Bait-bait Kejumudan


Kawan, perjuangan ini begitu sunyi, perjalanan ini begitu stagnan, langkah ini begitu melelahkan. Padahal kemenangan belum datang, perjalanan masih panjang, sedang banyak lenterah sudah jat uh berguguran. Kadangpun harus kita terima kekalahan, kekalahan dari seberkas cahaya kemenangan Sang PemiliK Janji.

Kadangpun asa terputus berharap pada lingkungan, harapan terbatas pada ketakwaan individu, jumud menyatu, bukan tak mungkin aku raib tersapu.

Namun demi Allah Tuhan Yang menguasai imanku, berimanlah aku pada-Nya dan Rasulullah Muhammad yang mulia. Mimpi tlah bertransformasi jadi cita, cita tlah membangun visi, dan sebentar lagi visi itu menjadi realita.

Sungguh, Yaa Allah, kuatkan iman dan azzamku semata untuk meraih ridho-Mu.

Jikalau ini lurus maka istiqamahkanlah, jikalau ini munkar maka jatuhkanlah! Aku berlindung kepadamu dari bisikan setan penghembus kejumudan. Hanya kepadaMu aku memohon petunjuk. Hanya kepadaMu aku meminta pertolongan.

Yogyakarta, saat mulai berontak

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: