Sebuah Puisi Cerita Diri


Sebuah Puisi Cerita Diri

Kumulai puisi ini

dengan merenung diri

mengapa perjalanan hidup seperti ini

layaknya pecundang sejati

yang tak mempunyai harga diri

bagai seonggok bangkai babi

atau segumpal penyakit hati

iri atau dengki

yang menyelimuti diri

penuh dengan caci maki

sehingga bingung yang meresapi

di otak kanan dan kiri

sekali lagi..

mengapa ku seperti ini?!

Ini bukan curhat pribadi

hanya sebuah cerita diri

Menjalani hidup seperti tahi!

Yang buruk tidak suci

bahkan semua enggan mendekati

karna aku bagaikan tahi

apa yang ku cari..

hingga membiarkan diri seperti
ini

seperti tuli

seperti mati

layaknya babi

layaknya tahi

apakah aku sudah benar-benar
mati?!!!

kini ku bisa berhenti

bukan pecundang lagi

hingga suatu saat ku cermati

hingga suatu saat ku temui

pencerahan sejati!

Cahaya suci

yang membuka hati

perjuangan diri

membela di jalan illahi

tanpa rasa takut, akan benci

tanpa rasa takut akan mati

semua berani ku hadapi

inilah sebuah yang sejati!

Tak pernah lenyap maupun mati

semangat diri untuk terus
berlari

bagaikan mimpi

ku bahagia sekali

ternyata dari semua ini

adalah kontribusi di akhirat
nanti

di saat mengahadap sang Rabbi

akan memberatkan timbangan ku
nanti….

22:03 Wita.

akbar khomeini sang pejuang
sejati.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: