MEREKA TAKUT


Beberapa waktu lalu umat Islam di Indonesia digemparkan dengan penerbitan buku “Ilusi Negara Islam” yang dikeluarkan oleh Wahid Institute dan disponsori oleh LibForAll Fondation. Sesuai dengan judulnya isi buku itu mengemukakan bahwa negara Islam yang menererapkan aturan syari’ah Islam secara menyeluruh mustahil bisa diwujudkan. Protes langsung bermunculan dari umat Islam. Ternyata setelah diselidiki ternbukti semua yang mereka tulis di buku itu hanyalah omong kosong karena tak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Tokoh-tokoh yang katanya dijadikan sebagai narasumber pun malah protes karena merasa tak dilibatkan dalam penyusunan buku tersebut. Jadi buku itu hanya berisi fitnah keji untuk memecah belah umat dan memperlemah upaya penegakkan Khilafah.

Tentu saja upaya kaum liberal itu gagal total. Ilusi Negara Islam akhirnya hanya dianggap sebagai angin lalu saja oleh orang yang beriman. Ya, seorang mukmin pasti tahu bahwa tegaknya negara Islam yaitu Daulah Khilafah adalah janji langsung dari Allah SWT. Artinya itu pasti terjadi, bahkan insya Allah segera terjadi dalam waktu dekat ini.

Sebenarnya kejadian ini hanya contoh kecil perwujudan rasa benci kaum kafir-liberal yang amat sangat kepada Islam. Sudah jelas siapa yang berada dibalik para tokoh penyusun buku itu yaitu lembaga Barat yang begitu setia mengucurkan dana berapapun asal Islam bisa hancur.

Ada hal yang cukup menarik. Jika kaum liberal dan kafir begitu tidak memercayai tegaknya negara Islam dan hanya menganggapnya sebagai ilusi belaka, buat apa mereka repot-repot mengurusi hal ini? Seandainya mereka begitu yakin bukankah tak usah melakukan propaganda menyesatkan pun khilafah tak bakalan tegak juga? Bukankah ini artinya dalam diri mereka terbersit juga keyakinan bahwa suatu saat nanti khilafah pasti tegak? Artinya jelas, mereka, orang-orang kafir dan munafik ini, sedang dilanda ketakutan setengah mati akan tegaknya Islam, sehingga mereka berupaya sekuat mungkin menghalang-halangi terjadinya hal ini.

Bisa dilihat dari tindakan mereka akhir-akhir ini. Berbagai propaganda untuk menyerang Islam sangat gencar akhir-akhir ini dilakukan. Di dalam negeri kita tak asing lagi dengan anggapan ’orang yang ingin syari’ah diterapkan adalah orang yang hanya ingin memecah belah kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai agama’. Selain itu para pejuang syari’ah selalu disebut ’golongan Islam garis keras, ekstrim, golongan fanatik’.

Di Inggris beberapa saat lalu diumumkan bahwa dalam waktu dekat ini akan disahkan undang-undang yang akan menjadi alasan kuat untuk mencap umat Islam sebagai radikalis. Peraturan itu menyebutkan bahwa orang yang menyerukan penegakkan negara Islam masuk dalam kriteria radikal dan harus diwaspadai bahkan ditangkap.

Perbuatan mereka yang lebih keji lagi adalah ketika saudara kita umat Islam di Lembah Swat Pakistan dibantai secara biadab hanya karena menginginkan penerapan Islam. Tragisnya hal ini terjadi atas izin presiden Pakistan sendiri yang merupakan antek-antek Amerika. Hal serupa dulunya juga pernah terjadi seperti pembantaian anggota PIS di Aljazair, dimusuhinya Hamas di Palestin atau penangkapan anggota Ikhwanul Muslimin di Mesir yang dilakukan sendiri oleh tangan penguasa negeri tersebut. Lihatlah, begitu gilanya para penguasa ’Muslim’ atas rasa takut mereka pada perintah Barat sampai menyingkirkan rasa takut kepada Allah dan rasa kemanusiaannya sendiri. Tanpa rasa kemanusiaan apa bedanya mereka dengan anjing peliharaan yang mau disuruh-suruh?

Memang wajar apabila kaum kafir Barat, liberal munafik, dan penguasa anjing suruhan Amerika ini begitu takut akan tegaknya Khilafah. Jika Khilafah tegak, Barat sebagai adidaya dunia saat ini pasti akan tersingkir dan tak ada apa-apanya dibanding Khilafah. Dengan sumber daya dan kekuatan luar biasa yang dimilikinya, Khilafah akan menjadi satu-satunya superpower di muka bumi.

Seperti yang kita tahu, saat ini negara-negara Muslim yang terpecah belah adalah tujuan bagi Barat untuk mengekspor budayanya yang rusak. Budaya Barat seperti pornografi dan pergaulan bebas adalah barang jualan yang sekarang paling laku untuk dikonsumsi terutama oleh generasi muda yang mudah dibodohi di negeri-negeri Muslim. Nah, bayangkan jika ketika Khilafah tegak nanti dan secara tegas budaya Barat ini dicampakkan, sudah pasti kaum kafir rugi besar kan?

Kemudian jika Khilafah tegak, Amerika dan sekutunya jelas kehilangan jajahan yang sumber dayanya bisa mereka keruk sepuasnya. Tengoklah Indonesia yang memiliki sumber daya melimpah, namun sebagian besar malah dibiarkan saja dieksploitasi oleh asing. Alasan konyol yang sering dikemukakan pemerintah membiarkan itu adalah untuk melunasi hutang negara. Padahal saya yang belum ahli di bidang ekonomi politik saja tahu, tanpa mengemukakan teori yang rumit kalau seluruh sumber daya alam Indonesia dioptimalkan akan cukup membayar semua utang itu.

Dalam sistem ekonomi politik Khilafah nanti, seperti yang saya baca di berbagai sumber, jelas negara takkan membiarkan pihak asing merampok kekayaan alam negara seperti yang terjadi sekarang. Semua sumber daya alam juga bukan negara yang menguasainya, karena itu adalah milik rakyat bukan milik negara. Negara hanya berhak bahkan wajib mengelolanya saja demi kemakmuran dan keperluan warga negara sementara kepemilikan tetap ada pada rakyat. Kemudian Khilafah takkan mengadakan sedikitpun celah untuk berhutang pada lembaga Barat seperti IMF atau World Bank sebab disadari inilah senjata ampuh asing untuk menjajah negara-negara lemah.

Jika Khilafah tegak, para penguasa antek asing akan kehilangan kesempatan mengabdi para ’tuan’ mereka sehingga imbalan-imbalan yang dijanjikan penjajah seperti kekuasaan atau jabatan serta kekayaan tak lagi bisa mereka dapatkan. Penganut liberal akan kehilangan mazhabnya. Pebisnis haram macam miras, perjudian, diskotek, media pornografi, narkoba, hingga sutradara sinetron dan film-film akan bangkrut besar. Pantaslah walaupun mengaku Muslim mereka ini juga takut akan tegaknya Islam sehingga mereka ikut menjadi penentangnya.

Masih banyak lagi alasan kenapa mereka begitu takut. Yang jelas Allah sendiri telah mengemukakan firman-Nya :

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah :Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar. Dan sesungguhnya jika kamu kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (TQS. al-Baqarah [2] : 120)

Sebenarnya mereka yang tak menginginkan penerapan hukum-hukum Allah pasti juga meyakini bahwa Islam adalah kebenaran dan solusi. Tapi mata hati mereka sudah tertutup oleh kesombongan mereka untuk mengakuinya sebagaimana kafir Quraisy mendustakan Nabi Muhammad pada zaman dulu. Kita masih berharap agar mereka mendapatkan hidayah untuk mengakuinya, jika tidak maka kitalah perantara Allah untuk menjadikan mimpi buruk mereka segera terwujud yaitu tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah. Bagaimanapun besarnya upaya busuk mereka untuk menghalangi, apakah itu berupa propaganda, cacian, pemboikotan atau malah siksaan berujung pada kematian, tak ada alasan bagi kita untuk takut. Karena sebenarnya mereka lah yang paling penakut! Juga, bukankah rugi sekali bila nyatanya kemenangan ini sudah dekat namun kita tak ikut serta menyongsongnya?

Dan ketika orang-orang kafir memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu (dari rumahmu). Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya..” (QS. Al-Anfal [8]: 30)

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.” (QS. Ali‘Imran [03]: 160)

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.”. (TQS. An-Nur [4]: 55)

Wallahu’alam bishshawb.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: