IDEOLOGI ADALAH SENJATA (sebuah realita perjuangan)


Oleh Ardhi Irawan

Jika Anda katakan bahwa kami sekedar omong belaka. Maka biar, kami todong batok kepala Anda; ideologi adalah senjata!

ADA YANG sedang menguras energi tenggorokannya, untuk berorasi memanaskan mimbar. Untuk mengusir segala setan keraguan dan ketakutan berjuang di benak pendengarnya. Ada protes-protes, dalam derap aksi yang angkuh dihadapan kekuasaan yang dzalim. Di tengah derap aspal yang panas itu pula, ribuan gelak takbir menggema mengganggu telinga mereka yang tak terbiasa mendengar kalimat tauhid. Di lain kamar, ada yang sibuk meraut menajamkan penanya. Coba meng-agitasi para pembaca untuk bergerak setelah sekian lama menua dalam kejumudan. Atau memainkan pikiran dan kata, untuk bersilat dan memukul balik segala opini batil yang coba menghantam ideologinya.

Di tengah malam, saat para pemalas kelelahan akibat cinta yang membosankan. Beberapa pemuda justru merayapi dinding, nge-lem puluhan pamflet buram hitam putih. Hasil teriak-teriak singkat dalam jiwa, yang bakal mempropaganda, memberi energi, untuk kampus yang mati di keesokan harinya. Di lain pihak, satu forum yang sepi, sekelompok pemuda-pemudi mengadakan seminar. Menakar argumen, intelektualitas, dan memaksa ideologi lain untuk tunduk di hadapan kebenaran Islam.

Atau bahkan, kelompok-kelompok kajian kecil. Empat-lima orang berdikusi, berdebat, dan mengkaji tentang sebuah kesepakatan, “Bagaimana melahirkan satu kebangkitan yang menang, bukan kesemangatan yang gagal?” Lalu, lagi-lagi lahir kader baru.

Untuk menggantikan, sebagian yang dibelahan bumi lain yang telah pergi dalam syahid. Atau yang keluar dalam kekecutan.

Itulah yang terjadi. Ketika sebuah ideologi Islam telah merasuk dalam satu individu, dia akan meminta semua aliran jalan keluar yang disanggupi. Dia merasa butuh untuk disampaikan, disebarluaskan, tak bisa ditahan-tahan. Yang menahan, bakal mati karena gelisah.

Dia juga tak bisa dikaitkan, diajak campur aduk, apalagi kompromi. Mereka paham bung! Bahwa karakter ideologi itu saling bunuh. Prinsip akidahnya Islam, telah membungkan kaum musyrik penyembah berhala dan yang dimurkai kalangan Nasrani dan Yahudi. Demokrasi dengan kedaulatan rakyat dan suara mayoritasnya bakal hancur di atas kedaulatan suara syara’. Kapitalisme, si setan uang bakal mampus dihadapan ajaran Tauhid yang anti materialisme. Apalagi komunisme! Bisanya cuma menghargai manusia sebatas benda-benda mati yang bisa berdialektika dan berevolusi. Sekularisme juga tertolak, sebab Islam menuntut penyerahan diri yang kaffah .

Apa yang tidak datang dari Allah dan Rosul-Nya, adalah sampah! Sejarah akan menjadi tong sampah besar yang menampung mereka.

Kita meyakini sepenuhnya, bahwa kebangkitan Islam secara konkrit terwujud dengan tegaknya hukum syariah di bawah naungan khilafah. Dan jalan menuju itu tidak lain dengan penyadaran massal. Di mana umat, paham dan meyakini bahwa sistem ini adalah sebuah kewajiban. Satu-satunya jalan keluar dari segala keterpurukan. Pilihan untuk kembali memimpin dunia untuk memberi rahmat bagi sekalian alam. Hingga kita bisa berdiri tegak, dan menampik segala sistem kufur yang telah kelewat lama menginjak kita.

Mereka boleh berpikir, kita cuma sekedar bicara atau berwacana belaka. Tapi tahukah kawan, mereka itulah yang justru payah. Para tukang gerutu yang cuma menginginkan hasil; segala yang matang, mental instan! Mereka tak mau berjibaku, bersusah payah di jalan perjuangan yang sunyi ini. Jangan salah, omong, kata-kata, dan wacana kami adalah remah-remah pemikiran dari satu sumber, Islam. Dengan sabar dan lamat-lamat, yakin suatu hari nanti akan lengkap. Untuk membangun satu mozaik utuh, bernama kesadaran Islam.

Di titik itu, dunia akan terhentak, melihat umat yang selama ini rendah dan mereka jajah. Tiba-tiba membuang segala pemikiran dan perasaan kufur. Meraung melepas rantai sistem busuk. Dan dengan damai, mengganti sistem ini, dengan sistem Islam yang mereka yakini secara hakiki kebaikannya.

Kesadaran yang mengantarkan kita kembali kepada kehidupan Islam dibawah naungan khilafah. Semuanya bakal terwujud, jika perjuangan ini sudah cukup untuk menyambut pertolongan Allah itu turun.

  1. Tidak ada kekuatan apa pun yang mampu menghalangi bara pemikiran ideologi Islam.

    • Ideologi (mabda’) adalah kunci kebangkitan segala peradaban, begitu pula peradaban yg akan kita bentuk. Peradaban yg akan segera kita songsong, Islam pemimpin Millenium ke-III.

      jzk akh

      -admin-

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: