RAV’s (Russians, Arabs, Villains)


Bukan Resensi oleh : Gilang Afkara

 Jangan repot-repot klik imdb, RAV bukan judul film. RAV adalah satu istilah dalam dunia perfilman Amerika yang merupakan singkatan dari Russians, Arabs, Villains. Orang Rusia, orang Arab dan para penjahat. Entah istilah macam ini benar adanya atu tidak, yang jelas RAV disebutkan dalam sebuah film fiksi tentang rokok, “Thank You for Smoking” yang dibintangi Aaron Eckhart. Aaron Eckhart berperan sebagai Nick Naylor, juru bicara utama Akademi Kajian tembakau, lembaga riset yang didirikan dan didanai oleh “The Seven Dwarf”, sindiran bagi 7 orang CEO perusahaan rokok besar di sana. Tujuan Akademi Kajian Tembakau yang diklaim sebagai lembaga ilmiah ini hanya satu, yaitu mencari bukti ilmiah bahwa rokok tak bersifat adiktif, dengan kata lain tak membuat orang kecanduan.

 Nick Naylor mewakili kepentingan industri rokok yang tentu saja mengharapkan semua orang merokok dan kecanduan. Tugasnya adalah bicara, menjadi perantara antara masyarakat dan rokok. Tampil di acara TV, berdebat dengan senator, hadir di sidang kongres, menyuap orang, dan seterusnya. Banyak sekali hal yang menarik dan menggelitik dalam film ini. Semoga saya tidak kebablasan menceritakan semuanya dalam bukan resensi kali ini. Diceritakan dalam film ini, industri rokok merasa penjualan makin turun. Isu kesehatan benar-benar menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Dan rokok yang sejatinya adalah racun menghadapi banyak tekanan dari senator, kalangan LSM, dan banyak aktivis kesehatan lainnya. Nick kemudian muncul dengan ide kembali memasukkan rokok dalam film. Untuk itu, Nick harus pergi ke L.A untuk menemui Jeff Megall, seorang agen super hollywood. Di sinilah singkatan RAVs muncul. Jeff Megall menjelaskan pada asistennya bahwa kunjungan Nick di kantornya adalah untuk membuat rokok bisa dimasukkan dalam film dan dikonsumsi oleh selain RAVs. Nick sendiri pun bertanya, “Apa itu RAVs?” Jeff menjawab, “Russians, Arabs, and Villains.” Nick langsung mengerti, “Oh, well, then yes, i guess that is why i’m here!

 Sebagaimana banyak orang memahami, ada 3 macam kecerdasan yaitu IQ, EQ, dan yang terakhir ESQ. Akan tetapi dalam sebuah forum seminar tentang pendidikan, salah seorang pembicara dari UGM menawarkan satu macam kecerdasan lagi, yaitu “IDQ”. Apa itu? Maunya sih “kecerdasan ideologis”. Yah begitulah, orang UGM memang ada-ada saja… Saya juga pernah mendengar teori kebangkitan dari seorang UGM bahwa kebangkitan itu ada 3 tingkatan. Tingkat paling rendah adalah kebangkitan fisik, yaitu bangkit ketika dirinya diinjak-injak, tubuhnya disakiti, haknya dirampas, dan seterusnya. Kebangkitan kedua adalah kebangkitan intelektual, yaitu bangkit karena merasa kondisi yang dilihatnya tidak sesuai dengan pengetahuan yang dia miliki. Dan level kebangkitan tertinggi adalah kebangkitan ideologis. Bangkit karna bukan hanya karna pengetahuan, tapi juga pemahaman yang mendasar dan menyeluruh tentang kehidupan. Kebangkitan terakhir ini memang dahsyat karna tidak pandang bulu atau status. Laki-laki dan perempuan, miskin atau kaya, pandai atau bodoh, pejabat maupun rakyat jelata, semuanya bisa mengalami kebangkitan ideologis. Begitulah.

 Orang yang mengalami kebangkitan ideologis akan nampak bersemangat dan sangat aktif. Yang jelas ketika seseorang mengalami kebangkitan ini, otomatis dia juga akan memiliki kecerdasan ideologis. Tingkat kekritisanya bisa berbedabeda antara satu orang dengan lainnya, tergantung semangat belajarnya juga. Kebangkitan ideologis tentu memiliki saat-saat pasang surut. Suatu ketika bisa saja orang bersangkutan mengalami bosan, loyo, dan tampak kurang bersemangat. Akan tetapi, kecerdasan ideologis yang dimilikinya akan tetap melekat dan bahkan bisa makin terus menguat dengan segala sesuatu yang dilihat dalam perjalanan hidupnya.

 

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: