Aku Bodoh?


Aku Bodoh?

Masih teringat saat SMA dulu, seorang kawan sebangku gw bertanya sesuatu yang unik,

kalau kita ngomong; ‘aku bodoh!’ sambil menepuk dada dengan bangga, itu di bilang sombong atau percaya diri???”

Seketika itu juga meledak lah tawa kami. Entah yang di ungkapkannya sore itu hanya sekedar guyonan untuk mengelitik hati, atau bisa pula memang benar kebingungannya akan pertanyaan tadi. Yang pasti hingga kami kembali kerumah masing2, pertanyaan retoris itu tak ada yang menjawabnya..

Gw pun sejenak memikirkan, pertanyaan tersebut cukup mendalam juga kayaknya..

Pertanyaan seperti itu sebenarnya bukan main-main apabila diajukan dalam dunia ilmu psikologi. Bagi yang kuliah di fakultas psikologi, pasti mengerti. Betapa pertanyaan tersebut memang singkat, namun dalam uraian penjelasan, pengungkapan jawabannya tidaklah akan mudah..

Pasti kalian yang membaca, akan langsung kontan menjawabnya ‘percaya diri’.

Tentu saja, karena orang yang melontarkan “aku bodoh!” merupakan orang yang berani mengatakannya, dan karena dalam presepsi kita, ‘bodoh’ adalah sesuatu sikap atau hal yang negatif, dan bahkan orang bodoh pun mungkin enggan untuk mengatakan bahwa dirinya bodoh.

Tak ada orang yang mau bodoh.

Namun, kita pun jangan salah dan langsung mengambil kesimpulan,

Bisa pula seseorang itu mengatakannya hanya sekedar merendahkan diri…

Atau, mungkin hanya bercanda..

Atau, menyinggung orang yang bodoh..

Atau, bisa dikatakan bangga, apabila kata-katanya di sambung dengan “aku bodoh! dalam hal melakukan kemaksiatan!”..

Atau, dan atau-atau yang lain yang siap dilontarkan dari gudang presepsi otak kita..

Yang pasti, dari semua itu gw (entah kalian juga mungkin??) bisa menarik pengertian secara bijak, bahwa apapun yang di katakan seseorang, itu bisa di ketahui makna sebenarnya hanya di lihat dari hati orang yang berkata tersebut..

Dan gw tau, kalau gw gak bisa tau isi orang lain. Begitu juga kalian yang tidak tahu apa isi hati gw..

Yah.. mungkin, dalam hal mempresepsikan seseorang tidak akan selalu bisa di dengar dari kata-kata orang yang berkata.. maupun dari sikap ketika orang itu menyatakannya. Atau juga dari tulisan yang telah diciptakannya..

Maka dari itu seorang manusia teladan yang pernah dilahirkan ke bumi ini,Rasulullah sudah mengajarkan agar tidak su’udzon (berburuk sangka). Yang membuat kita bisa mencap atau melabelkan pandangan kita terhadap orang lain yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Maupun menelan mentah-mentah apa yang dipikirkan orang banyak terhadap seseorang tanpa kita tahu yang sebenarnya. Karena itu merupakan tindakan pelacurkan opini yang berasal dari fakta yang tidak jelas!

Yah… sekedar itulah..

Semoga kalian pula juga tidak menganggap gw ini sok menggurui..

Ini hanya sekedar tulisan yang tercipta, ketika gw tidak bisa terlelap malam ini..

Tulisan yang gw ketik untuk mencoba melepaskan diri dari kesibukan berfikir dan meraktivitas di pagi hingga siang hari..

Tak ada apapun, dan tak harap pengakuan siapapun,Yang diharapkan hanya balasan dari Sang Kuasa..

Amin.

Mata gak bisa merem 23:08 wita.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: