Antara Mafia dan Kita


oleh Ahmad Adityawarman

Siapa yang nggak tau dengan yang namanya mafia? Apa? Ada yang nggak tau? Ckckck, oke dah biar saya jelasin. Mafia itu, adalah suatu jenis tali yang bahan dasarnya berupa plastik, atau biasanya disebut juga sebagai ‘tali rumput jepang’. Gimana, udah jelas? “Wadaw!” Tiba-tiba seseorang nimpuk saya dengan sandal jepit n bilang, “Itu mah tali ‘rafia’ dodol!”.

Sori, saya cuma bercanda pren. Saya pikir kalian pastilah udah tau minimal pernah dengar yang namanya ‘mafia’. Walaupun pandangan tiap orang beda-beda, ada yang nganggap mafia itu keren (yah kayak yang nulis artikel ini), tapi kebanyakan orang langsung negative thinking aja begitu mendengar kata mafia. Tergambar di benaknya bahwa mafia itu sekelompok orang yang make jas gelap, kacamata hitam, sepatu kayak pegawai negeri, plus dasi, yah pokoknya rapi lah. Sayangnya aktivitas yang dilakukan mafia biasanya tak sesuci penampilan necis mereka, atau malah bertentangan sama sekali. Kegiatan-kegiatan mereka identik dengan kriminalitas, seperti perjudian, obat-obatan terlarang, perdagangan manusia, pencurian barang antik, dan sebagainya. Bedanya dengan criminal lain, kegiatan mafia kerjanya lebih rapi dan gerakannya bersifat super rahasia. Kejahatan yang mereka lakukan pun adalah kriminal tingkat tinggi. Mana mau mereka melakukan kejahatan rendahan. Kecuali kalo kalian pernah lihat langsung ada sindikat mafia pencuri sandal jepit di masjid-masjid. Atau kalian sendiri pernah terlibat di dalamnya? Hehe, ngaku aja lo!

Nah, saya mau cerita sedikit mengenai sejarah dari mafia. Konon, mafia awalnya merupakan nama sebuah konfederasi yang ada di Sisilia pada Abad Pertengahan untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum sendiri. Sayangnya konfederasi ini lama-kelamaan disalahgunakan bahkan kemudian mulai melakukan kejahatan terorganisir. Anggota Mafia disebut “mafioso”, yang berarti “pria terhormat”. Mafia melebarkan sayap ke Amerika Serikat melalui imigrasi pada abad ke-20. Kekuatan Mafia mencapai puncaknya di AS pada pertengahan abad ke-20, hingga rentetan penyelidikan FBI pada tahun 1970-an dan 1980-an agak mengurangi pengaruh mereka. Meski kejatuhannya tersebut, Mafia dan reputasinya telah tertanam di budaya populer Amerika, difilmkan di televisi dan bahkan iklan-iklan. Hingga sampai sekarang, istilah “mafia” kini telah melebar hingga dapat merujuk kepada kelompok besar apapun yang melakukan kejahatan terorganisir.

Lalu apa hubungannya dengan organisasi kami ini? Apakah artinya kami juga akan melakukan perbuatan-perbuatan kriminal, yang bakal meresahkan masyarakat? Apakah perkumpulan kami nantinya cuma nambah masalah di tengah banyaknya masalah yang dialami negeri ini? Jawab kami : tidak!
Buat apa kami bikin masalah lagi? Bukankah sekarang keadaan negeri ini sudah sangat memprihatinkan? Dengan masalah kemiskinan, kebodohan, kejahatan yang merajalela, pemerintahan yang sarat dengan korup. Belum lagi generasi mudanya yang katanya adalah agen perubahan, nyatanya kebanyakan dari mereka hanya memperpanjang daftar masalah aja, seperti pergaulan bebas yang mereka lakukan, mabuk-mabukkan di diskotek, sampai ngonsumsi obat-obatan terlarang. Apanya yang agen perubahan, untuk mengurus diri saja mereka tidak becus, heh!

Kami cuma mencoba melakukan sesuatu yang kami anggap penting, membuat suatu komunitas yang kami namai ”FORMASI CS” ini. FORMASI CS singkatan dari Forum Mahasiswa Kesehatan Islam Cinta Syari’ah. Dari namanya, Forum ini ’dihuni’ oleh mahasiswa yang kuliah di jurusan kesehatan n memiliki ruang lingkup perjuangan di kampus kesehatan. Emang, kami terinspirasi sama gerakan mafia itu tadi, yang memiliki suatu keterorganisiran yang sangat rapi dalam mencapai tujuannya. Makanya nama kami ”FORMASI”, sebuah barisan yang teratur dan rapi. Namun bukan tentang kejahatannya yang ingin kami tiru, ingat tujuan awal dari gerakan mafia ketika pertama kali dibentuk yaitu sebagai organisasi pelindung n penegak hukum. Disini kami mencoba memperjuangkan Islam sebagai asas komunitas ini. Tegaknya Islam itu tujuan kami.

Awalnya, komunitas ini pengen dikasih nama MAFIA juga sih, yang merupakan singkatan dari Mahasiswa Fembela Islam (agak maksa ya?). Membela Islam jelas hal yang penting, karena Islam adalah agama kami dan sekarang kita tau sendiri Islam dihinakan n direndahkan oleh para musuh-musuh Islam. Liat aja tingkah pongah mereka, membantai saudara kita yang di Palestin lah, memasukkan Qur’an ke dalam toilet lah, mencitrakan Rasulullah dalam bentuk kartun yang hina lah, apa kita cuma bisa diam aja diejek secara luar biasa seperti ini?!

Selain itu, kami mencoba memperjuangkan Islam supaya diterapkan untuk menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi sekarang. Kalo kita orang Islam kita musti yakin bahwa syari’ah Islam itu aturan yang menyeluruh bagi kehidupan manusia. Mulai dari hal kecil kayak masuk WC sampai keluar WC diatur dalam Islam. Apalagi hal-hal penting mulai dari pergaulan pria dan wanita, sistem ekonomi, sistem hukum, sampai sistem pemerintahan dan bernegara semuanya ada dalam Islam. Ingat coy, yang menciptakan kita adalah Allah SWT. Pastinya Yang Nyiptain kita paling tau aturan apa yang terbaik buat ciptaan-Nya. Makanya, karena aturan Islam sekarang dilupain n ditinggalkan, semuanya jadi kacau kayak gini.

Menerapkan Islam emang hal yang amat besar untuk diwujudkan. Tapi itu bukan berarti sulit n nggak mungkin, kan? Lagian tegaknya Islam merupakan janji dari Allah SWT langsung, disamping saat ini juga makin banyak yang menyuarakan penerapan Islam di seluruh aspek kehidupan. Kami yakin kemenangan Islam bakal terjadi n kami jelas nggak mau cuma jadi sebatas penonton. Kami ingin jadi pemeran! Meski cuma menjadi figuran, walau hanya hal kecil ini yang bisa kami lakukan, namun kami berharap ini akan menjadi hujjah di akhirat kelak di hadapan Allah SWT, bahwa kami juga ikut berjuang! So, mau ikut gabung?

-Mencoba meneriakkan perubahan, walau terbata-bata-

Ahmad Adityawarman
Koordinator Bidang Media dan Syi’ar
Formasi CS

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: