Metode Belajar Bikin Pintar


Oleh Gilang Zulfairanatama

pernahkah Anda berpikir kapan akan berubah?

coba bayangkan seperti yang saya bayangkan:
waktu ada 24 jam sehari. banyak banget hal yang kita lakukan. nah, waktu 24 jam itu benar-benar luas. tentu aja mudah meluangkan waktu buat belajar. siang malam selalu belajar tetapi kok bisa, nilai jadi anjlok?. akhirnya saya ambil simpulan bahwa metode yang kita pakai selama ini kurang tepat. lalu metode bagaimana yang seharusnya?. masing2 pribadi mungkin berbeda2. tetapi kita coba yah, meneliti kesalahan yang sering dilakukan, apalagi saya.

1. sering dengar sistem kebut semalam? “pasti dong!” . . berapa banyak orang yang mengamalkannya? “banyak dong!” . . sekarang tanya apakah Anda ikut mengamalkannya? “dong dong” .
bayangkan yah seandainya sistem kebut semalam itu kita ganti dengan sistem cicil anti ngutang. apa dampaknya? ternyata lebih efektif dan memudahkan. kapan kita bisa bayar cicilan itu? kapanpun bisa, pas lagi nungguin dosen masuk, makan, nyapu, dsb. walaupun cuma 5 menit tapi dampaknya seumur hidup. Anda mencicil pelajaran selama satu minggu lebih memudahkan daripada ngapalin dalam satu malam doang. “1×7 lebih baik daripada 7×1”, katanya gitu.
mudah caranya, sesuka hati kawan2, kalau bisanya ingat 1 rumus dalam 5 menit, ya dihapal aja 1 rumus itu.

2. GA KONSEN. disaat kita lagi ga nyicil, artinya benar2 meluangkan waktu buat belajar. seringkali malah GA KONSEN. pas lagi baca, tiba2 ga sengaja ngelirik tipi, terus dinyalain tipinya, eh keterusan deh gara2 sinetron geje. atau chatting kelamaan, niat awal sih bentar doang tapi kok keterusan . . yah kayak saykoji gitu, online2. ini kebiasaan yang sulit dihentikan. “sulit tapi pasti bisa kok!”, katanya gitu.
mudah caranya, jauhkan benda2 canggih dari jangkauan tangan mungil Anda.

3. meluangkan waktu terlalu banyak buat “main”. menanggapi point 2, kita tetap bisa “main” kok tetapi dengan batas waktu yang teratur dan tidak mengganggu waktu belajar. misalnya chatting 15 menit pas ba’da subuh, baca komik 20 menit sebelum makan siang, dsb. jangan luangkan waktu terlalu banyak buat “main”.

4. berpikir pesimis. banyak orang bilang “waduh sibuk, gimana mau belajar”. kan kita tahu 24 jam itu luas. masa ga ada waktu buat belajar? waktu yang pas buat belajar pasti ada yah kawan . . makanya jadi orang yang optimis yah . . orang yang optimis selalu yakin sama kekuasaan Allah. makanya beruntung banget jadi orang optimis, soalnya disayang Allah.

5. kecapekan dan ngantuk. menanggapi point 4, “waduh sibuk”. kalau aktivis memang agak sibuk but it is no problem! untuk mengimbangi kecapekan dan ngantuk, luangkan waktu istirahat sejenak. misalnya tidur siang 30 menit. “meluangkan waktu buat tidur siang sejenak akan mengoptimalkan kinerja beberapa jam kemudian”, katanya gitu.
kalau ga ada waktu buat tidur siang, ada cara yang asyik. jadikan shalat sebagai waktu istirahat. pas menghadap Allah itu rasanya tenang, apalagi kalo khusyuk. insya Allah ga capek lagi . . dan bakal semangat!

6. tugas lagi numpuk bikin malas (yang ini sih cuma tambahan) . kadang orang2 bingung harus mulai darimana tuk ngerjain tugas. seharusnya ga perlu bingung. kerjakan tugas itu satu persatu. “sedikit demi sedikit lama2 jadi bukit”, katanya gitu.
mulailah sesuatu menurut prioritas, misalnya senin ngumpul laporan A, selasa laporan B. jadi kerjakan A aja dulu.
kalo laporan A dan B mesti dikumpul pada hari yang sama. kerjain yang agak gampang dulu. kan lebih cepat selesai ketimbang yang susah. kalo yang susah duluan mungkin bakalan kehabisan waktu.

7. masalah niat. hal ini penting banget . .
banyak orang melakukan sesuatu dengan niat yang ga benar. cobalah berniat dengan tujuan ibadah, mencari ridha Allah . . kalo niat udah benar insya Allah bakalan ikhlas dan lebih enjoy aja ngejalanin semua akivitas; apalagi belajar. kalo niat cuma untuk tujuan dunia, kita bakalan bosan, cepat atau lambat. tapi kalo udah karena Allah, bisa2 semakin hari semakin cinta.
sengaja “niat” diletakkan paling akhir biar kawan2 paling ingat sama hal yang satu ini. kalo niat ga benar kan pekerjaan malah jadi sia2 . . jadi diluruskan dulu yah niatnya . .

“jangan remehkan hal2 kecil yang baik” perbuatan sekecil Zarrah pun akan dibalas bukan? bayangkan jika kita meluangkan sedikit waktu buat hal2 yang baik itu, misalnya belajar dengan niat yang benar . .

masalah yang lain mungkin ada, tapi segitu aja dulu yah . . kebetulan dah masuk “waktu” shalat.

    • m4l4
    • Maret 14th, 2010

    makaci atas solusiX ^_^

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: