Apa Kekuranganmu


oleh Ahmad Adityawarman

Pertanyaan ini dilontarkan kepada saya ketika wawancara untuk seleksi kepengurusan organisasi HIMA di jurusan (HIMA = Himpunan Mahasiswa, bukan Himpunan Maling Ayam, maaf nyinggung profesi loe). Sebelumnya, saya juga ditanya apa kelebihan yang saya miliki. Masing-masing pertanyaan harus dijawab dengan lima jawaban, maksudnya kita diminta menyebutkan lima kelebihan dan lima kekurangan yang ada pada diri kita.

Hmm, sekilas ini merupakan pertanyaan yang sangat sederhana, dan mungkin mudah bagi sebagian orang untuk menjawabnya. Tapi bagaimana dengan saya? Aaargggghh, tidak! Ternyata saya kesulitan menjawab pertanyaan itu (jadi kapan inhalnya nih?).

Sebenarnya saya punya jawaban yang bagus. Tapi waktu itu tidak saya gunakan. Kenapa? Baiklah, akan saya uraikan dalam bentuk dialog berikut ini:

Pengurus HIMA
: Apa kelebihan kamu, dek?

Saya : Ngg… Kelebihan saya, terlalu banyak kekurangan yang ada pada diri saya, Kak..

Pengurus HIMA : Apa? Kalau begitu sebutkan kekurangan yang ada pada dirimu?

Saya : Kekurangan saya, nggak punya kelebihan, Kak.

Pengurus HIMA : Jeniuus! Kamu pantas jadi Ketua HIMA selanjutnya, dek!

Begitulah, karena saya nggak sanggup jadi Ketua HIMA dengan memikul tanggung jawab yang begitu besar, saya nggak jadi menjawab seperti itu.

Pren, kita harus senantiasa melakukan evaluasi diri agar ke depannya bisa menjadi jauh lebih baik. Parah banget kalau nggak ada perubahan sama sekali pada diri kita sementara umur selalu berkurang dan waktu terus berjalan. Bahkan kata Baginda Rasulullah tercinta, orang yang hari ini sama dengan hari kemaren adalah orang yang rugi, dan orang yang hari ini keadaannya lebih buruk dari hari kemaren adalah orang yang celaka.

Dan inilah pentingnya mengapa kita harus bisa mengenal diri kita jauh lebih baik, ketimbang kita mengenal orang lain atau orang lain mengenal kita. Kita harus tahu apa saja kekurangan yang kita miliki sehingga kita bisa berusaha memperbaikinya. Dan kita wajib menemukan kelebihan apa saja sih yang kita punya supaya dapat kita pertahankan dan optimalkan untuk manfaat tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga orang lain dan lingkungan sekitar. Tentunya tanpa adanya rasa ujub dan takabur. Buat apa sombong? Toh cuma Allah yang punya sifat Maha Sempurna, kan. Lagian, bukankah belum tentu kelebihan kita mampu menutupi banyaknya kekurangan yang dimiliki?

Huff, tapi itulah bodohnya saya. Saat diminta menyebutkan lima kelebihan yang saya miliki, alhamdulillah saya bisa melakukannya. Tetapi selanjutnya ketika ditanya tentang kekurangan, entah kenapa saya cuma bisa memberikan empat jawaban dan akhirnya sempat bungkam ketika memikirkan apa kekurangan saya yang kelima. Kakak pengurus HIMA yang mewawancarai saya terus menekan saya, katanya ”Artinya kamu cuma tahu kelebihanmu saja? Tentang dirimu sendiri saja tidak tahu, bagaimana mau mengurus organisasi?”.

Jleb, panah itu menancap tepat di jantung. Dan tanpa pikir panjang saya menjawab, ”Itulah kekurangan saya, bahkan kekurangan saya sendiri pun saya tak tahu..”

Melangkah keluar dari ruang wawancara, saya teringat dengan seabreknya kekurangan yang seharusnya saya sebutkan, dan satu kekurangan yang saya rasa cukup parah yaitu : pelupa.

Betapa hinanya makhluk-Mu ini ya Rabb!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: