Ikhwan Ganjen dan Dakwah Abal-abal


oleh Muhammad Saiful Amri al Mujahid

Setelah sebelumnya posting tulisan dengan judul “Akhwat Ganjen dan Dakwah Abal-Abalnya” yang lumayan dapat banyak tanggapan dan sedikit kontroversi, dan atas permintaan banyak pihak dan juga supaya terlihat pembahasannya seimbang, tidak hanya membahas perilaku akhwat-akhwat di era globalisasi, akhirnya “Ikhwan Ganjen dan Dakwah Abal-Abalnya” telah rampung dan siap dipublikasikan, walaupun sebenarnya ini adalah cerita lama, tapi ada ketertarikan bagi saya untuk membahas lagi hal ini. Sekali lagi ini bukan wujud kejengkelan atau emosi karena tingkah laku seseorang atau kelompok, tetapi sebagai bentuk ilustrasi yang harus bisa menjadi bahan introspeksi bagi kita yang mengaku aktifis dakwah, yang harusnya selalu menjaga iffah dan muru’ahnya sebagai seorang muslim yang baik.
Yang selama ini gue pahami, ikhwan dalam bahasa arab artinya adalah saudara laki-laki, semua pun tahu hal itu. Tetapi, setelah saya diskusi dengan beberapa orang teman, telah terjadi perkembangan makna dalam bahasa Indonesia ( sinekdoke totem pro parte). Sehingga ikhwan didefinisikan menjadi seorang laki-laki yang sholeh, aktivis dakwah, sering aktif di mesjid, mungkin ditambah lagi, jenggoters n congklangers.

Namun, ditengah peradaban yang semakin menggila, disertai virus-virus duniawi yang menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu… bermunculanlah Ikhwan blacklist. Ya ikhwan genit yang harus di blacklist, karena kehadirannya hanya akan membuat suram bahkan mencoreng aktivitas dakwah yang begitu dimuliakan Allah. Berikut ini, saya berhasil menghimpun criteria ikhwan genit yang harus diblaclist (dikutip dari berbagai sumber)

1. Ikhwan genit akan bergaya seolah dia paham tentang agama, tapi sebenarnya dia biasa-biasa saja. Bahkan, mungkin dia hanya mengarang-ngarang saja tentang Islam yang disampaikannya. Mungkin seperti pepatah “tong kosong nyaring bunyinya”.

2. Ikhwan genit jarang aktif di Masjid, lebih parah lagi, ikhwan genit ke mesjidnya pas waktu shalat Jum’at doing, itu pun karena gengsi kalo sampe gak kelihatan di mesjid pas Jumatan.

3. Ikhwan genit, doyan pake celana ngatung atau congklangers (katanya sih biar gak isbal), tapi anehnya hal itu cuma dia lakukan kalo di depan akhwat saja (red. Akhwat yang menjadi aktivis dakwah juga). Tapi pas berada di depan akhwat biasa (red. Bukan aktivis dakwah) maka celananya kembali diturunkan.

4. Ikhwan genit suka chating dengan akhwat dengan tujuan yang gak jelas, diskusi tentang hal-hal yang ga perlu. Ngakunya sih dakwah lewat dunia virtual, tapi nyatanya…?

5. Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa agenda yang jelas, ngobrol bisa sampe berjam-jam, mentang-mentang lagi dapet bonus pulsa tuh, udah gitu gaya bahasanya busyet… pujangga abis! Mendayu-dayu seperti penyair kawakan.

6. Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya untuk kepentingan dirinya pribadi, dan menseleksi akhwat, menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sepemahaman tidak dengan dirinya, dan orientasi pribadi lainnya.

7. Ikhwan genit memanfaatkan keahlian teknisnya untuk menarik simpati akhwat. Misalnya, skill memperbaiki komputer, HP, pemrograman, nge-blog (site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya.

8. Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat yang melintas di depannya selalu memberi penilaian, “akhwat ini 80, akhwat itu 70… dsb”

9. Ikhwan genit, so’ perhatian ke akhwat, mempunyai belas kasihan yang terlalu berlebihan. Udah kayak pujangga picisan yang menantikan romantisme seorang wanita.

10. Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan akhwat, dan gak risih dengan syuro yang berhadap-hadapan. Beuh… hati-hati sama mata tuh!

11. Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat idolanya. Tausiyah apa tausiyah tuh akh..?

12. Ikhwan genit suka menjanjikan “nikah“ kepada seorang akhwat, padahal itu masih lama banget menikahnya alias ngetek duluan, dan yang terjadi akhirnya adalah back street. Back street dari sapa..? dari hukum Alllah yang udah jelas mengharamkan pacaran, apapun embel-embelnya termasuk pacaran Islami. Wedewh….. parah gila..!

13. Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih gila lagi, menjadikannya background atau screen servernya di komputernya atau laptopnya. Makanya, buat para akhwat jangan asal mau di foto deh… nanti jadi korban ikhwan blacklist baru nyaho…

14. Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku, padahal bukunya juga ga di baca, Cuma buat pajangan di rak bukunya aja… giliran ada yang nanya tentang buku-bukunya itu dia gelagapan gak tau isinya, karena emang semua buku yang dia pajang di rak gak ada satupun yang pernah dibaca.

15. Ikhwan genit suka jalan-jalan di Sunday morning dan melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa Godhul bashor, ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.

16. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan selalu seputar akhwat, sangat sedikit membahas tentang ilmu dien, dan strategi dakwah.

17. Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat, banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.

18. Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal kelihatannya antheng & alim banget pas di depan akhwat & pas syuro’.

Itu beberapa kriteria ikhwan genit yang berhasil saya himpun dengan beberapa tambahan. Buat temen-temen saya sesame ikhwan, mohon maaf bukan berarti saya mengkhianati kalian, saya juga sudah pernah posting tentang kriteria akhwat genit (jadi berimbang). Tak perlu sakit hati apalagi membenci jika kemudian kita memiliki salah satu dari kriteria ikhwan genit di atas.

Intinya adalah senantiasa memperbaiki diri (termasuk diri saya pribadi) semoga kriteria diatas mampu menyadarkan kita kalo-kalo selama ini kita telah melakukan kelalaian dalam interaksi dengan lawan jenis. Mulai saat ini mari bersama-sama kita mengazamkan diri untuk semaksimal mungkin menjadi seorang insane yang terbaik hanya di depan penglihatan Allah Swt. tak usah perdulikan penilaian orang tentang kita, yang penting adalah Allah Ridho atas setiap langkah kita.

Semoga tulisan ini memberi sedikit kontribusi untuk dakwah kedepannya.

Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah nisacaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Ath-Thalaq: 5)

(Nb. Saya memang bukan ikhwan yang sempurna, tapi izinkanlah saya memberikan kontribusi untuk dakwah ini, walaupun hanya setitik debu…)

    • abu syaif al lamongan
    • Juli 13th, 2009

    dari tulisan diatas gue akui itu gue byanget hehehehe tapi yang jelas tulisan diatas gak mungkin ditulis tanpa ada pengalaman ato bahkan sang penulis pasti unya perilaku tersebut, jadi sifat tersebut emang dah alami n kayaknya penulis lebih parah deh hayo jangan sok jadi pengamat lo toh anda juga pelaku

  1. pengalaman itu guru terbaik mas. Kurang tahu sih apakah itu pengalaman pribadi penulis apa ngga. Syukron yaa.. hehehe

  2. kalau ikhwannya ganjen, pastinya patner akhwat genit.

  3. cukup bagus tulisannya.. memang realia, kirits ibarat obat, yang menyehatkan, mengingatkan yang lalai,

    • Ikhwan ganjen
    • September 11th, 2009

    AAAaah…..Menusuk tepat ke jantUng ku,,,dan klo ana susah berubah…
    .
    Apa lebih baek ana keluar dari komunitas dakwah remaja saja smpe jadi ikhwan 100% ???

    • selvi khairina az zahra
    • September 12th, 2009

    klo akhwat ganjen n dakwah abal2 ada ciri2nya ga?? klo ada boleh tuh di publish.. untuk koreksi diri..

    • mujahid pena
    • November 14th, 2009

    mari kita tinggkatkan shaqofah dan jauhkan diri dari jeratan setan. akhwat masalah kecil saudara ku. mengembalikan kejayaan islam baru urusan besar. mari kita jadikan dakwah sebagai poros kehidupan. keep istiqamah. (sebuah pesan tuk menyambuk diri sendiri)

    • ahmad bin sholeh bin jinda
    • November 17th, 2009

    MUNAFIQ LO PADA

  4. yuk kita sama memperbaiki diri…^_^

    • dimas agil
    • November 18th, 2009

    mari bersama-sama meraih ridlo Allah…semangat buat semuanya,,,

    • reza
    • Desember 7th, 2009

    jazakallah.. sarana tepat utk introspeksi diri

    • ahma shalihah
    • Mei 14th, 2010

    izin copy yz..

    • Hanna
    • Agustus 20th, 2010

    Kalau terlanjur dekat dan terpesona dengan ikhwan genit bagaimana…???

    • mniak
    • Desember 1st, 2011

    GOOD…GOOD…. Analisa yang cermat…..! (MAJU PERUT, PANTAT MUNDUR…..EHHH…, MAJU TERUS PANTANG MUNDUR…)

  5. bagian celana ngatung jangan dijadikan bahan seperti ini. Bagi saya ini adalah sunnah. khawatir jadi bahan olok-olokan. Okeh bro?

    #Semoga gaya bahasa tulisannya lebih cerdas. Keep posting.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: