Merdeka yang Sesungguhnya


oleh Ahmad Dityawarman

(aarrrrggghhhh, telat! biar kagak update, tetep ane posting aja smoga bermanfaat..)

Ada-ada aja ya cara ngerayain 17 Agustus tahun ini. Saya sempat terbengong-bengong waktu nonton di tipi kalo ada upacara bendera yang diadain dalam air agar dalam memeringati hari kemerdekaan kali ini bisa lebih menimbulkan kesan yang dalam, katanya. Kegiatan yang diadakan di Bunaken itupun kabarnya juga berhasil mecahin rekor dunia, dalam kategori penyelam terbanyak.

Nah pren, saya juga nggak mau kalah nih. Gimana kalo 17an tahun depan kita juga ngadain upacara dalam air, tapi dengan cara yang lebih spektakuler. Kalo mereka ngadainnya di bawah laut, kita nyelam ke dalam empang dekat rumah saya aja pasti bakalan lebih heboh kan pren. Pasti seluruh stasiun tipi berebut pengen ngeliput aksi kita itu. Ayo, siapa yang tertarik silakan aja daftar sama saya, n ajak temen kalian sebanyak-banyaknya. Tapi ingat pren siapin penjepit hidung paling keras, soalnya empang dekat rumah saya itu kebetulan terhubung dengan saluran WC penduduk sekomplek jadi yaa gitu deh. Hehe jangan dianggap serius ya, nggak ada kerjaan banget sih mau-maunya ngelakuin yang begituan.
Yak, kembali pada perayaan 17an.

Kita tahu di berbagai lingkungan masyarakat baik di kampung-kampung maupun di kota, selalu diadakan lomba-lomba yang khas tiap tahunnya. Contohnya panjat pinang, lari kelereng, hingga makan karung n balap kerupuk (eh sori sengaja kebalik). Di kampung saya juga ada lomba khusus buat ibu-ibu lo, yaitu lomba nangkepin belut. Lomba ini heboh juga soalnya waktu nangkap belutnya ibu-ibu yang ikut lomba itu biasanya pada teriak-teriak histeris. Nah, kalo mau lebih heboh lagi sebenernya saya punya usul, kenapa nggak ngadain lomba nangkep buaya aja sekalian?
Yakin, Kita Sudah Merdeka?

Oke sekarang kita serius dikit. Mungkin mayoritas orang Indonesia udah pada hepi-hepi aja memperingati hari yang katanya hari proklamasi kemerdekaan ini. Namun, apakah hanya dengan upacara susah payah nyungsep dalam air en lomba-lomba tadi, kita udah dapat mendalami makna kemerdekaan yang sesungguhnya? Jelas nggak kan? Waduh, kalo begini kasian betul para pahlawan yang udah rela berjuang sampai mati demi kemerdekaan. Masa pengorbanan yang mereka lakukan sampai hilang nyawa dibayar rakyat Indonesia hanya dengan karung n kerupuk, tanpa mau memahami arti kemerdekaan itu sendiri. Terlalu!!

Sekarang saya cuma mau ngajak kita semua mikir. Apa sih kemerdekaan itu? Kemerdekaan adalah kondisi ketika kita bebas dari segala macam bentuk perbudakan n penjajahan pada seluruh aspek kehidupan. Sepakat? Oke, tapi ada lagi timbul pertanyaan, apa benar kita udah merdeka seutuhnya dalam segala aspek? Memang pada 17 Agustus 1945 yang lalu, kita berhasil merdeka, bebas dari penjajahan namun itu kan baru secara fisik atau militer.

Gimana di bidang lainnya?

Kita liat di bidang ekonomi. Negara kita mau-maunya tunduk pada suruhan IMF n Bank Dunia untuk ngutang sama mereka dengan dalih itu bantuan untuk negara berkembang. Akibatnya Indonesia jadi negara penghutang besar n jadi ketergantungan dengan bantuan ekonomi dari lembaga-lembaga antek Amerika itu. Efek lebih lanjut, Barat dapat maksain kemauannya pada negara kita misalnya nyuruh pemerintah Indonesia ngejual kekayaan alam kita dengan murah. Udah nggak terhitung lagi dengan jari tangan bahkan ditambah jari kaki gue sekalipun berapa jumlah sumber daya alam kita yang dikuasai oleh pihak asing, kayak surga minyak Blok Cepu n tambang emas terbesar di dunia di Papua. Sementara pihak asing seenak udel mereka ngerampok harta yang seharusnya milik rakyat itu, 50% penduduk Indonesia masuk dalam kondisi miskin berdasarkan standar Bank Dunia! Tau apa itu miskin? Artinya hidup melarat tau! Melarat pangkal dari berbagai masalah kayak kebodohan, penyakitan, kejahatan, kelaparan sampai kematian, kan?

Apa keadaan seperti ini berbeda dengan jaman Kompeni dulu? Nggak kan?
Tengok di bidang kebudayaan. Saban hari kita dicecoki dengan gaya hidup, perilaku, atau cara berpikir Barat melalui media kayak tipi n majalah. Akibatnya lahirlah budaya hidup hedonistik n liberal yang serba bebas. Yang paling memprihatinkan generasi muda yang teracuni tontonan n pemikiran budaya rusak ini, sehingga mereka nganggap apa aja yang berasal dari Barat itu harus diikuti n trendi. Lihat cara berpakaian mereka, kekurangan kain man!

Pergaulan bebas, biasa tuh! Miras n narkoba, nggak gaul lo kalo nggak nyoba! Ini sih lebih parah dari budaya Indonesia dulu saat dijajah Belanda kan!
Lalu cermati di bidang hukum. Ternyata hukum n perundangan negara kita masih didominasi oleh hukum-hukum warisan Belanda! Kita bangga besar merdeka dari penjajah Belanda, tapi kenapa kita enjoy aja make undang-undang bikinan Belanda dalam nyelesain berbagai masalah kita? Belum lagi hukum di negara kita ini bagaikan mandul sebab masih nggak mampu menuntaskan pelbagai masalah kriminalitas n bikin pelaku kriminal jera.

Kejahatan masih merajalela, mulai dari pencurian, perampokan sampe pembunuhan, bahkan pake mutilasi segala, ckckck. Apa artinya merdeka jika dimana-mana keadaan tak bisa dijamin keamanannya?
Dari fakta-fakta ini patut dipertanyakan n patut dicurigai, apakah betul bangsa ini udah meraih kemerdekaan yang sesungguhnya. Karena emang negara kita nyata-nyata masih terjajah walaupun tak lagi secara fisik. Bahkan penjajahan modern ini sebenernya jauh lebih berbahaya coy, sebab kita nggak secara langsung merasakan dampaknya n menyadarinya.

Menurut saya, yang makin bikin kita nggak sadar itu salah satunya adalah perayaan 17an yang kadang berlebihan n nggak masuk akal. Kan ada tuh, konser artis dengan tema kemerdekaan. Plis deh, mereka itukan, artis itu maksudnya, salah satu agen penjajahan dengan senjata budaya n tren yang mereka bawa. Kok bisa-bisanya tereak-tereak merdeka gitu? Naah, belum lagi remaja yang nggak mau kalah, pengen juga ngadain konser-konser begituan. Ujung-ujungnya kok malah tawuran? Hahaha, ini berita yang juga saya liat di tipi, konyol banget siii?

Cih, Masih Terjajah, Bung!
Dalam buku ”US Departement of State Strategic Plan” (2000), disebutkan bahwa AS menerapkan strategi baru dalam menjajah negeri-negeri lain yaitu dengan mempromosikan nilai-nilai dasar Amerika yang luhur demi kepentingan nasional mereka. Sasaran sentralnya adalah negara berpenduduk mayoritas kaum Muslimin, karena menurut mereka Islam merupakan kunci dari kebijakan luar negeri mereka. Nah lo, lagi-lagi Amerika ngajakin berantem nih!

Sekarang penjajahan ini udah nampak dengan begitu jelas di mata kita. Menurut saya, orang yang masih waras tentu nggak mau terus hidup dalam kondisi yang terjajah kayak gini. Maka yang harus kita lakukan adalah berjuang agar kita bisa merdeka! Karena penjajahan yang terjadi saat ini nggak lagi secara fisik, maka kita juga harus melawannya dengan tanpa kekerasan. Artinya lo nggak perlu lagi ngangkat bambu runcing kayak jaman dulu begitu juga dengan cara kekerasan lain semisal bom bunuh diri yang lagi ngetrend-ngetrendnya sekarang.

Gimana caranya? Pahami dulu apa sebab kita masih dijajah. Ternyata akar masalahnya adalah negara kita masih menganut ideologi n sistem yang datangnya dari penjajah, yaitu kapitalisme. Indonesia juga masih ngemban pemikiran-pemikiran rusak ajaran Barat seperti demokrasi dan nasionalisme. (Wih, bingung? Baca pembahasannya di mafahimcenter.wordpress.com)
Ingat, penjajahan adalah metode baku dari ideologi kapitalisme untuk dapat menguasai negara lain demi kepentingannya. Makanya jangan heran kalo yang namanya penjajahan, baik fisik maupun secara pemikiran, nggak bakal lenyap dari muka bumi ini sebelum ideologi kapitalisme ini runtuh terlebih dahulu.

Karena dijajah secara ideologi dan pemikiran, maka kita juga harus ngelawan dengan ideologi n pemikiran tandingan yang kita yakini ampuh mampu mengatasi segala problem hidup kita. Ideologi yang turun langsung dari Sang Pencipta, sehingga udah pasti terjamin sempurna mengatur segala aspek kehidupan kita. Itulah ideologi Islam, yang udah terbukti pernah berjaya bahkan paling lama dibanding ideologi lainnya.
Satu-satunya cara untuk ngebebasin diri kita dari penjajahan adalah dengan memperjuangkan kembali terwujudnya kehidupan Islam yang berdasarkan ideologi Islam. Kita buang segala pemikiran najis yang berasal dari ideologi kapitalis-sekularisme. Tanamkan pemahaman Islam secara ideologis pada diri kita, lalu kita sebarkan pemikiran super ini pada umat Islam yang lainnya. Kesadaran ideologis ini bakal berproses mewujudkan kemerdekaan hakiki dalam diri individu-individu Muslim, n selanjutnya dapat membentuk kesadaran kolektif untuk mewujudkan kemerdekaan hakiki dalam bentuk kehidupan Islam.

Dilema Balap Karung
Ada yang pernah bilang negeri kita ini kondisinya mirip dengan peserta lomba balap karung. Pernah ikut lomba ini? Yah nggak bermaksud sombong nih, tapi saya pernah meraih juara III di bidang ini (dari 3 peserta lo).
Baik, sekarang serius cobalah amati orang yang sedang ikut lomba balap karung. Mereka berusaha supaya sampai ke garis finish secepat mungkin, namun mereka tertatih-tatih karena terhambat oleh karung yang mereka pakai. Anehnya, walau tau karung itu menghalangi mereka mencapai tujuan mereka, karung itu bukannya dilepasin bro, tapi malah dipegang erat-erat.

Nah, sama kan kayak kita. Bangsa kita katanya pengen jadi bangsa yang maju, but kenapa masih aja make pemikiran plus budaya yang datangnya dari Barat sono? Bukankah itu yang malah jadi belenggu kita sehingga nggak bisa maju-maju, tapi kok kita enjoy aja tetep memakai pemikiran rusak itu, malahan kita adopsi dalam kehidupan kita?

Ckckck.. Ya udah, sekarang pilihan ada di tangan kita kok. Kalo cuma mau tetap bermental kerupuk, pasrah aja dengan penjajahan ini, yah itu terserah kalian kan. Atau tetap aja bangga-banggain diri membebek atau ngikut2 trennya penjajah? Tapi seorang sahabat saya yang tergila-gila pada revolusi pernah berucap : Salah satu tanda kehidupan adalah melawan ketika dijajah. Heh, artinya walau raganya masih bisa bergerak, metabolismenya tetap jalan, sistem digestinya aktif mencerna makanan, nafasnya masih teratur, tapi tetep diam ketika dijajah, itu sama aja dengan mayat hidup, kan? Mau?

    • Elyana
    • Agustus 17th, 2010

    wouw….. bner2!!!
    Gw se7 bgtz tu!!!! qta blum mrdeka ne….
    ayo SEMANGAT… perjuangan kan kemerdekaan yg HAKIKI!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: