Aku VS Peterpan (bedah lagu Peterpan – Melawan Dunia)


Oleh Fajar Gemilang Ramadani

MELAWAN DUNIA

Kita adalah hati yang tertindas
Kitalah langkah yang berhenti berjalan
Kitalah mimpi yang tak terwujudkan
Senandungkan nada-nada yang hilang

Kita memahami yang sesungguhnya
Dan harus menjelaskan semua
Tanpa pedulikan kata mereka
Kita berjalan melawan dunia

Hanya bisa bicara
Mereka tak beri jawaban

Tak perlu dengar kata mereka
Teruslah berjalan
Tak perlu dengar kata mereka
Teruslah berjalan

(Peterpan)
***

Dalam tulisan kali ini saya mencoba untuk menjadi seorang pengamat musik. Mencoba menyelami tiap bait yang yang di goreskan orang lain.

PETERPAN …. Siapa yang g kenal sama Peterpan? (walaupun namanya sekarang udah ganti jadi ULAR, Uki, Lukman, Ariel, Reza…yang lain g atau namanya..hehe). Pertama saya mau mengomentari Band yang satu ini. Menurut saya (yang walaupun klo nyanyi sering FALES) kekuatan lagu-lagu yang ditelurkan oleh Peterpan (mangnya ayam…?) adalah pada liriknya. Lagu-lagu ciptaan Band asal kota kembang ini senantiasa membuat lagu dengan kata-kata majas, dan absurd sehingga makna sebenarnya dari lagu itu sendiri harus dipikirkan, dihayati, direnungkan benar-benar. Seperti Mimpi yang Sempurna, Bintang Di Surga, & Sahabat. Lihat n baca aja liriknya, pasti Anda akan berfikir lebih keras untuk menginterpretasikannya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, (kaya pidato aja lagi….) saya mau mengupas salah satu dari lagu Band yang menurut saya cukup fenomenal di blantika musik Indonesia ini. Bukan suatu hal yang kebetulan jika saya memilih lagu di atas. Walaupun lagu ini sudah lumayan lama, kalau g salah lagu ini ada di album ke-4 ato ke-3, tapi menurut saya lagu ini sangat memotifasi kita untuk mendobrak dunia. Untuk lebih terstruktunya mari bersama-sama sebelumnya kita baca Basmalah…

Bismillahirrahmanirrahim..

..
Lalu kita selami tiap rangkaian huruf yang berbaris menyusun kata, dan merangkai kalimat, dalam baris-baris yang membentuk bait demi bait ini….

Pada bait pertama, terlihat bahwa Ariel ingin menggambarkan ketertindasan, keterpurukan, dan ketidak adilan yang di alami oleh “kita”

Kita adalah hati yang tertindas
Kitalah langkah yang berhenti berjalan
Kitalah mimpi yang tak terwujudkan
Senandungkan nada-nada yang hilang


“Kita” pada bait ini digambarkan bagaikan sesuatu yang tidak memiliki daya upaya, dan “kita” seakan terpaksa untuk berhenti melangkah, dan berhenti untuk maju meninggalkan segala keterpurukan, ketertinggalan yang menghampiri “kita”. “Kita” juga digambarkan seperti mimpi yang tak terwujudkan. Seakan “kita” hanya boleh bermimpi tapi tak boleh untuk di wujudkan. Berasa kan gimana ketidak adilan yang “kita” alami. Padahal kata Bondan dan Fade 2 Black dalam lagunya “Xpresikan“, “Apa guna kaki bila tak melangkah..?? Apa guna mata bila tak menatap masa depan..??” (bukan maksud mau ngadu Bondan sama Peterpan lo…!!). Mimpi adalah hal yang sangat penting bagi setiap insan. Apa guna mimpi jika kita tak melangkah untuk mencapainya..??
Kesian bgt klo memperhatikan nasib “kita”, “kita” seakan hanya diberikan bagian-bagian terkecil dari untaian kata indah yang mengalun bersama nada-nada yang indah, yaitu senandung yang hilang….

Lanjut kita ke perairan yang lebih dalam dari lirik lagu ini…

Kita memahami yang sesungguhnya
Dan harus menjelaskan semua
Tanpa pedulikan kata mereka
Kita berjalan melawan dunia

Baris yang pertama, menyampaikan sebuah pesan, bahwa “kita” sebenarnya memiliki sebuah potensi yang luar biasa. Yaitu dia mengetahui dan memahami fakta yang benar dan juga solusi untuk “kita”. Tapi “kita” disini bagaikan dalam keterasingan ditengah-tengah orang llain yang sebenarnya juga bagian dari “kita”( bingung g tuh…). Hanya sebagian kecil “kita” yang memahami bahwa “kita” sekarang dalam sebuah kerangkeng, yang membelenggu semua potensi dan kekuatan “kita”. Dan parahnya lagi “kita” yang sebagian besar lainnya seakan merasa bahwa “kita” dalam keadaan yang baik-baik saja, mun jar urang jawa tuh, “Gemah Ripah Loh Jinawi”. Dan ini berarti tugas besar untuk “kita” yang minoritas untuk mampu menyampaikan keadaan yang sebenarnya kepada “kita” yang mayoritas.

Ibarat luka yang ditaburi garam, terasa sangat pedih. Itu nasib dari “kita” yang minoritas. Entah apakah hukum alam atau apa, “kita” yang mayoritas sebagian besarnya menganggap usaha dari “kita” yang minoritas merusak tatanan kehidupan mereka, yang seperti di nina bobokan oleh kenyamanan yang semu. Sebagian besar “kita” mayoritas merasa terganggu oleh “kita” minoritas. Tapi “kita” minoritas adalah pejuang sejati, tanpa menghiraukan umpatan2, ejekan2, dan halangan2 yang dilakukan “kita” mayoritas, mereka tetap maju melawan dunia. Karena mereka yakin, bahwa mereka membawa solusi yang benar dan tepat, bagi masalah “kita” semuanya.

Hanya bisa bicara
Mereka tak beri jawaban

Yang membedakan antara “kita” yang satu ini dengan “kita” yang lain, adalah selain memahami masalah “kita” semuanya, “kita” yang ini memiliki solusi. Tidak cuma bisa ngomong, koar2 g jelas, tapi mereka bisa menjawab permasalahan yang ada ditengah2 “kita”. (canggih ga tuh….!!)

Tak perlu dengar kata mereka
Teruslah berjalan
Tak perlu dengar kata mereka
Teruslah berjalan

Titik terdalam dari samudra lirik ini tiba di bait terakhir…. (lebay…)

Konsistensi….(bahasa gaulnya ISTIQOMAH). Seakan satu kata ini begitu pas untuk memaknai barisan huruf di bait akhir ini. Tanpa mempedulikan orang lain yang hanya menghambat “kita” menuju solusi yang di inginkan, “kita” terus melangkah, dan berjalan.

***

Sebuah harapan bagi seluruh kaum muslimin dimana pun kalian berada. Jangan takut “MELAWAN DUNIA” yang sekarang tengah dikuasai oleh hegemoni KAPITALISME BUSUK. Yakinlah bahwa, ISLAM adalah solusi dan tujuan kita, dan ISLAM SELALU BENAR, maka apa yang kalian takutkan…?? Sedangkan ALLAH selalu bersama kita, dan ALLAH akan senantiasa menolong hambanya yang menolong AGAMANYA.

“Kita” tahu masalahnya, apa yang menyebabkan DUNIA ini jadi BUSUK, KAPITALIS

Dan “Kita” tahu solusinya, ISLAM

So, masihkah “kita” berdiam diri, menunggu bumi ini makin rusak, hingga kita digantikan oleh generasi-generasi pejuang yang lain..?? Maka benar-benar rugi jika “kita” menunggu hingga saat itu terjadi.

Mengutip perkataan seorang teman yang dianya juga ngutip dari sebuah majalah REVOLUSIONER

“SALAH SATU TANDA KEHIDUPAN ADALAH MELAWAN KETIKA TERTINDAS, MAKA BAGI ORANG-ORANG YANG HANYA BISA DIAM MAKA DIA BISA DIKATAKAN MATI….!!”

Wallahu ‘alam

***

Kalo interpretasi lirik dari q g jelas, maka maklumilah karena aq bkan pujangga yang pandai ngomentarin lirik lagu orang. Mau nyambung ato g klo bicara musik, berarti bicara tentang SELERA Bung…!!! Jadi, ya suka2 aq, mau aq interpretasikan jd ap….haha (seenaknya…)

Mulai ditulis, Senin, 11 Januari 2010 setelah pulang dari kampus dengan rasa penuh syukur…..n kelar d Banjarmasin, 12 Januari 2010 pukul 23.30

Persembahan Kkecil untuk REVOLUSI BESAR….
ALLAHU AKBAR…..!!!!!!!!

Iklan
  1. Opini mah bebas sob,yg penting tdk memburukan org laen srta merugikn yg brsangkutan..
    Ane slh satu SAHABAT PETERPAN dn untk opini ente,salut dh. 😀
    salam kenal aja

  2. Okk.
    Mantap, akhr.y tgaz bsa d slesaikn…
    Thanks.

    • Achi
    • Maret 26th, 2012

    Semuanya O.K..
    Tp yg saya ‘ga setuju sa’at anda bilang kalo ariel sering fales nyanyi. (Pembohong besar). Peterpan itu band panggung (dalam artian, tidak pernah main lifsing, kenapa?, karna semua orang juga percaya sama vocal ariel, N smpai sekarang , dmn disa’at marak2nya band nyanyi dengan lifsing.. N ariel jarang bgt fales, hampir ‘ga pernah,.
    N satu lagi, itu liriknya adalah, “kita memahami yang sesungguhnya, dan tak harus menjelaskan semua”…
    º°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º

  3. ralat : bukan “dan harus menjelaskan semua” tapi “dan TAK harus menjelaskan semua”. maksudnya : kita lebih tau apa yg terjadi dalam diri kita, dan kita pun tau solusinya. tapi kita ga perlu menjelaskan itu semua kepada orang2 yg bisanya cuma bicara dan menJUDGE kita.
    tapi secara keseluruhan, tafsiran untuk lirik lagu ini udah bagus banget, walaupun liriknya ga panjang2 amat tapi kalo mau dijabarin maknanya ya memang seperti ini (panjang)

  4. Ariel sudah bebas ! Sudah cukup kami menunggu ! Kebangkitan nada yg hilang

    • bagaz
    • Januari 24th, 2014

    Lu nya sja yg gak bisa maen musik. Ariel ktanya suaranya Fales ? ( Ngaca dong boss) !!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: