Jatoh Aja Dapat Pahala! (Cerita Kakek Buta)


Oleh Ferry Irawan Kartasasmita

Semoga ini bisa menjadi renungan buat kita semua. Cerita ini merupakan kisah nyata, tapi aku lupa terjadi pada zaman apa. Kalo ngga di zaman sahabat atau dizaman khilafah apa yaa? Lupa nich

Kelihatannya ada yang ngga sabar lagi, langsung aja deh…

Sebelumnya kisah ini banyak diedit sedikit oleh penulis. Ini dikarenakan aku lupa detail ceritanya. Tapi keseluruhan cerita Insyaallah sama aja.

Seorang pria tua dan buta bangun pagi untuk sholat subuh di mesjid (sebenernya lupa sih solat apa, tapi anggap aja sholat shubuh. Kalo ada yg protes datangin aja rumahkau..ahaha). Mungkin karena sudah menjadi kebiasaannya, setiap sholat 5 waktu, ia menyempatkan untuk sholat berjamaah dimesjid. Sekedar gambaran, zaman dulu mesjid belum banyak, ga kayak sekarang, menoleh ke arah manapun sudah terlihat mesjid.

Zaman dulu mesjid jauh-jauh dari rumah penduduk, jumlahnya juga bisa dihitung jari.  Sudah itu jalan juga ga ada lampunya, tapi itu tidak menyurutkan langkah si kekek ini.. (ya iyalah, orang dia aja buta, ada lampu ato ngga kayanya ga ngaruh deh…hihihi).

Si kakek siap-siap untuk berangkat, karena orang buta mempunyai mata bathin yang kuat sehingga bisa mengingat jalan yang sering ia lalui. Pake GPS juga bakal kalah deh sama tongkat sakti si kakek.

Setelah berpakaian rapi dan berwudhu, si kakek langsung menuju mesjid dengan semangat dan senyum yang lebar. Ditengah jalan menuju mesjid, si kakek terjatuh bajunya kotor, badannya kesakitan (encok kali yaa). Bingung juga si kakek ini, ga kaya biasanya. Biasanya batu sebesar apapun kalau disandung ga sampai ngejatuhin orang. Si kakek sakit hati… biar buta-buta kaya gitu gengsi juga tauk jatoh dijalan.

Tapi si kakek ga mengeluh, dia langsung pulang kerumah membersihkan bajunya dan berwudhu lagi. Lalu ia berangkat lagi menuju mesjid. *ga kapok nih kakek, ayo semaangat kkeeek!!”

*serius mode on, ga ada wibaya ni crita kalo bcanda mulu”.

Dalam perjalanan kembali ia jatuh lagi ditempat yang sama. Sekali lagi ia bangkit dan berganti baju dan berwudhu lalu lagi-lagi ia menuju mesjid.

Ditengah jalan ia bertemu dengan seseorang. Lalu si kakek bertanya kepada pria misterius itu. Pria itu menjawab,

“Saya melihat anda jatuh 2 kali diperjalanan menuju mesjid, jadi saya akan menemani anda untuk sampai ke mesjid dengan aman”

Si kakek mengucapkan terima kasih, saat sampai dimesjid si kai mengajak pria itu untuk sholat berjamaah. Pria itu lantas menolak.
Si kakek mengajak terus hingga berkali-kali dan lagi-lagi jawaban pria itu sama. Yaitu menolak untuk sholat berjamaah. Si kakek lalu bertanya.

“Kenapa anda menolak untuk masuk dan sholat?”

Pria itu pun menjawab. “Aku adalah setan”.

Si kakek terkejut dengan jawaban pria itu. “Bukankah setan mengajak manusia untuk berbuat kemaksiatan lantas kenapa anda menolong saya untuk sholat menghadap Allah
Setan kemudian menjelaskan.

“Saya melihat anda pergi ke mesjid dan sayalah berupaya menjatuhkan anda, agar anda mengurungkan niat anda untuk beribadah. Lalu anda pulang kerumah membersihkan badan dan kembali kemesjid, Allah lantas memaafkan dosa-dosamu”.

“Saya membuatmu terjatuh untuk kedua kalinya. Dan hal ini tidak membuat anda berubah pikiran untuk tinggal dirumah saja. Anda tetap memutuskan untuk pergi kemesjid. Karena hal itu Allah memaafkan seluruh anggota keluargamu. Saya khawatir jika saya menjatuhkan anda ketiga kalinya. Jangan-jangan Allah memaafkan dosa seluruh penduduk. Jadi saya memastikan bahwa anda sampai kemesjid dengan selamat”

***the end***

Kesimpulan yang dapat kita ambil….
Dengan kekurangannya saja si kakek tetap bersemangat beribadah kepada Allah, lantas mengapa kita yang dilahirkan sempurna, masih belum memaksimalkan ibadah. Setiap langkah kita menuju mesjid diganjar dengan satu pahala dan satu derajat untuk kita.
Sesungguhnya setan tidak akan pernah rela kalau manusia beribadah kepada Allah. Kalaupun kita tetap teguh imannya untuk beribadah kepada Allah. Maka setan berusaha semaksimal mungkin agar pahala yang kita dapat berkurang dan niat kita berubah menjadi tidak ikhlas.
Dan jangan pernah mengurungkan niat baik yang akan kamu lakukan karena kamu tidak akan pernah tahu ganjaran apa yang akan didapatkan.

SETAN TIDAK AKAN PERNAH RELA, SEBELUM IA MENDAPATKAN TEMAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI NERAKA.

…dikalakejenuhanmakinmenggila…

Iklan
  1. mari kita tingkatkan semangat ibadah kita!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: