Aduh, Aduh, Mbak, Mbak, Mas, Mas


Oleh Muhammad Amda Magyasa

Fyuh, sebelum berangkat tadi, saya sempat melihat sebuah berita heboh : Indonesia kembali diteror bom. Belum jelas sih bagaimana faktanya, yang jelas dua buah hotel menjadi korbannya. Dan salah satu hotel yang menjadi sasaran katanya adalah hotel dimana sebuah tim sepakbola ternama dari luar negeri akan menginap di sana.

Sesuai dugaan, saya yakin hanya dalam kurun beberapa jam saja, pasti akan banyak komentar-komentar maupun catatan-catatan berseliweran di situs ini (FB). Dan ternyata benar, hanya dalam waktu 8 jam, ketika saya buka situs ini, telah banyak tanggapan-tanggapan atas kejadian itu.

Yang saya tidak habis fikir, meskipun motif maupun tersangka kasus ini belum jelas sepenuhnya, entah kenapa justru saya membaca beberapa statement yang justru langsung mengarah bahwa pelakunya adalah muslim ! Memang, beberapa tidak langsung menyatakan bahwa mereka menuduh muslim adalah pelakunya. Sayang, pernyataan itu sangat tidak konsisten. Lho kenapa ? Ya, disatu sisi mereka mengupas dan menyisipkan jihad sebagai alasan, yang ini jelas merupakan tuduhan yang mengarah pada muslim sebagai pelakunya. Disatu sisi mereka seolah-olah berkata bahwa mereka telah jelas menuduh muslim sebagai pelakunya.

Lebih buruk lagi, tuduhan-tuduhan tidak beralasan itu justru dibarengi dengan ejekan bahkan sindiran terhadap saudara muslim mereka sendiri. Saya tidak tahu siapa yang mereka maksud dengan tuduhan ”ekstrimis” dan ”sok tau” itu. Di luar itu, ini benar-benar menunjukkan ketidak konsistenan mereka terhadap seruan-seruan mereka sendiri. Saya masih ingat jelas kata-kata yang seringkali mereka tujukan pada aktivis dakwah yang semata mata berniat menyampaikan Islam dengan sebutan : ”Mana akhlakmu sebagai muslim yang sukanya mengejek saudaranya?”.

Lebih jauh, maaf jika notes ini terlihat tidak substansial. Saya memang tidak merasa sebagai target cemoohan mereka. Akan tetapi notes ini hanya ungkapan kekecewaan terhadap sikap yang sangat tidak terpuji seperti itu. Jika memang ada yang tidak sepakat, silakan duduk anteng dan komunikasikan baik-baik.. Saya sangat salut terhadap sikap salah seorang teman saya, yang jika ada hal yang tidak disepakatinya lebih memilih untuk membicarakannya baik-baik. Ketimbang dipendam dan akhirnya hanya bisa mengejek si target dari belakang.

(Sesaat setelah pulang dari Unlam)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: