Mengapa Harus Demokrasi?


oleh Muhammad Saiful Amri

Saya sangat bingung sebenarnya kenapa demokrasi sepertinya sudah jadi sistem yang final di negara ini dan menentangnya adalah sebuah sikap yang mungkin tabu. Padahal yang harusnya jadi pemahaman di kepala setiap orang demokrasi itu cuma alternatif sistem yang bisa diterapkan, karena awal hadirnya demokrasi pun memang seperti itu. Dan semestinya ketika kita mendapati ternyata demokrasi benar2 tidak bisa membawa kebangkitan buat negara ini, maka sepatutnyalah kita mencari sebuah alternatif yang lebih baik. Sosialisme? Saya rasa tidak, karena sistem ini juga sudah runtuh sejak lama, negara yang mengagung-agungkan sistem ini pun sekarang bukan apa-apa. Sebenarnya ada satu sistem yang benar2 sudah terbukti bisa menguasai 2/3 dunia, menjamin kemakmuran semua masyarakat yang hidup di dalamnya, dan itu bertahan selama 14 abad… Ya 14 abad… 1400 tahun… sebuah sistem yang luar biasa, dan bukan alternatif kalo menurut saya, karena hanya sistem ini lah satu2nya yang bisa membuat dunia kembali bangkit… Super System… Make a Super State… Super State Return…

  1. saling dukung itu demoktasi ya….

  2. istilah yg bagus pak….demokstasi? Demokrasi Ekstasi.

    Terima kasih

  3. Sistem Demokrsi sebenarnya hanya “dipaksakan” segelintir elit karena kepentingan sesaat. Meski belum pernah melakukan penelitian secara ilmiah, tapi saya berani mengatakan bahwa lebih 80 persen rakyat Indonesia tidak mengerti apa itu demokrasi dan apa manfaatnya. Sesungguhnya sistem apapun yang diterapkan, bagi rakyat tidak ada masalah yang penting mereka tidak tertindas, hidup aman, adil dan sejahtera. Saya yakin hanya dengan syarieh Islam yang bisa memberi jaminan seperti itu, sistem lainnya termasuk demokrasi, liberal, kapitalis tak lebih dari ilusi

    • bbr
    • Juli 12th, 2009

    Demokrasi adalah sistem politik, dan sosialis adalah sistem ekonomi jadi agak nggak yambung kalau menurut saya. Kemudian mengapa demokrasi, waduh kenapa ya … kata orang demokrasi adalah yang paling tidak jelek dibandingkan dengan yang jelek-jelek (kutipan dari François Rayon peneliti prancis).

    Kalau menurut saya kenapa demokrasi ? mungkin karena lebih baik dari pada bunuh-bunuhan atau perang setiap kali pemerintahan mau ganti … Jawaban saya adalah karena demokrasi itu damai (mudah mudahan di Indonesia tetap damai)

  4. Pak bbr yang saya hormati, sosialisme bukan hanya mencakup sistem ekonomi, sosialisme memiliki cara pandang yang khas dan unik dalam memandang hakikat kehidupan, bahasa kerennya, ia memiliki ‘kaidah fikriyah’, atau landasan berpikir. Dan pemikiran2 sosialisme adalah pemikiran diluar islam, oleh karena itu sosialisme adalah ideologi kufur. Dan sistem ekonomi sosialis hanya salah satu dari subsistem sosialisme ini.

    • Pak bbr yang saya hormati, memang itulah realita yang kita hadapi di masyarakat sekarang. Masyarakat itu memang tahunya demokrasi itu bla3, bla3, dan bla. Namun pada hakikatnya mereka tidak tahu kedok di balik demokrasi itu. Demokrasi seperti juga sosialisme, merupakan anak kandung dari ideologi kufur kapitalisme. Ia memiliki ciri2 khusus yang melekat padanya dan ciri itu bertentangan dengan islam.

      • Dan pada faktanya kedamaian, kemakmuran, keamanan yang ada di dalam penerapan demokrasi itu nihil. Selain itu demokrasi juga merupakan tirani pemimpin yang ambisius dan kepentingan asing. Dalam hal penyebaran sistem ini pun telah terbukti merupakan sistem paksaan. Demokrasi hadir di akhir pemerintahan khilafah Utsmani dan menghancurkan sendi2 kehidupan islam masyarakat. Puluhan tahun indonesia menerapkan demokrasi, dan Indonesia tidak juga makmur, malah semakin mancur. Amerika memaksakan demokrasi di Iraq dan Afghanistan dengan penjajahan. Itulah demokrasi.

    • bs
    • Agustus 24th, 2010

    kalo kondisi sekarang ini, apa kita harus lari dari demokrasi mas ? trus membiarkan partai non muslim menguasainya… hehehe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: