BULU HIDUNG, KUDANIL dan PEMIKIRAN LOGIS….


oleh Akbar Khomeini

Bulu hidung…

Apa jadinya kalau kita hidup tanpa bulu hidung di hidung kita?

Ah… aneh oy!. Hidung kita ga bakalan bisa berfungsi normal kembali. Kotoran tidak akan bisa tersaring lagi. Upil-upil akan bingung mau nagkring dan tertahan di mana. Dan, ketika kita ngupil, maka lobang hidung kita akan mudah lecet.. auw!

Huh.. tanpa bulu hidung aja, manusia sudah sulit menjalani kodratnya sebagai makhluk yang suka ngupil. Apa lagi tanpa otak, yang merupakan organ penting bagi manusia –yang supaya manusia gak cuma di bilang makhluk yang bisa nyengir doang. Tapi, makhluk yang emang pantas di sebut manusia, dan… ga pantes di sejajarkan sama kudanil, jerapah, atau bekicot!. Karena manusia berbeda dari mereka. Manusia bisa mikir yang logis.

Okey.. jadi kita sepakat, apabila bisa mikir logis berarti itu manusia bukan?!

Kalau bukan? Berarti dia kudanil yang blo’on. Kudanil yang cuma bisa nguap lebar doang selebar pintu kulkas!

Ha..ha.. jangan cemberut gitu dong!. Kalau kita emang manusia yang berfikir logis, gak bakal juga di samaain sama kudanil. Mendingan ketawa! Ketawa mengaktifkan 17 otot di muka kita, sedangkan cemberut cuma 3 otot aja. Jadi ketawa itu lebih sehat dari pada cemberut. Makanya orang gila di depan komplek rumah gue gak pernah sakit-sakit. Padahal tidurnya cuma di jalanan. Makan juga paling jarang. Tapi, ketawaaaaaa terus tiap harinya. Gue jadi mikir, kalo aja tu orang gila di wawancarai sama majalah kesehatan tentang kiat-kiat sehatnya, pasti dia cuma jawab : “ketawa aja!. Makin ngakak makin sehat. He..he..ha..ha..whahahaha…!!!”

Yah..yah… oke..oke.. lupakan orang gila, kembali ke kudanil. Kembali ke pemikiran logis.

Pernah punya peliharaan kudanil? Pasti gak pernah. Kenapa gak pernah? Haha.. pasti kalian bakal ngejawab; ”karena gue sendiri kudanil!!”. He..he.. enggak kok. Ya udah.. kalo gak pernah di bayangin aja…

Bayangin ketika kamu punya kudanil… kamu punya kudanil yang banyak. Saking banyaknya, para kudanil itu seperti masyarakat yang banyak. Ada bos kudanilnya, ada anak buah bos kudanilnya, ada rakyat kudanilnya. Pokoknya banyak! Bayangin aja ada seratus kudanil yang kamu punya.

”ah.. capek ngabayanginnya!! Ngapain juga kudanil pake ada bos, pake ada rakyatnya??!”

Wah.. pokoknya bayangin aja dulu! Yang ngasih sugesti impian kan gue. Jadi suka-suka gue dong!.

Tadi sampe mana lagih..

Ya.. kudanil-kudanil itu akhirnya melakukan kudeta. Peraturan di ranch kamu di langgar oleh mereka. Mereka tidak setuju pada peraturan yang kamu buat, yang mengharuskan para kudanil tersebut ketika hendak makan harus antri sama babi, ayam, itik, dan sapi dulu. Tapi, mereka ingin di dahulukan, sebagai mana preman terminal yang gak sabaran mau potong rambut di salon bencong!. Begitu pula dalam hal pembagian wilayah kekuasaan di ranch kamu. Para kudanil itu ingin menguasainya secara sepihak.. Dan, pada akhirnya wilayah-wilayah tersebut di petak-petakan.

Sampai yang paling parah adalah mereka membuat sendiri peraturan-peraturan untuk mereka. Dengan mencampakkan peraturan-peraturan yang telah kamu buat.

Apa yang terjadi??

Kamu pun marah.. sangking marahnya kamu menendang meja. Namun, sayangnya meja tersebut adalah meja dari baja! Kaki mu pun terluka. Kamu kecewa. Karena tak mau meneteskan air mata,  kamu lalu berkata, awas lu kudanil!! Gue siksaaa!!

Rencanapun diatur, karena kamu tidak terima aturan yang kamu buat di campakan oleh para kudanil, maka kamu segera menghukum kudanil-kudanil tersebut.

Lalu, kudanil tersebut sadar akan keterlalaiannya… dan kemudian mereka melakukan taubatan nasuha..

THE END.

Apa-apaan tuh?? Gak rame banged!!! Cerita di paksa-paksain. Apa maksudnya coba??

Kok jadi kalian yang sewot? Kan gue yang cerita.. suka-suka gue dong ceritanya kayak gimana. Gue cuma mau bilangin, kalau kita itu sebenarnya kayak kudanil-kudanil itu juga. Kita juga sekarang ini mencampakan aturan-aturan yang di bikin sama bos kita. Bos kita,yang punya ranch alias alam semesta yang luas ini. Kita juga memakai sistem kufur, sistem kapitalisme yang serakah. Kita tidak lagi memperdulikan saudara-saudara kita di belahan ‘ranch’ yang lain. Di mana mereka tersiksa, dan teraniaya oleh kafir-kafir laknatullah. Coba liat saja saudara kita di wilayah ranch palestina, atau di wilayah ranch afganistan, irak, pakistan, dll..

Kita yang sebenarnya bersaudara ini terpetak-petakan atas nama betas wilayah Negara. Seseorang yang ingin sekedar berjabat tangan dengan seseorang di Negara lain, di haruskan membayar dan memiliki passport. Dan diharuskan lapor ke petugas imigrasi dulu! ”pak lapor mau nyentuh temen saya di negara tetangga!”

Perbuatan yang kita lakukanpun semena-mena melanggar aturan bos kita. Pelacuran, pornografi-pornoaksi, mabuk-mabukan,riba dan lain sebagainya di maklumi oleh kita sekarang ini.

Dan masih banyak lagi yang sebenarnya kita ini pantas di anggap kurang ajar terhadap Bos kita tersebut.

Maka dari itu, pantaslah Sang Maha Penguasa Alam Semesta marah kepada kita…

Dan tak salah pula, apabila setiap saat kita selalu di berikan ‘teguran-teguran sayang’ berupa bencana kepada kita. Teguran yang sebenarnya diharapkan oleh bos kita itu, agar kita bisa bersikap seperti para kudanil tadi yang sadar dan melakukan taubatan nasuha. Dan kembali menggunakan the real rules of our big boss!

Tak lain karena oh karena…

Kita jauh lebih pintar, dan memiliki pemikiran logis di bandingkan KUDANIL!

orang ngelantur gak bisa tidur.

    • Wanna be?
    • Juli 10th, 2009

    Mantep..

    Good…

    Best…

    The win will go with us!!!!

    Btw
    Where R U now?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: