MEMBUNCAH


MEMBUNCAH

Emosi yang stagnan

Pikiran yang terabsolut

Jiwa yang seolah terkekang

Raga yang semakin meradang

Luka yang tertanam dihati

Seolah kehidupan panjang yang terabstrak

Memandang jauh harapan

Kedepan tanpa makna yang pasti

Inilah keadaanmu!

Hey! Sadarlah inilah bagian mu!

Skenario hidup yang memang dan terpaksa kau pentaskan!

Walau dirimu membuncah untuk berontak.,,

Semakin memainkannya dengan terpaksa, maka..

Semakin kau sadari..

Yang punyai dirimu bukanlah dirimu…..

Yang berhak atas dirimu bukanlah kau dan isi batok kepalamu….

Maka dari itu,

Inilah pelajaran.

Inilah pengalaman.

Yang dikatakan oleh bapaknya Luqmanul Hakim, sebagai ilmu mahal tak tertandingi harganya…

Yang tak mudah kau peroleh seenak menggoyangkan kelingking lentikmu..

Dan itulah mengapa kita mesti menuruti apa keinginanNya..

Karna Dialah yang berhak atas kita!

Dialah yang Maha Kuasa segalanya..

Bukan aku, kamu, atau siapapun yang sebenarnya sama saja..

Sebagai manusia biasa…

Mapolresta Banjarbaru, 28 Juni 2009 ,16.53 Wita

Durjana yang mencari hikmah..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: