Our styles


Our styles

Reggae

Bukan ku enggan, pikirkan masa depan..

Atau juga, bukan ku tak berangan-angan…

Tapi ku enggan, hidupku jadi beban…

Terkekang, aturan, yang menyesatkan..

Woo.. yeeah..”

(steven & coconutrez)

Tak gendong… kemana-mana..

Tak gendong… kemana-mana..”

(Mbah Surip)

Berawal dari melihat gelang seorang teman lama yang berwarna merah-kuning-hijau khas jamaika, membuat saya tergerak ingin menuliskan esai pendek ini, sekedar bercerita apa yang akan dimaksudkan. Dan itu mengingatkan saya dengan gaya hidup rastafaria.

Rastamania.. Kalian tau kaum rastamania? Yang memegang ajaran rastafaria sebagai pedoman segala tingkah lakunya? Kalau gak ngerti juga, kalian pernah melihat orang-orang berambut gimbal gak karuan? Yang biasa bergoyang dengan alunan irama khas mereka, yaitu reggae?. Ya! Almarhum Mbah Surip adalah salah satunya!

Itu lah kaum rastamania. Kaum atau sekelompok komunitas yang biasa terlihat mengenakan kaos berwarna bendera Jamaika, gelang berwarna bendera Jamaika, ataupun kupluk, tas, dan kaos kaki berwarna merah-kuning-hijau khas Jamaika. Mereka juga sering berkumpul di café-café ataupun di Bar khusus kelompok mereka. Atau biasa di temui di pinggiran jalan sambil menyorak-sorakkan salam perdamaian. Kalian tau dendangan lagu-lagunya?? Yah, contohnya seperti bait di atas. Yang di bawakan steven & coconutrez juga Mbah Surip pemusik reggae Indonesia.

Gaya hidup para reggaeman ini mungkin gak seterkenal seperti aliran semacam punk, emo, skinhead, rocker, dan yang lainnya yang gak terlalu asing lagi kita kenal di media masa atau lingkungan kita. Tetapi, rastafaria style ini cukup di segani oleh para muda-mudi di Negara lain, seperti Amerika khususnya para kulit hitam, dan para orang-orang cinta damai di seluruh dunia.

Aliran ini pertama kali di kenalkan oleh Bob Marley “The Rastaman”. Seorang Jamaika yang hingga kini sangat dihormati seluruh orang di negaranya. Juga di akui oleh bangsa-bangsa di sekitar negaranya. Soalnya Bob Marley adalah tokoh yang berhasil mempersatukan bangsa Jamaika yang waktu itu sering dijadikan budak oleh penjajah. Dengan ajaran rastafariannya yang intinya ingin mempersatukan rakyat Jamaika dengan penjajah.

Bayangkan, hanya dengan sekedar mendendangkan lagu-lagu irama khas reggae yang lirik-liriknya selalu mengacu pada perdamaian, dan pengkritikan terhadap pemerintah, Bob Marley bisa membuat perubahan besar terhadap keadaan di negaranya yang pada saat itu sedang kacau balau. Bob Marley bisa menyatukan banyak suku di Jamaika agar bersama-sama bergerak melawan ketertindasan. Bob Marley bisa membuat ribuan orang di seluruh dunia membenci perang dan selalu merindukan perdamaian.

Kalau diIndonesia mungkin persis seperti Iwan fals dan Frans Sahilatea yang dengan lagu-lagunya turut ikut andil dalam perjuangan Reformasi di negri ini. Yang walaupun dengan lagunya yang membuat pedas kuping pemerintah itu, Iwan Fals sempat di penjarakan oleh pemerintah rezim soeharto.

Dan mungkin sama pula, pada 13 abad yang lalu dengan lisan seorang Muhammad saw. yang berhasil membuat bangkit bangsa-bangsa arab jahiliyah yang bodoh menjadi kaum yang berjaya di muka bumi ini. Bahkan dengan lisan sang Muhammad pulalah terbangun negara super power Islam, yang pada saat kejayaannya itu mencakup 2/3 wilayah bumi. Sekali lagi ,hanya sekedar buah hasil dari “untaian lisan” tokoh-tokoh tersebut yang berefek luar biasa.

Sekarang, menurut gue metode Bob Marley tersebut pantas buat di contoh. Tentunya dengan sedikit modifikasi. Ya, sama. Kita tetap menggunakan lisan sebagai penyebaran ajaran kita. Namun, sedikit lebih besar dan harus lebih intensif dari pada Bob Marley. Soalnya, kita tidak hanya menyuarakan ‘suara’ kita pada negri tempat kita berada saja. Tetapi, meluas keseluruh alam semesta. Dimana ada ciptaan sang Maha Kuasa.

Kita juga akan membuat trendsetter khas kaum kita juga. Segala pernak-pernik kita akan kita jadikan universal style di Bumi ini. Gaya rambut, pakaian, tingkah laku, aturan, sistem akan selalu sesuai dengan gaya kita yang diperintahkan oleh Pencipta kita. Dengan sebelumnya mengubah yang ada ini, yang sudah bobrok dan tak layak pakai.

Segala aktivitas di bumi ini juga harus mengikuti gaya hidup aliran kita. Yah.. paling tidak gerakan kita ini persis bahkan sama dengan yang dilakukan Muhammad saw. Pada saat awal-awal perjuangannya menyebarkan alirannya. Okey? Let’s bahana-kan lisan perjuangan kalian! Chaa… youuuu…!!! (premanygcumatakutsamaAllah)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: