Pendaratan Ideologi


Pendaratan Ideologi

oleh : Akbar Khomeini

Ibarat mencoba menghidupkan sebuah lampu di ruangan yang gelap gulita, maka merupakan langkah yang benar dan –seharusnya- diteladani pula oleh siapapun. Karena dengan penerangan cahaya tersebutlah semua orang bisa melihat dengan jelas mana yang seharusnya dan mana yang tidak. Bagaimana keadaan ruangan, siapa saja yang ada diruangan tersebut, dan apa saja benda yang terletak disekitar, yang tentu tak akan terindra pada keadaan hitam pekat. Bayangkan saja seandainya kita ingin menghisap sedotan, namun karana ruangan yang gelap gulita, kita malahan menghisap pisau. Auw! Apakah asik punya air mancur darah di lidahmu..?!

Namun, kita akan pula mencak-mencak kasar apabila lampu yang kita hidupkan dengan susah payah, tiba-tiba dimatikan-atau selalu ada upaya untuk mematikannya- dari pihak-pihak tertentu. Pihak tersebutlah yang menikmati hidup dalam kehampaan penerangan. Minimal hidup dalam ke-abu-abuan atau redupnya cahaya. Mereka tak suka apabila cahaya menerangi maka akan terlihatlah belang kemunafikan mereka. Akan terpampang jelaslah keburukan tabiat mereka yang selama ini tertutupi oleh kepekatan gelap.

Begitu pula lah gambaran ketika 15 abad silam. Sebuah upaya penggelapan selalu digencarkan oleh pihak kafir yang menentang akan kebenaran dan keterangan cahaya islam yang dibawa oleh Muhammad saw. Mereka tak rela sama sekali apabila islam yang konfrehensif tersebut menggantikan segala aturan thagut mereka yang begitu dipuja dan mentradisi. Kemudian tersejarahlah berbagai perang, rencana, konspirasi, untuk menghangus musnahkan islam yang di gencarkan oleh mereka. Namun sayang, islam ternyata malah semakin meluas hingga 2/3 bagian dunia, dan memimpin serta mensejahterakan semua penduduknya juga mencerdaskan pemikiran.

Keberhasilan semua itu terjadi bukan karena semangat para kaum muslimin semata. Karena seperti yang kita ketahui, seorang pejuang yang hanya bermodalkan semangat pasti suatu saat apabila semangatnya hilang maka ia akan hengkang dari perjuangannya. Namun beda! Kaum muslim di didik untuk sebuah kesadaran. Kaum muslimin memiliki kesadaran yang kuat bahwa islam merupakan satu-satunya ajaran yang benar dan memiliki metode yang menyeluruh dalam semua aspek. Islam diturunkan untuk mengatur segalanya, bukan sekedar menjadi pemuas spiritual layaknya agama biksu dan pendeta! Islam merupakan ideologi, yang membuat semua pengembannya ‘bergetar’ untuk menyebar luaskannya. Walau tak seorangpun meminta ia menyebarkannya..

Kembali ke realitas kekinian, kembali menyaksikan cahaya yang terang semakin redup ingin dimatikan. Berbagai serangan dalam dan luar dari tubuh islam begitu mengancam untuk menggelapkan kembali panggung dunia. Ideologi liberal-kapitalisme dengan inti sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) telah menumbangkan ideologi sosialis-komunisme yang berpangkal dari atheisme (paham tak bertuhan). Dan kini kapitalisme lah yang merajai dunia redup cahaya ini.

Antek kapitalis menyadari betul bahwa islam merupakan ancaman mematikan bagi ideologi laknat mereka. Mereka takut, apabila kaum muslimin kembali sadar bahwa islam merupakan aturan yang menyeluruh. Mereka ciut, apabila kaum muslimin tidak sekedar memperlakukan islam sebagai agama mahdah-ritual belaka, namun menjadikannya juga sebagai patokan, pedoman, alias ideologi yang ‘menggerakkan’!.

Maka akan terulang kembalilah kehancur totalan kekufuran dimuka bumi ini, layaknya dizaman Sang Mulia Muhammad.saw membawa islam yang berkilau cahaya dan menghapuskan kegelapan total. Akan kembali berjayalah islam memimpin peradaban dunia yang pernah berlangsung lampau selama 13 abad lebih, yang sayangnya berhasil diruntuhkan oleh konspirasi Mustafa Kemal seorang agen barat pada tahun 1924.

Sekarang percik-percikan cahaya tersebut mulai terlihat disegala pelosok. Percikan tersebut kecil, namun bergerak perlahan dan pasti. Seolah semakin membuktikan kebenaran janji Rasulullah bahwa islam akan kembali bangkit setelah beberapa saat jatuh tertumbangkan. Kilauan kecil cahaya tersebutlah adalah generasi baru peneladan para sahabat yang terus konsisten dan ikhlas memperjuangkan islam secara murni. Mereka biasa dicap radikal/fundamentalis namun tak anarkis maupun menggunakan kekuatan fisik. Mereka hanya tampil untuk melakukan pergulatan pemikiran. Selalu berupaya membenturkan pemikiran cemerlang ideologi islam dengan pemikiran sampah ideologi kapitalis-sosialis. Hingga terpampang jelaslah kebenaran hakiki itu berasal hanya dari dien mereka.

Pendaratan ideologi kedalam otak-otak setiap manusia merupakan langkah perlawanan mereka terhadap sistem menyengsarakan ini. Pembongkaran makar kafir yang terselimuti citra indah selalu mereka belalakan dimata setiap insan. Dan tak pernah lelah selalu terjun dimasyarakat untuk melakukan interaksi yang massiv. Hingga satu hal yang mereka impikan : kembalinya islam memimpin dunia, mensejahterakan dunia dan akhirat. Tak kurang dari itu!

(Akbar Khomeini, distrik BO Kalsel)

http://guekhomeini.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: