UNTUKMU BROTHER 15+ (Cewek Dilarang Baca!)


oleh Martias Alfatih

Salam kawan, bagaimana kabarmu hari ini? Ngomong-ngomong berapa umur kalian? Yuk kita patokin aja bahwa umur kita 15 tahun keatas, hehe.. bukannya mau bahas berbau porno makanye dibatesin buat 15 tahun keatas dan khusus buat laki-laki tulen n normal, sory kalo ga normal mending menjauh aja, eh dibilangin menjauh! Dasar ga normal! Hehe..

Bro, kita udah baligh dan mudah-mudahan pikiran kita juga udah dewasa dan mau lihat jauh kedepan, sangat jauh.. sejauh apa? Yang pasti sejauh mata memandang, Gubrak! “Hoi mau ngelawak apa ngapain?” hehehe mangap (maaf) bro, rileks dikit jangan tegang-tegang banget, toh bukan acara khitbahan hehehe…

Bro, bagaimana dengan hidup kita masing-masing? Target apa yang udah tercapai? Pernah terpikirkan ga sih untuk membahagiakan orang tua secara materi? Yah paling enggak mereka bisa pergi haji dengan uang hasil kerja keras kita? Hoho.. beruntunglah kalian yang dilahirkan dari keluarga lebih materi, tapi gag semua seperti ente.

Walaupun ortu kita mampupun apa yang mau dibanggakan? Itu “milik”mereka walapun nanti ente kebagian warisan mereka, tetapi apa kalian mau memakan warisan mereka? Maaf itu bukan didikan ortu ane untuk mengharapkan warisan ortu. Jadi saatnya untuk berdiri dengan kaki sendiri (ya eyalah, masa diri pake kaki orang).

Boleh dong curcol dikit, dari kecil ane juga udah diajak dagang dengan bapak ane, kalo Rasulullah SaW umur belasan tahun udah ke Syam, ane waktu 10 tahun udah ke Banten, lho? Ngapain? Hehehe… bukannya nuntut ilmu kebal tapi ya ilmu dagang, dari Bekasi ane udah pergi ke Banten buat dagang (bukannya nuntut ilmu kebal).

Ayah ane yang ummiyin pun jadi panutan kalo masalah berwirausaha, dari kecil ane udah di doktrin agar untuk berwirausaha, walapun sekarang ane bekerja tapi doktrin itu ga hilang dari benak ane, apalagi Rasulullah udah mantepin lagi kalo dari sepuluh pintu rezeki yang ada satu untuk pekerja dan sisanya untuk para pedagang atau pengusaha.

Jangan terlalu bergantung menjadi pekerja, pekerja itu hanya pesuruh dan jadi pesuruh ga enak, pilihan itu cuma jadi pesuruh atau penyuruh, walaupun manager sekalipun dia hanya pesuruh yang disuruh bos besarnya, masa hidup Cuma disuruh-suruh orang mulu? Seperti kata ibu ane, nyawa (gaji) seorang pekerja itu udah ditakarin ama orang lain.

Pengusaha bukan factor genetic, apalagi dikuasai oleh ras tertentu, jiwa pebisnis bisa di tanamkan dalam diri. Bro, lihat teman-teman yang lebih tua dari kita, kebanyakan mereka selalu menyesal tidak memanfaatkan waktu mudanya, sewaktu udah tiba untuk nikah mereka akan selalu kelimpungan untuk berbisnis.

Untuk yang umurnya dibawah 20 tahun, memang kalian harus lebih mementingkan pendidikan, tapi mulailah berbisnis kecil-kecilan dengan syarat tanpa menggangu jam belajar dan targetnya adalah orang sekitar aja seperti teman dan guru, gapapa bila hasilnya sedikit bahkan sering gagal, itu bagus buat mental!

Untuk yang 20-25 tahun, kawan sewaktu kita masih teenagers apa bekal yang udah kita dapat? Bukan modal kawan tapi mental, ane mengasah mental dengan menjadi marketer langsung, kepanasan, kehujanan bahkan sampai dimarahin dan di usir pelanggan, memang ortu ane sedih melihat ane waktu itu, tapi disitulah ane mendapatkan mental kuat untuk berhadapan dengan pelanggan (curcol lagi ).

Jangan alasan masih kuliah jadi harus selesaikan kuliah trus kerja baru deh nikah, kelamaan sob bisa-bisa jadi bujang lapuk, biasanya kalo udah bujang lapuk asal aja milih pasangan, “yang penting mau deh ama gua”, hehe… bukan ngajarin milih-milih lo tapi emang kita jangan munafik, sok bilang yang penting agamanya, tapi liat akhwatnya jelek baru deh keluar seribu jurus menghindarnya, munafik bukan?

Bro, rintislah usahamu mulai dari sekarang, kegagalan Cuma buat orang yang ga pernah berusaha dan menyerah, bagi orang yang pantang menyerah ga ada kata gagal dalam kamusnya. Jangan terlalu berharap jadi orang gajian selamanya, hidup akan jadi monoton, ga ada namanya semangat karena hanya gitu-gitu aja.

Untuk 25 tahun keatas, hehe bang bagaimana nih, udah siapkan buat nikah, tapi alasannya masih klasik, Ekonomi. Emangnya kemarin-kemarin kemana aja? Masa Cuma berharap dari gaji aja? Trus kalo udah ga kerja gimana? Kan sekarang jarang bisa diangkat jadi pegawai tetap, ayo deh bang semangat, rintis usahamu, majukan usahamu tanpa berharap jadi orang gajian, walapun jadi orang gajian, tetap jadi pengusaha.

Jadi, kita rasa jelas dimana kita dan apa yang sudah kita capai buat masa depan, mau bahagiakan orang tua dengan memberangkatkan mereka berhaji, tapi apa yang dilakukan karena tiap tahun ONH terus naik? Tips dari ane, coba investasikan dengan uang dinar islam, karena tiap tahun ONH dengan dinar terus turun, bukannya naik.

Nah bagaimana dengan usaha yang mau kita mulai? Ga harus punya modal uang kok, coba dengan menjual barang-barang orang lain, terus cobalah berternak sesuatu, lihatlah pangsa pasar yang ada, join dengan teman, atau kalau punya modal sedikit coba kita beli barang dengan harga murah lalu kita jual atau teman kita yang jual.

Pastinya untuk menjadi pengusaha itu mau mencoba dan mencoba, kalo ga pernah mencoba hasilnya pasti gagal, tetapi bila terus mencoba hasilnya akan sukses, dobrak tembok kurang pede dalam diri, hancurkan malu untuk berdagang maka kesuksesan akan terlihat jelas di mata kita, pengusaha muda yang sukses, sudah membahagiakan orang tua, sekaligus pengemban dakwah yang aktif, jangan hanya mimpi aja!

Mimpi hanya membantu satu persen dari kesuksesan kita, sisanya DUIT (Do’a, Usaha, Ikhtiar, Tawakal), dari dulu sampai sekarang nikah muda memang trend yang Cuma beberapa orang yang bisa melakukannya, pertama MBA (Merid By Accident), kedua mempunyai mental kuat walaupun ga punya usaha apapun, ketiga sukses waktu muda.
Jadi mau pilih yang mana? Dengan menikah perjuangan (dakwah) jadi lebih ringan, secara agama ente dah lengkap, ga separo. Alloh dah berjanji bahwa akan membuat kaya orang yang menikah (inget janjinya tuh)

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Jujur, kalo berbicara tentu mudah dan kebetulan ane juga belum menghadapinya, belum tentu nanti giliran ane bisa lancar, dan memang jalan hidup dan rezeki setiap manusia berbeda, tetapi apakah kita kitad percaya dengan Nasrullah ? kapasitas ane hanya membantu sebisa dan sekadarnya karena ini juga bukan kapasitas ane.

Siapapun kita selama masih normal maka naluri untuk melestarikan keturunan pasti ada. Tapi persiapan harus dilakukan disaat kita sudah mampu berfikir ke depan, disaat kita sudah terkena hukuman dan dosa (bahasa kerennya mukallaf), tentu kesuksesan dunia akhirat akan dicapai, tetapi jangan lupa shodaqoh, untuk membuka pintu rezeki maka sisihkan uang kita untuk beramal.

Jadi, Bro mari kita menuju ke gerbang kesuksesan di depan mata! Lulus kuliah dengan nilai terbaik, jadi pengusaha muda, mampu membuat bangga dan bahagia orang tua, pengemban dakwah yang selalu istiqomah, maka itulah calon ikhwan yang ta’adud (maaf kalo gag tau artinya jangan tanya ane). Salam Sukses yang Ruar Biasa!.[Martias al-Fatih]

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: