DIAM???


Diam adalah emas… entah siapa yang membuat untaian kata tersebut. Bagi saya, diam bisa jadi bentuk kepasrahan atas segala sesuatu. Entah itu sesuatu yang memang benar di gariskan oleh Sang Pencipta, atau pun sesuatu yang menyimpang dari kehendak Sang Pencipta.

Diam bisa pula menjadi sebuah tindakan pengecut, ketika tidak berani melawan dari segala ketersimpangan yang menzhalimi.

Ketika sebuah tindakan yang di perlakukan kepada kita , membuat kita sengsara dan teraniaya, maka tidak wajar yang kita lakukan pada saat tersebut adalah diam.

Ketika dengan mata kepala sendiri kita melihat ketertindasan telah di lakukan, maka tidak wajar sikap yang kita pilih pada saat itu adalah diam.

Pada saat syariatnya di campakan di dalam relung-relung hidup kita, di mana kita hinggap, maka brengseklah kita apabila kita masih diam.

Atau kemarin kita lihat orang yang paling kita cintai dan kita teladani di hina dengan berbagai cara yang di anggap mereka seni, yang kata mereka pula itu adalah kebebasan berekspresi, maka bencong-lah kita kalau kita cuma diam.

Maka dari itu lebih baik mati. Dari pada membutakan seluruh indra kita.. bagaikan mayat hidup yang hina dengan segala kepengecutannya, orang yang diam pada sekarang ini adalah BANGSAT SEBANGSAT-BANGSATNYA!!!!

‘Orang yang diam ketika melihat penindasan terjadi di depan matanya, adalah lebih kejam dari pada penindas itu sendiri.’ (Imam Khomeini)

(premanyangcumatakutAllah)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: