Untuk siapa saja yang mengatakan: Aktivis dakwah = Penghujat


Sambil menikmati teh hangat, aku bersama kedua orangtuaku duduk rileks menyaksikan program pagi sebuah stasiun televisi. Tampak di layar dua orang bersetelan rapi sedang membacakan berita terkait kemiskinan di daerah Jawa Tengah. Aku cuma menoleh, dan kembali mataku kuarahkan ke layar Handphone. Kedua orangtuaku pun tak ada respon dengan berita tadi. Keduanya tetap fokus dengan obrolannya.

Layar televisi beralih menjadi tayangan aksi ratusan mahasiswa yang menolak pelantikan Presiden terpilih: SBY-Boediono. Disebutkan, para mahasiswa kecewa dikarenakan menteri yang disusun SBY kental dengan tokoh tokoh neolib (Sambil para demonstran menampilkan foto menteri keuangan, Sri Mulyani). Sontak melihat aksi itu, fokusku teralih ke layar televisi. Refleks akibat “emosi”, mulutku pun bersuara: ”Wajar ae di demo, urang udah jelas neolibnya..”. (Translete: Wajar aja di demo, wong sudah jelas neolib..). Tampaknya tayangan televisi dan celetukanku barusan menyulut “fanatisme SBY”nya kedua ortuku.

Keduanya menghentikan obrolan. Bapakku pun bersuara,

Apanya yang demo neolib-neolib, memangnya jadi Presiden itu gampang?!”.

Aku cuma berkomentar singkat,”Presiden di demo karena orang orang yang udah ketauan neolib koq dipertahankan.. Niat gak sih ngebawa perubahan?”. “Udahlah, di coba aja dulu.. mungkin aja dulu cuma salah ngambil kebijakan dan sekarang mau belajar dari kesalahan..” Sambung Bapakku.

Gak usah banyak banyak pah, UU SDA; UU Minerba, UU Penanaman Modal, UU BHP adalah sebagian kecil UU yang tidak pro rakyat yang sudah “sukses” dijalankan pada periode sebelumnya. Eee belum apa-apa, baru aja, UU Kelistrikan yang TIDAK PRO RAKYATpun akhirnya disahkan. Siap siap aja nanti harga listrik bakal naik 5-6 kali lipat.. Kurang “belajar” apa lagi?” Kali ini aku gak tinggal diam.

Yang pasti kan Pak Presiden gak sembarangan.. Yang dipilih beliau pasti orang orang yang berpengalaman..”

Lanjut Bapakku lagi. “Bukannya bilang orang orang yang dipilih beliau itu gak becus pah.. Tapi yang perlu ditekankan di sini: Konsep neolib yang di bawa oleh sebagian menteri yang dipilih beliau itu yang diprotes orang.. Mereka mungkin ahli. Ya tapi ahli dengan berdasar dan berkerangka pada NEOLIBERALISME dalam menjalankan tugasnya. Maka siap siap aja kebijakan yang dihasilkan pun tidak akan pro pada rakyat. Kalau sudah begini, apakah para menteri dan Pak Presiden yang rugi? Enggak, tapi rakyatlah korbannya..”(Fyuh, sambil tetap menjaga intonasi saat ngomong dengan ortu..) ***

Fanatisme Berlebihan

Muhammad Amda Magyasa cuma mahasiswa biasa. Tampang biasa. Dan otak yang biasa biasa saja(Terbukti, masuk 10 besar di kelas XI dan XII IPA 1 SMASA selalu gagal..). Tapi entah kenapa kalau sudah ngomong tentang kebijakan pemerintah yang gak pro pada rakyat, maka label “pintar” pun tiba tiba terlontar.. eh, maaf.. kurang lengkap: :

”Sok Pintar”.

Sangat lekat dalam ingatan saya bagaimana kata-kata itu terlontar:

“Loe kira jadi pemimpin itu gampang?”

“Udah deh lu aja yang jadi presiden sono !”.

Saya bingung. Apakah label “Sok” itu akan hilang dan hanya bersisa label “Pintar” saja, jika saya berkata: “Wah, selamat dan sukses untuk pak Presiden atas prestasi dan usaha kerasnya yang telah menaikkan harga BBM dan mengelabui rakyat dengan slogan “BBM, Turun Tiga Kali”nya. Tingkatkan Pak ! Saya diam aja pak. Silakan lanjutkan pak.. Lanjutkan Kapitalisme dan penyengsaraan rakyat pak..!”

Ah..~ jika benar begitu, mungkin kata kata Naruto akan jadi pilihanku: ”Jika itu yang namanya pintar, maka bodoh selamanyapun aku tidak apa-apa” [Adegan Naruto ketika terbaring di Rumah Sakit dan di minta Jiraiya untuk tidak mengejar Sasuke]. Sikap Fanatisme SBY pun semakin kentara. Label “kaum penghujat”pun sepertinya akan menambah catatan gelar mahasiswaku. Padahal gelarku sudah cukup panjang: Muhammad Amda Magyasa, BSS, BAA(Bukan Siapa Siapa Bukan Apa Apa).

Aku memang bukan mahasiswa Jurusan Bahasa ataupun bergelut di bidang kesastraan. Tapi masa untuk membedakan yang namanya: menghujat dan mengoreksi gak bisa?

Presiden Gob*ok, Presiden Breng**k, Gak Becus, Bo*oh, Gak Berpendidikan!

ITU BARU NAMANYA MENGHUJAT. Yang namanya menghujat itu orang yang gak punya solusi. Bisanya ngomong doang, nyalahin orang doang tanpa bisa ngejelasin jalan keluarnya kaya gimana. Apakah lantas orang bersuara atas suara penderitaan rakyat kecil yang terzalimi dan orang yang ingin negerinya lebih baik serta berupaya menawarkan Islam dengan Syariahnya bisa disamakan dengan penghujat?! Maka jika diam dan terus sepakat dengan keadaan terpuruk ini disebut “Pintar”, lagi lagi aku akan memilih kata-kata Naruto: “Jika itu yang namanya pintar, maka bodoh selamanyapun aku tidak apa-apa” *** Entah apakah benar fanatisme SBY yang menghalangi dan membutakan mata kita akan keadaan yang sangat jelas di hadapan ini, ataukah karena kerasnya hati kita dalam menerima kenyataan dan kebenaran.

Yang pasti, UU Kelistrikan yang telah disahkan, diangkatnya kembali tokoh tokoh neolib dalam jajaran kepemimpinan, BLT yang tidak lagi masuk APBN 2010(padahal inilah janji SBY pada saat debat Capres lalu), Kerusakan moral dan akhlak, penistaan Islam yang terus menerus terjadi, seharusnya cukuplah membuka mata kita yang selama ini tertutup. Cukup dan tidak perlu lebih banyak penderitaan lagi agar kita mau memecah karang kesombongan dan kerasnya “fanatisme SBY”(kalau ada) di hati.

Cukuplah ini semua menyadarkan kita bahwa negeri ini tak bisa berharap pada pemimpin yang tetap akan membuang Syariah Islam dari kehidupan. Apakah penderitaan dan segala bencana tidak cukup untuk menjadi peringatan? Wallahu a’lam

Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Namun mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Karena itulah, Kami menyiksa mereka akibat perbuatan mereka itu.” [Al-A’raf (7): 96]

(Muhammad Amda Magyasa)

Banjarmasin, Oktober 2009

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: