Pantikan Spirit Islam Penggugah Jiwa Remaja (Resensi buku Menggenggam Bara Islam, Abay Abu Hamzah)


IDENTITAS BUKU

Judul : Menggenggam Bara Islam

Pengarang : Abay Abu Hamzah

Penyunting : Fauzan al-Banjari

Penerbit : Raudhoh Pustaka Yogyakarta

Dimensi Buku : 20,5×14 cm

Tebal : 179 hlm.

Harga : Rp. 35.000,00

Cetakan Pertama Ramadhan 1430 H / Agustus 2009

PEMANTIK SPIRIT ISLAM PENGGUGAH JIWA REMAJA

Sebagai sebuah buku yang didedikasikan spesialbagi remaja muslim, buku ini mampu tampil dengan “ramah”. Sistematis namun tidak kaku dan terlalu teoritis, sebab formulasi yang disusun penulis begitu baik sedemikian rupa sehingga pembaca terus dibuat merasa enjoy sampai tak merasa lagi sudah mencapai bagian akhir buku. Bagian per bagian subbab dipaparkan dengan renyah, bahasa yang sangat ringan, contoh yang nyata dan mudah dibayangkan (kisah teladan rasul, para sahabatnya, generasi terdahulu, dan cerita kehidupan sehari-hari), serta retorika yang aduhai, terkadang tumpah dengan luapan emosi penulis. Anehnya setiap bagian buku ini sarat dengan isi dan muatan ideologis yang memotivasi dan siap membakar ghirah Islam pembacanya.

Dari awal bagian buku, pembaca dijelaskan mengenai konsep Islam sebagai satu-satunya akidah yang benar, anti-doktrinasi dan mampu menjawab berbagai tantangan akal tentang keyakinan akan Ketuhanan Allah swt. Penulis mengajak pembaca agar imannya tak serapuh kerupuk karena justru iman sekokoh karanglah yang patut dibanggakan oleh seorang yang mengaku bersyahadah. Hal itulah yang menjadikan generasi sahabat, tabi’in, ulama’, mujahid dan orang-orang sholeh terdahulu mampu menjadi generasi yang kuat lagi mulia. Mereka berhasil membangun peradaban yang sangat maju dan selalu menginspirasi sepanjang masa. Justru berantitesis dengan kaum berikut kebudayaan Arab jahiliyah yang bodoh, terbelakang dan sangat tidak terhormat. Penulis berusaha memupuk jiwa kebanggaan pembaca akan keislamannya. Dan, berhasil!

Lalu dari sini lantas pembaca diajak untuk mengambil konsekuensi dari keimanan itu sendiri, yakni memenuhi seruan Allah untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai seorang mukmin : menaati syariatnya dalam segala aspek kehidupan, bukan dalam hubungan kepada Allah (ibadah) saja, melainkan kepada sesama manusia dalam muamalah, dan diri sendiri dalam akhlaq.

Lebih jauhnya, penulis menjelaskan bahwa Islam adalah agama da’wah, oleh karenanya Islam tidak akan bisa tegak tanpa ada da’wah, bahkan generasi kita saat ini mustahil dapat merasakan manisnya iman tanpa perjuangan da’wah ulama, hamilud da’wah dan mujahid pendahulu kita. Ia menekankan pentingnya da’wah dan bergabung dengan jamaah da’wah, sebab Rasulullah saw telah mengajarkan dengan sangat gamblang urgensi dari da’wah Islam terutama dalam da’wah berjamaah tersebut.

Seperti apa yang menjadi judul buku, bagian ending buku ini menjelaskan bahwa mengemban Islam dengan penuh ketaatan termasuk mensyiarkannya adalah jalan yang teramat berat layaknya orang yang menggenggam bara api. Hanya ada dua pilihan bagi manusia, menggenggam atau melepasnya. Jalan keistiqamahan adalah jalan yang penuh onak duri, namun siapa yang berhasil melalui ujian keimanan & keistiqamahan tersebut, maka niscaya pula Ia mendapat ganjaran setimpal dari apa yang ia lalui, yakni surga dan beserta isinya yang telah dijanjikan Allah.

Lama berkecimpung dalam kegiatan da’wah keislaman terutama dalam segmentasi remaja, penulis buku, Ustadz Abay Abu Hamzah (atau dikenan dengan Sarbayni) sudah dengan sangat baik menuangkan sebagian ilmunya dalam buku ini untuk kita pelajari. Namun sangat disayangkan, ada satu hal yang kurang diantisipasi, yakni desain kover buku yang kuran menarik dan ”tidak meremaja”. Kover didominasi warna gelap dan cenderung kurang nilai filosofisnya. Lebih jauh lagi, tata letak dan tipografi yang amburadul, semakin membuat kover tidak enak dipandang. Hal ini tentu sangat fatal karena berpengaruh langsung terhadap minat pembeli, penjualan, serta lepasnya pembeli dari target utamanya yakni remaja.

Sudah seharusnya pihak penerbit lebih profesional dalam melihat masalah ini. Sepertinya perkara budget bukanlah alasan yang tepat bagi penerbit (Ar-Raudhoh) untuk melupakan pentingnya aspek desain komunikasi penerbitan buku (apalagi kovernya), mengingat penerbit sendiri notabene sudah banyak menerbitkan dan memanajemen penjualan buku-buku Islami.

Walau demikian, buku ini tetap menjadi rekomendasi penting bagi para remaja untuk dibaca dan dimiliki. Untuk mereka yang masih sering bertanya-tanya tentang konsep Islam yang sejauh ini lebih dipandang sebagai doktrin. Mereka yang ragu pada keimananya. Atau sebaliknya mereka yang telah ingin menjadi bagian dari barisan pengemban da’wah. Mereka yang masih haus akan iman, ilmu dan motivasi untuk berpegang teguh pada agamanya, seraya lantang berkata, ”Kupenuhi amanah-Mu untuk menggenggam ‘bara’ ini Yaa Allah!”.

  1. sayang mnurut saya resensi ini berantakan, tidar runut
    diedit sedikit bakal menarik

  2. maaf, itu error di meja editor wordpressnya pak.

    • ummu adillah
    • April 7th, 2010

    welldone buat pak abay juga yg telah meresensi buku ini… next time bikin resensi yg lebih nendang, key..
    gudjob..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: