Ketika OTAK tak Tampak..


Ketika OTAK tak Tampak..

Gue menatap lembaran putih kosong Ms.word..

Seraya rasa bingung berkecamuk di kepala gue. Nulis apaan yak? Apaan yak? Kemaren pas lagi sibuk penuh dengan aktivitas kuliah dan ribetnya pembuatan laporan praktikum, gelora pingin nulis menggebu-gebu.. eh, pas ada waktu buat nulis, ide-ide malah hilang lenyap menerawang…

Malam ini, dingin-dingin, gue pokoknya udah bertekad paling enggak bikin satu tulisan. Walau topiknya gak jelas mau tentang apaan, ya paling enggak gue ngalur ngidul sembarangan. Soalnya gue takut banged menjalani hari-hari belakangan ini dengan bengong-bengong kosong tanpa berarti. Tanpa menghasilkan kontribusi buat nasib kelak gue diakhirat nanti.

Rasanya jadi pengen benturin kepala gue ke tombok sekeras-kerasnya. Jeduk!-jeduk! Kanapa ide-ide buat nulis jadi beku banged. Apa jangan-jangan otak gue ilang yak?! Waduh.. kalo otak gue ilang, bisa berabe nih.. Manohara pasti bakalan gak mau sama cowok yang gak ada otaknya kayak gue ini dong.. (ngaku siapa yang doyan makan otak-otak!)

Fuuhh.. Ngomong-ngomong otak yang hilang, jadi ingat cerita guyon dan menarik yang terus gue ingat. Cerita ini inspiratif banged!, bikin gue bangga jadi orang yang theis (beragama) , dan bikin gue gatel buwat ngebodoh-bodohin orang yang sombong gak mau ngakuin adanya Sang Maha Penguasa. Ceritanya begini..

Hari pertama nan indah di sebuah TK Panda yang diasuh oleh seorang Ibu guru yang berjiwa Komunis.

Ibu Guru ini mulai memasuki kelas Nol 2. Ia mulai mengajar kepada anak-anak TK tersebut tentang Faham Atheisme (Faham Tidak Bertuhan).

Ia mulai mengambil sebuah penghapus papan tulis dan berkata pada anak-anak TK di kelasnya;

Anak-anak penghapus ini keliahatan nggak?” sambil tangannya mengacung-acungkan hapusan di depan kelas.

KELIHATAAAAAN!!!”, kata anak-anak  TK serempak dan bersemangat.

Yang terlihat menunjukan Keber-ada-an maka kalau penghapus ini kelihatan artinya penghapus ini ada.. nggaaak?”, tanyanya lagi kepada murid-muridnya.

ADAAAAAAAA!!”, kata anak-anak semangat.

Kemudian ia mulai menaruh penghapus papan tulis di meja. Ia lalu  mengambil sebuah kapur putih. Kemudian berkata kembali pada murid- muridnya;

Anak-anak kapur ini kelihatan nggak?”, sambil tangannya kembali mengacungkan kapur di depan kelas.

KELIHATAAAAAN!!!”, kata anak-anak TK serempak dan bersemangat.

Nah! Kalau kapur ini terlihat berarti kapur ini ada.. nggaaak?” ,

tanyanya lagi kepada murid-muridnya.

ADAAAAAAAA!!”, kata anak-anak semangat tanpa tedeng aling-aling.

Lalu sang guru mulai memasuki doktrin-doktrin komunismenya kepada anak-anak TK tersebut.

ANAK-ANAK! TUHAN ITU KELIHATAN..NGGAK?”, tanyanya lebih semangat kepada anak-anak muridnya.

NGGAAAAAK!!” teriak anak-anak murid langsung.

BERARTI TUHAN ITU, ADA.. NGGAAAAAAK?” tanya Ibu Guru lagi bersemangat.

NGGAK ADAAAAAAAA!!”, kata anak-anak bersemangat tanpa mikir  panjang.

Di pojok belakang kelas tiba-tiba berdiri anak murid yang  paling badung dan termasuk nakal..

Lalu ia mulai berjalan dengan gagah dan sok tahu ke depan kelas. Kemudian dia berkata lantang didepan kelas;

KAWAN-KAWAN, OTAK IBU GURU KELIATAN.. NGGAAK???” tanyanya pada teman-temannya sekelas.

NGGAAAAAK!!” teriak teman-temannya sekelas langsung.

Kemudian ia bertanya lagi “BERARTI OTAK IBU GURU, ADA..NGGAAAAAAK?”

NGGAK ADAAAAAAAA!!” jawab teman-temannya serempak.

***

He..he.. cukup jelas sekali kan kalau dikepala Bu guru komunis tadi emang gak ada otaknya (ada, tapi gak berfungsi dengan benar). Dan sangat mengajarkan kalau peng-indra-an sesuatu tak hanya dipatok pada sebuah penampakkan wujud nyata..

Bayangin aja kalau Sang Maha Pencipta itu kelihatan, maka apa bedanya dengan kudanil dan manusia yang juga kelihatan??. Padahal Yang Maha Kuasa jelas harus berbeda dengan ciptaannya.

Gue jadi ingat perkataan seorang teman yang mengajarkan filosofi kentut; ‘Kentut memang gak kelihatan, tapi kita bisa tahu keberadaannya.’ Atau dalih orang baduy arab dulu yang membuktikan bahwa Sang Maha Pencipta itu memang ada, orang dari suku baduy yang identik dengan suku terkebelakang di jazirah arab berdalih; ‘tahi onta menunjukkan adanya onta..’ dan Alam semesta menunjukkan ada yang menciptakan alam semesta. Yaitu Tuhan! Logika yang cerdas dan gampang kan..?

Dan harus benar-benar diakui, dengan kekompakkan jiwa raga yang di kendalikan otak kanan dan kiri, kalau Tuhan itu bener-bener ADA!. Harus 100 persen. Dan pemahaman ini memang harus memungsikan otak dengan baik, bukan sekedar menggunakan hati saja. Karena dengan hati, kita hanya bisa menciptakan presepsi baik dan buruk. Sedangkan dengan otak lah, kita bisa membedakan halal dan haram!

Maka wajarlah kalau Tuhan itu Maha Pencipta, Maha Penguasa, Maha Mengetahui, Maha Pengatur. Yang tahu jelas sekali apa yang sebenarnya diperlukan oleh ciptaanya. Cuman sayangnya oh sayangnya.. makhluknya aja yang sombong banged gak mau pake aturan-Nya.

Misal, bayangin aja kalau kita punya komputer yang rusak, terus kita bawa ke tukang tambal ban buwat diperbaiki. Ya jelas aja gak bakalan sembuh.. Begitu juga, kalau makhluk Tuhan ‘rusak’, atau sistem kehidupan sekarang ‘rusak’ maka harus kembali pake aturan Sang Pencipta! Biar sembuh..

Dan intinya dari tulisan yang berbelit-belit ngawur ini.. ternyata otak gue gak hilang. Gue masih bisa nulis, mengenai sebuah pemikiran buwat dijejalkan ke dalam otak! Cihui!

Orang yang hampir gila,01:56 wita

    • adit
    • Juli 14th, 2009

    hehe, emang bener, sekarang yang kita perlukan adalah…
    BERONTAK BEROTAK!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: