya aurat pun sudah tidak terhitung lagi. Terlebih lagi bahwa tindakan yang dilakukan bukanlah merupakan tindakan muamalat yang ada dalam Islam. Dilihat dari berbagai fakta tadi tentunya sudah jelas bahwa hokum pergi ke bioskop memang jatuh kepada ikhtilath namun iktilath yang tidak dapat dibenarkan dalam Islam melihat fakta yang terjadi di lapangan. Dalil yang ada adalah :

“Dan apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Cara demikian itu lebih baik bagi hatimu dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53).

Ayat ini walaupun diturunkan kepada isteri-isteri Nabi shallallahu alaihi wa sallam- namun mencakup pula untuk semua umat Islam, karena telah tetap dalam qaidah
Syar’iyyah: “Letak pelajaran adalah pada keumuman lafazh bukan pada kekhususan sebab.”

Larangan untuk membuka aurat di tempat umum yang juga menjadi salah satu alasa aktifitas di atas tadi :

“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka serta jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa tampak darinya. Hendaklah pula mereka menutupkan kerudung mereka di atas leher-leher mereka dan jangan mereka tampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami
mereka, atau ayah-ayah mereka, atau ayah-ayah suami mereka (ayah mertua), atau di hadapan putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau di hadapan saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka (keponakan laki-laki), atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau di hadapan wanita-wanita mereka, atau budak yang mereka miliki, atau laki-laki yang tidak punya syahwat terhadap wanita, atau anak laki-laki yang masih kecil yang belum mengerti aurat wanita. Dan jangan pula mereka menghentakkan kaki-kaki mereka ketika berjalan di hadapan laki-laki yang bukan mahram agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan dan hendaklah kalian semua bertaubat kepada Allah, wahai kaum mukminin, semoga kalian beruntung.” (An-Nuur: 30-31)

Larangan untuk bercampur baur yang tidak diperbolehkan walaupun dengan orang buta :

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha- berkata:
“Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan Maimunah ada di sisinya, maka datanglah Ibnu Ummi Maktum dan pada saat itu kami telah diperintah untuk berhijab, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Berhijablah kalian darinya!” maka kami berkata: “Bukankah Ibnu Ummi Maktum adalah orang yang buta? Maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Apakah kalian berdua buta?” Bukankah kalian dapat melihatnya?” (HR. Abu Dawud no. 4112, At-Tirmidzi no. 2778, An-Nasaì dalam Al-Kubra no. 9241, Ahmad 6/296 dan Al-Baihaqi: 7/91.)

Iklan
  1. Alhamdulillah, saya selau nonton bajakan dirumah sendiri.

      • Ridwan Taufik
      • Juli 7th, 2009

      Mikir lagi deh akh nonton n beli bajakan . . . nanti suatu saat akan kami bahas. Syukron

    • ardiannur
    • Juli 6th, 2009

    Yup,,drpda ke bioskop yg sarat akan kemaksiatan!
    Lbih baik Qt mnghndri sdpat mgkn hal2 sperti ini!!Cri jlan aman agar terhindar dr sbuah kndisi maksiat! ^^

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: