Asyiknya Jatuh Cinta


oleh Fajar Gemilang Ramadani

“CINTA” sebuah rangkaian huruf yang memiliki berjuta-juta makna. Sebuah kata yang senantiasa memberikan berbagai macam keindahan kehidupan. Sebuah kata yang mampu membuat orang menjadi gila. Sebuah kata yang mampu merubah dunia.

Cinta adalah kekuatan yang mampu
Mengubah duri menjadi mawar
Mengubah cuka jadi anggur
Mengubah malang jadi untung
Mengubah sedih jadi riang
Mengubah setan jadi nabi
Mengubah iblis jadi malaikat
Mengubah sakit jadi sehat
Mengubah bakhil jadi dermawan
Mengubah kandang jadi taman
Mengubah penjara jadi istana
Mengubah amarah jadi ramah
Mengubah musibah jadi muhibbah
Itulah Cinta versi KCB

Menarik ketika berbicara masalah cinta. Manusia sebagai makhluk insani tentu pernah merasakan yang namanya cinta. Karena Allah sebagai Sang Pencipta begitu agung telah memberikan kita sebuah potensi yang luar biasa, yaitu naluri. Kalau saya sering menyebutnya sebagai gharizah An-nau’ (naluri untuk melestarikan jenis).

Mari kita cermati puisi di atas yang telah tertulis dalam sebuah novel best seller karangan Kang Abik, yang juga telah divisualisasikan dengan film dengan judul yang sama dengan novelnya. Tersurat betapa cinta mampu menciptakan sebuah paradoks yang sangat menarik. Merubah sesuatu yang secara matematis tidak dapat dirubah. Mungkin itulah kekuatan cinta.

Jika kita melihat realita yang ada sekarang, tentunya tidak sulit bagi kita untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar kita untuk mencari contoh manusia-manusia korban “keganasan” cinta. Media elektronik dan produsen-produsen film dan sinetron pun seakan tidak pernah bosan menelurkan karya-karyanya tentang cinta. Memang suatu hal yang tidak akan pernah berakhir jika “ditutorialkan”. Banyak kisah disekitar kita, ketika bagaimana 2 insan yang telah jatuh cinta dan dimabuk asmara, rela melakukan apapun yang diinginkan oleh kekasih hatinya.

Dunia seakan milik mereka berdua, sedang yang lain cuma ngontrak. Bagaimana ketika mereka harap-harap cemas menunggu sms dari sang pujaan hati, menanti kabar terakhir dari belahan jiwa. Menanti jawaban atas ajakan untuk jalan bersama, melepaskan berton-ton rasa rindu yang sudah lama terpendam. Cie… So Sweet. Untuk bertemu dengan “si do’i” jangankan hujan lebat, badai katrina pun akan dilalui, hanya untuk bersua dan menatap wajahnya yang rupawan. Sungguh indah dan luar biasa apa yang bisa dilakukan oleh cinta.

Ketika kita rela untuk meninggalkan semua kebiasaan buruk kita kalau yang meminta adalah sang kekasih. Dan kita berusaha senantiasa ingin memberikan yang terbaik bagi pujaan hati kita. Tak ingin dia mendapatkan sesuatu dengan kelas 2, maunya selalu memberikan kelas VIP. LUAR BIASA!

Sayangnya cinta sering tidak diposisikan pada tempat yang tepat. Kebanyakan manusia sekarang terjebak dalam sebuah penjara yang bernama “CINTA MONYET”. Banyak manusia yang keliru dalam memaknai cinta yang sejati, dan terpaku pada cinta semu tanpa dasar yang kuat lagi kokoh.

Mungkin inilah sedikit resep cinta yang ingin diajukan saya selaku penulis, agar kita bisa merasakan kenikmatan dan kebahagiaan hidup yang hakiki baik di dunia maupun di akhirat semoga bermanfaat bagi kita semua.

Sebagaimana sabda Rasulullah, ada 3 hal yang mampu membuat kita mampu merasakan manisnya iman.

1. Mencintai Allah dan RasulNya memlebihi kecintaannya kepada yang lain.

Kekuatan cinta inilah yang dimiliki generasi sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, dan generasi-generasi salaf terdahulu. Mereka meletakkan cinta kepada Allah dan RasulNya diatas segala-galanya. Terbukti kekuatan cinta ini ampuh dan bagai menjadi bius bagi Bilal bin Rabbah yang ditindih batu ditengah teriknya matahari padang pasir seraya melantunkan kata, “Ahad… Ahad…”. Cinta seperti ini pula yang mampu menghipnotis Mush’ab bin Umair untuk meninggalkan segala kehormatannya, kekayaannya, dan keluarganya ketika disuruh untuk keluar dari Islam. Itulah sepenggal kisah kekuatan cinta yang dahsyat, jauh lebih dahsyat dari dahsyat yang dibawakan oleh Luna Maya dkk.

2. Mencinta seseorang karena kecintaannya kepada Allah dan Rasulnya.

Tentunya kita takkan bisa luput dari kecintaan kepada manusia lainnya. Karena cinta kepada manusia yang lain itu adalah suatu fitrah. Yang penting disini bagaimana kita mampu melandasi cinta kita kepada manusia yang lain dengan kecintaan kita kepada Allah. Bagaimana kita meluruskan orientasi cinta kita kepada kedua orang kita, kepada keluarga kita, kepada sanak famili kita, saudara-saudara muslim dengan orientasi cinta kepada Allah. Dan tentunya bagaimana kita mampu memanajemen cinta kita kepada lawan jenis kita, ketika memang telah sampai waktunya. Caranya mudah, yaitu dengan melampiaskan perasaan cinta kita dengan cara yang telah ditentukan oleh Allah. Bagian ini insya Allah akan di buat note khusus, jadi sabar saja menantinya.

3. Benci kembali kepada kekufuran, sebagaimana ia benci kalau dicampakkan ke dalam neraka.

Manusia adalah tempat salah dan khilaf. Itulah yang sering dikatakan oleh orang-orang. Memang benar, tidak ada manusia di dunia ini yang suci dari dosa, kecuali Rasulullah. Yang terpentng adalah bagaimana kita mampu mengembalikan kredibilitas kita dihadapan Allah setelah melakukan kekhilafan. Kita berjanji kepada Allah tidak akan melakukan kemaksiatan lagi dan senantiasa berusaha selalu melakukan amal kebajikan. Kita takut seandainya kita melakukan kesalahan lagi dan akan mendapatkan azab dari Allah. Kita takut dan benci kalau kita kembali kepada masa-masa jahilliyah kita.

Mungkin itu sedikit resep dari saya sebagai penulis, semoga bisa menjadi bahan introspeksi bagi saya khususnya, dan bisa menjadi sebuah inspirasi bagi para pembaca.

Mari kita benahi perasaan cinta kita, agar perasaan cinta kita berbuah surga dan ridho-Nya, jangan sampai rasa cinta kita kita berubah menjadi murka dan azabdariNya. Naudzubillah.

Banjarbaru, 3 Desember 2009

  1. aduh-aduh fajar,…. puisinya bikin yang baca pada gemeteran

  2. hhaha.. fans dahsyat?..😉

    ehm.. point yg ke-2 tu ska di jdiin alesan bwt ‘pacaran islami’ kan?..😉

    • Wah. iya, sayangnya itu karena memahami hadits dgn salah kaprah. Cara terbaik mencintai seseorang krn kecintaan pada Allah dan Rasulnya adalah dgn menikahinya. wallahualam

    • fajar
    • Desember 14th, 2009

    santai z dik ae..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: