Pribadi Terbaik


Oleh Ferry Irawan KS

Sambungan dari SIAPAKAH IDOLA LOE???

Alhamdulillah akhirnya bisa ngelanjutin kembali sambungan dari artikel sebelumnya. Walaupun sempat ga ada semangat untuk nulis, tapi tiba2 aku teringat dengan kalimat motivasi yg pernah aku baca. para pemalas menggunakan MOOD sebagai alasan untuk tidak bertindak, sedangkan para penulis menendalikan MOOD untuk menghalau kemalasan.
Sebenarnya pada artikel siapakah idola loe??? Mendapatkan sebuah kritik yang sangat bagus dari salah seorang sahabat. Dia mengatakan bahwa kata idola berasal dari bahasa inggris, idol yang artinya tersirat sebagai sesembahan (berhala). Tapi menurut pendapat pribadiku sendiri idola adalah sosok manusia yang mampu merubah dan memotivasi kita menuju arah yang lebih baik, tanpa menuhankan sosok tersebut. Tapi aku menghargai pendapat salah seorang sahabatku, dan agar tidak terjadi pro kontra kebahasaan…hahay.. maka kita ganti idola menjadi panutan, nggak beda jauhkan artinya.

Lalu siapakah sosok panutan yang aku rekomendasikan buat kalian semua???. Tanpa saya sebutkan namanya mungkin kalian semua tahu siapa sosok tersebut, Dan jawabannnyaaaa aadaaalllaaahhh…. Ya benar sekali dia adalah nabi Muhammad SAW. Sosok yang didalam Al Quran menjadi suri tauladan yang baik buat seluruh umat manusia.

Baiklah aku akan sedikit memberikan autobiografi panutanku, Nabi Muhammad SAW. Kalian pasti bosan ya, karena mulai zaman ingus lu masih dilap sama nyokap, sampe upil lu sekarang bewarna hitam n’ nangkring dibawah hidung lu. (itu kumis tolol) masih aja diceramahin tentang akhlak rasulullah. Eitss, tenang dulu sob aku nyampeinnya beda dengan ustadz2 yg sudah biasa ngeberi obat insomnia kalo lu lg dengerin ceramahnya. Ya minimal lu tetap meleklah, kalo masih ngantuk juga. Coba deh bayangin muka aku, insyaAllah, nggak ngantuk lagi. (PD banget lu fer..) “ya sekali2 bolehlah”

Beliau adalah orang besar, tak ada yang membantah diusia 12 tahun menjadi manajer unit usaha internasional Abu thalib sampai ke Syam, dan dialah sales yg menjadi kunci sukses kafilah dengan kejujurannya. Usia dua puluhan dia menjadi pengelola utama bisnis besar yang diinvestasikan Khadijah. Dia, entrepreneur dengan sifat terbaik: shiddiq (jujur). Amanah (kapabel), fathanah (smart), dan tabligh (informatif); sifat2 yang kini dirujuki teori enterprenureship modern.

Beliau seorang panglima, administrator militer yg tidak ada bandingannya dalam sejarah. Sepuluh tahun diMadinah, 30-an ghazwah beliau pimpin sendiri disamping 300-an sariyah (detasemen) yang beliau bentuk dan berangkatkan. Dari segi jumlah ini saja, Napoleon Bonaparte kebanggan Eropa, George Washington ataupun Simon Boliviar-nya Amerika latin tak mampu menandinginya.

Adakah orator dengan daya tahan sekaligus daya mempertahankan masaa seperti beliau??? Menjelang wafat beliau pernah berkhutbah setelah Shubuh sampai Dzuhur, dilanjutkan lagi sampai Ashar, lalu dilanjutkan lagi sampai Maghrib tanpa seorang pun bosan, tertidur, mengantuk, ataupun bersuara kecuali untuk memenuhi seruan beliau. Bahkan, sebagaiman dituturkan Tsauban dalam hadistnya, para sahabat begitu terbawa suasana sendu, semua mencucurkan mata, seolah khutbah itu merupakan salam perpisahan dari sang kekasih tercinta. Saya ragu, apakah Sukarno dan Napoleon III mampu menyamainya.

Popularitas beliau sangat melegenda bahkan sampai sekarang ini. Tahukah anda nama Muhammad adalah nama yang paling banyak dipakai didunia ini. Saya tak yakin jika Che Guevara dapat menyaingi popularitas beliau walaupun kaos oblong ataupun stiker didunia ini hanya bergambar wajahnya.

Adakah tokoh yang paling disegani didunia ini, selain beliau??? Bahkan setelah 14 abad meninggalnya beliau, Makamnya selalu dipadati manusia diseluruh penjuru dunia sepanjang tahun. Saya sangat ragu apakah makam raja pop dunia, Michael Jackson akan tetap ramai dikunjungi orang sampai 14 abad setelah dia meninggal???

Bentuk keagungannya berbeda dengan Kisra, Persia, n Qaishar romawi. Umar pernah menangis menyaksikan beliau tidur beralas tikar kulit kasar yang berbekas bilur. “Sungguh Ya Rasulallah, Kisra dan Qaishar bertelekan diatas bantal dan permadani suteranya, pelayan pun hilir mudik menyediakan keperluannya, sementara kedudukanmu disisi Allah jau lebih mulia…”, keluh Umar. Ini salah satu keluhan yang kurang beliau sukai, tapi dengan senyum termanis yang pernah disaksikan dunia, beliau jelaskan pada sahabat yang selalu bersemangat ini, “Apakah engkau tidak ridha mereka mendapatkan dunia sedang kita menyimpan akhirat wahai Ibnul Khaththab”

Beliau memang penguasa yang kekuasaannya tak kalah dengan kisra dan Qaishar, tentu beliau layak sejajar dengan mereka dalam fasilitas. Tapi yang beliau kuasai tak Cuma wilayah, rakyat, dan tentara.., yang beliau taklukkan adalah hati, untuk diseur bersama dan berpadu, mengesakan Allah, Ilah yang satu.

Beliau adalah sosok laki2 yang romantis, beliau adalah suami yang sempat mengajak isterinya balap lari(ciyee kaya pilm India). Atau meredakan kecemburuan sang istri dengan memencet hidungnya. Beliau membiasakan panggilan khumaira (yang kemerahan roman mukanya), aisy (Aisyah kecil) dan panggilan saying lainnya didalam rumah. Bahkan is wafat dalam pelukan – sambil berciuman sampai air ludah menyatu – dengan isteri tercinta (oww so sweetttt cwittt cwiiitt). Disela masa sibuk memimpin kaum muslimin beliau sempat menambal baju, membersihkan terompah, bahkan menggiling gandum dan memerah susu untuk sarapannya.

Beliau adalah Pemimpin besar dunia ini. Kalau dalam kepungan Ahzab para sahabat hanya mengganjal perutnya dengan satu batu karena lapar, tapi beliau mengganjal dengan dua batu. Tapi disaat itulah, disaat keadaan paling genting, ketika Madinah terjepit menunggu sapuan pasukan sekutu, beliau adalah yang paling tenang dan menenangkan, bahkan memberikan motivasi dengan sekutu yang ‘mustahil’ menurut pertimbangan akal.
Tetangganya begitu tentram, aman dari gangguan tangan dan lisannya. Bahkan unik, saat beliau dimusuhi di Makkah. Musuh yang ingin membunuh beliau pun masih percaya untuk menitipkan barang2 miliknya pada beliau.

Begitulah… kemuliaan tak pernah jemu mengiringi setiap langkah Rasulullah sejak sebelum nubuwwah. Lalu apa sebenarnya yang didustakan oleh kaum Musyrikin dari beliau? At Tirmidzi meriwayatkan dari Ali bahwa Abu Jahl pernah mengatakan. “Wahai Muhammad.. kami tidak mendustakan dirimu. Tapi kami mendustakan apa yang engkau bawa!”

Beliaulah sosok yang istimewa, yang mana perkataannya, perbuatannya, bahkan sikap diamnya adalah sebuah sunah yang sangat dianjurkan untuk diikiuti.

Diakhirat kelak kita akan bersama dengan orang yang kita cintai. Maka dari itu cintailah orang yang dapat membawa kita pada kenikmatan yang kekal…

REFERENSI

A. Fillah, Salim, 2005, gue never die, Yogyakarta: Pro-u media

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: