Ancaman Terakhir Untuk Demokrasi


oleh Martias al-Fatih

Ada sebuah percakapan guru sekolah dengan muridnya yang sudah lulus.

G : Kamu masih aktif di ****** ? (salah satu harokah)

M : Masih pak !

G : Berarti kamu nanti golput ?

M : (Hanya tersenyum)

G : Berarti kamu ga mau ada pemimpin ? Berarti kamu ga mau dipimpin ?

M : Memang selama ini kita ga punya pemimpin, dan Kriteria pemimpin itu gimana ?…….

 Dialog antara guru dan seorang muridnya yang sudah lulus, mungkin terdengar seperti kisah fiktif, padahal ini terjadi beberapa jam sebelum ana menulis artikel ini, dan ini terjadi pada ana. Seorang guru yang dijuluki guru paling pintar disekolah ana, guru matematika yang juga mengajar bahasa pemrograman bahkan mengajarkan ana bahasa Arab.

Memang guru-guru juga ga asing sama ana, ana bukan anggota OSIS bahkan ana cuma anggota ROHIS tanpa menjabat apapun, tetapi guru yang mengenal anak sebagai “tukang demo”, orang yang suka mengkoordinir anak-anak untuk ikut “demo”, bahkan anak yang bandel yang ga mau cabut atribut keislamannya dari tas sekolah, sampai dikecam sama kepsek waktu itu.

 Jadi ketawa kalo inget itu, lalu apa salahnya ana tidak memilih? Ana bukan ga mau punya pemimpin tetapi memang selama ini kita ga punya pemimpin, Kriteria pemimpin itu bagaimana? Sebagai orang islam pasti merujuk sama Rasulullah SAW pastinya, tetapi apakah Rasulullah berjuang dalam parlemen?, memang zaman baheula ga ada istilah parlemen.

 Tetapi apakah Rasulullah menerima tawaran orang kafir sewaktu ditawarkan tiga TA (harTA,tahTA, waniTA) ?. Hanya mengulang kata temen (pinjem yeee) tahta yang ditawarkan oleh orang kafir tentu bisa memuluskan dakwah Rasulullah di Mekkah, lalu kenapa Rasulullah memilih membangun negara di Madinah?, itu ana artikan bahwa Rasulullah berjuang di ekstra parlementer.

 Revolusi ga harus dari parlementer kok, Rasulullah tidak memilih masuk kedalam kepemimpinann orang kafir, karena sama saja Rasulullah mendukung sistem orang kafir. Dia memilih membentuk kader yang kuat di Madinah dan melakukan banyak dialog terhadap para penguasa dan menerima kekuasaan dari para penguasa.

 DEMOKRASI YANG KAMI TENTANG

 Demokrasi adalah hal yang paling kami tolak, udah dijelaskan sebelumnya pemilu adalah uslub (cara) yang juga bisa kita lakukan, tetapi demokrasi adalah hal yang bertentangan dalam islam, Demokrasi lahir dari ide pemisahan agama dari kehidupan, sedangkan islam mengatur semua kehidupan kita bahkan dalam berpolitik (bahasa gaulnya siyasah).

Demokrasi lahir dari akal manusia yang terbatas sedangkan islam berasal dari wahyu (bukan nama !), tentu saja vox populi vox dei tidak ada dalam islam manusia tetap lemah walaupun mereka banyak, itu bukan jadi keputusan Tuhan. Dan demokrasi mengenal banyak kebebasan :

  1. Kebebasan beragama ( makanya orang murtad itu boleh )
  2. Kebebasan bertingkah laku ( mau ciuman di muka umum sama bukan muhrim juga ga dilarang )
  3. Kebebasan kepemilikan ( emas di Papua punya freeport, minyak di blok Cepu punya exxon )
  4. Kebebasan berpendapat ( kalo Rasulullah SAW dihina kita ga boleh marah )

 Apa semua itu sejalan dengan islam ?. Demokrasi mengenal musyawarah tetapi gimana musyawarahnya ? Sama rakyat kecil apa sesama pejabat yang punya kepentingan?.

 Pemilu yang diadakan oleh negara ini sudah tidak rasionalis, dulu pemerintah menaikkan harga BBM dengan alasan minyak naik dan negara sangat defisit , tentu pemerintah merencanakan untuk menambah hutang sekarang. Buktinya untuk sebuah pesta lima tahunan pemerintah mendadak kaya dengan jumlah dana pemilu mengalahkan jumlah dana pemilu di Amerika (di Amerika sekitar Rp.10 Trilliun-an).

 Untuk pasang iklan di TV ada beberapa partai yang mengeluarkan dana untuk iklan sampai 200 Milyar dan tentu ada yang lebih dari itu, belum termasuk yang lainnya. Mau hitung-hitungan?

Gaji Presiden Rp.62.497.800,-

Gaji WAPRES Rp.42.548.670,-

Dengan fasilitas lain dan dana operasional/Taktis presiden sebesar 24 Milyar setahun (http://www.presidensby.info/index.php/pers/siaran-pers/2006/01/01/89.html)

 Di hitung gaji seorang presiden selama lima tahun adalah total Rp.3.749.868.000 ( Tiga Milyar lebih), itulah gaji presiden selama lima tahun menjabat, dan apakah dana kampanye seorang capres hanya ratusan juta ? Untuk level capres bisa lebih dari gaji mereka selama 5 tahun menjabat, lalu untuk apa dia menjabat kalo untuk hitungan sederhana aja rugi ?

Gimana cara mereka balik modal ? Atau mungkin mereka dapat sumbangan dana kampanye ? Suatu hal yang pasti kalo mereka mendapat kucuran dana dari “luar”, apakah semua dana itu gratis ? Bullsh*t kalo gratis, untuk itulah mereka rela dikontrol oleh orang-orang yang memberikan dana kepada mereka yang otomatis para yang punya uang berkuasa untuk membuat UU di Indonesia walupun tidak pro rakyat.

 Demokrasi bertentangan dalam islam dari segi kemunculannya, aqidah, pandangan tentang kedaulatan dan kekuasaan, mayoritas, dan kekuasaan semua bertentangan. Apa mereka tidak pernah membaca Al-Qur’an ? Sudah jelas di surat Al-Maaidah ayat 50, Allah bertanya hukum siapa yang lebih baik? Hukum dari manusia atau hukum dari pembuat manusia ?.

Sudah saatnya kita sadar ngapain sih masih mau terpengaruh sama kotak besar yang ada disetiap rumah dam setiap hari apa yang ditampilkan didalamnya dijadikan kebenaran oleh kita? Itulah tekhnik jaringan Freemansory mereka adalah penipu kelas dunia yang bisa menjadikan kesalahan jadi kebenaran dan sebaliknya.

UNTUK PARA PEJUANG KALIMATULLAH, PENTING !

 Untuk para pejuang Allah (bahasa kerennya Jundullah) para tentara Allah yang berjuang demi tegaknya islam dimuka bumi, demi mendapatkan ridho Allah SWT dan jannah-Nya. Tolong sebarkan peringatan ini kepada pejuang-pejuang lainnya yang sama berjuang seperti kita (peringatannya aja, artikelnya ga penting). Orang kafir sudah merencanakan hal yang matang untuk menjebak kita, pasca pemilu adalah hal yang sangat rawan bagi kita.

 Hal yang rawan ini akan terus berlanjut ke pemilihan presiden di bulan Juli (mungkin !) bahkan setelahnya pun adalah hal yang sangat rawan bagi kita. Kenapa rawan? Ba’da mencoblos adalah hal yang dimanfaatkan kafir untuk menebar teror, mereka akan mensabotase pemilu dengan rapi, menyewa preman untuk melakukan kerusuhan agar mereka menuduh kita melakukan itu.

 Mereka akan meneror dengan ancaman bom dan membuat kerusuhan dimana-mana, lalu dengan pers yang mereka kendalikan mereka akan membuat seolah kitalah pelaku semua itu, kitalah para teroris yang tidak senang terhadap pemilu dan tentu dengan perantara pers di TV mereka akan membuat kitalah kambing hitamnya.

 Inilah hal yang berbahaya untuk kita, acara yang akan kita adakan pasca pemilu bisa dianggap acara terorisme, masirah yang kita adakan dianggap radikal dan itu bisa menjadi alasan pemerintah untuk menangkap kita. Ana tidak mengada-ada ! ini terjadi setiap pasca pemilu dan selalu berulang. Inilah tolong sebarkan untuk kita saling waspada.

 Mereka tidak akan pernah senang terhadap kita selama tangan kita masih bergerak dan mulut kita masih berbicara, karena itulah ketakutan mereka, siaga penuh untuk setiap pejuang Allah agar tidak terjebak oleh perangkap orang kafir dan antek-anteknya. Pemilu adalah pemborosan massal yang sudah berkali-kali dilakukan di Indonesia dan tidak ada perubahan di masyarakat.

 Mereka para penguasa akan hidup berkecukupan dengan rakyat sebagai tumbalnya, kerusuhan pasca pemilu dan sabotasenya adalah untuk menjadikan kita sebagai tumbal juga. Maka boikot demokrasi dan tetaplah waspada terhadap ini, ini bisa dianggap genting, sangat genting.

  1. keep Istiqamah..! keep fight…!!

    • Amad Al-Liwa
    • Desember 8th, 2009

    Bagus nih tulisan.. Runut, dan sistematis namun tetap dalam bahasa renyah(emang batu)..

    Sip..

    Alasan yang logis mengapa antum mengatakan Tidak untuk demokrasi..

  2. benar2 artikel yang sangat menggugah!!
    maju terus para pejuang dakwah!!
    insya Alloh tidak lama lagi khilafah akan segera tegak, amiin, amiin, amiin!!
    Allohuakbar!!
    mari bersatu dan bersama2 dalam berdakwah, mengingatkan kepada seluruh umat bahwa khilafah sangat penting!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: