Pemikiran Cemerlang


Oleh Budi Permana

“‘afwan akh, ana tidak bisa datang syuro’ hari ini… ana harus bantuin ibu di rumah..” izin seorang partner dakwah, kepada rekannya.

“’afwan bang ana tidak bisa dateng liqo’ malam ini, besok ana ada Ujian…” izin seorang mad’u kepada murobbinya.

Mbak.. ‘afwan, lusa gak bisa datang daurah. Ana harus nganter adik ke rumah temennya untuk belajar…” izin seorang akhwat, kepada kakak kelasnya di kampus.

Afwan kak..saya kayanya ga bisa dakwah lagi, soalnya ortu marah besar…mohon maaf ka, saya ga bisa melawan ortu..

Afwan Kak..saya kayanya ga bisa dakwah,  soalnya belum siap, Insya Allah setelah kuliah bisa…

Dan sejuta alasan lain yang pernah terungkap….

Allah ta’ala akan sentiasa menguji kita pada titik terlemah kita.
Orang yang lemah dalam masalah harta, namun kuat dalam masalah pangkat dan wanita, tidak diuji dengan wanita dan pangkat.
Orang yang sentiasa mudah tersinggung dan pemarah, akan diuji oleh Allah dengan dipertemukan dengan orang-orang yang sentiasa membuatnya tersinggung dan marah.

Seseorang yang sentiasa berlambat-lambat dalam dakwah kerana alasan ‘isteri, mertua, tetamu’ akan sentiasa dihadapkan dengan alasan-alasan itu, ‘mertua datang, tetamu datang silih berganti,’ yang akan terus menundanya untuk bersegera menghadiri program dakwah, sampailah dia boleh mengutamakan agenda dakwah dalam kehidupannya
(K.H. Rahmat Abdullah,Episode Cinta Sang Murabbi)

Mampu atau tidaknya kita dalam menghadapi masalah kehidupan pada dasarnya tergantung oleh pemikiran karena pemikiran lah yg menghasilkan tingkah laku atau persepsi terhadap segala sesuatu Bahkan bangkit atau tidaknya suatu bangsa tergantung pada pemikirannya (Taqiyuddin an-Nabhani dalam bukunya Nizhamul Iqtishadi fil Islam). Dan ini pula yg menjadi salah satu penyebab runtuhnya Khilafah Islam pada tanggal 3 maret 1924, yaitu berupa lemahnya pemikiran umat islam. Oleh karena itu, pemikiran merupakan hal yg sangat penting dan merupakan kekuatan yg harus senantiasa dijaga.

Pemikiran mendasar yang harus dipecahkan setiap pribadi kita adalah kenal darimana kita berasal, Apa visi kita dan apa misi yg harus kita jalankan didunia ini??? Dengan teruraikannya masalah ini maka terurai pulalah berbagai masalah lainnya, sebab seluruh permasalahan kehidupan pada mulanya cabang dari masalah pokok tadi. Namun demikian pemecahan ini haruslah benar yaitu ditempuh melalui pemikiran cemerlang (al-fikru al-mustanir), Maka dengan semua itu lahirlah taraf berfikir yg tinggi yang akan mengantarkan kita pada penyelesaiaan masalah yg benar.

Pemikiran ini akan mundur tatkala kita, pertama “ menyerah pada nasib dan kondisi” dan kedua “menunggu situasi yg diharapkan”.

-Menyerah pada nasib dan kondisi tentulah bukan karakter muslim sejati.Teringat perkataan seorang adik kelas, “saya tidak mau berjuang menegagkan khilafah kecuali -1H(sehari sebelum khilafah tegak kasih tau saya)”, begitupula perkataan orang-orang liberal, “Khilafah memang pasti tegak tapi beberapa abat lagi, jadi sia-sia saja perjuangan kalian…”.
Seorang muslim sejati tentulah tindakannya bukan bedasarkan hitungan diatas kertas tapi bedasarkan keyakinan. Khilafah memang sulit bahkan ada yg berkata mustahil tapi ketahuilah ini merupakan janji Allah. Suatu tugas yg begitu mulia, bahkan terlalu mulia untuk kita perjuangkan. Dan hanya janji itu lah yg mendasari gerak kami…sungguh hanya itu!

-Menunggu situasi yg diharapkan, Terlau merugilah kita bila dikalahkan oleh Realita. Pendahulu-pendahulu kita telah memberikan suri tauladan terbaik bagi kita, bagaimana mereka mengubah realita gelabnya kehidupan di Arab menjadi cahaya yg terang benderang yg pancaran cahayanya mampu menembus segenap plosok di penjuru dunia..

Masihkah kita bertekuk lutut pada realita…masihkah Uan, final test, Keluarga, pekerjaan dll kita jadikan pembenaran tuk berdiam diri walau hanya sejenak dari tugas mulia ini? atau lari dari padanya?

Kalau begitu tak peduli bagaimana pun keadaan kita, segera putar haluan sekarang juga, rencana kedepan boleh tapi yg terpenting apa yg dapat kita lakukan demi kemuliaan islam hari ini karena amal itu hitunggannya sekarang bukan nanti…!

Salam penuh antusias by budi 1924

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: