Antara Kebiasaan dan Pembiasaan


Oleh Ahmad Adityawarman

Kebiasaan bagi banyak orang merupakan sesuatu yang seolah tak bisa dihilangkan dari dirinya. Kebiasaan bangun kesiangan, selalu terlambat masuk kelas, menunda-nunda pekerjaan, malas membaca buku merupakan beberapa contoh kebiasaan yang buruk, tak hanya merugikan diri sendiri namun tak jarang orang lain pun ikut terkena dampaknya.

Melakukan perubahan memang tak semudah membalikkan kedua telapak tangan. Setiap perubahan, apakah itu menjadi lebih baik atau lebih buruk, pasti akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang yang melakukannya. Karena dengan melakukan perubahan pastinya akan melanggar kebiasaan yang sudah identik melekat dalam diri. Yang patut dipertanyakan secara tegas dalam hati kita masing-masing adalah : apakah kita ingin menjadi orang rugi, yang hidupnya hari ini sama dengan kemaren? Relakah kita menjadi orang yang hina yang hari esoknya bahkan lebih buruk daripada hari ini?

Sukses, tentunya adalah dambaan bagi setiap orang. Sayangnya banyak orang yang ingin sukses tapi ia tidak menyiapkan dirinya menjemput kesuksesan tersebut. Berbagai kebiasaan buruk yang tak dihilangkan artinya sama saja membiarkan dirinya terkungkung dalam sebuah penjara untuk mempersiapkan diri menyambut kesuksesan. Dan sekarang, sudah seharusnya kita mengenyahkan doktrin yang telah tertanam dalam pikiran kita, bahwa kebiasaan itu sulit dihilangkan!

Kebiasaan itu tentunya tak muncul secara otomatis. Seberapa yakinkah Anda bahwa kebiasaan bangun kesiangan itu sudah ada sejak Anda baru lahir di dunia? Kebiasaan muncul akibat dari adanya PEMBIASAAN. Membiasakan diri bangun pagi maka akan menjadi kebiasaan Anda bangun pagi setiap hari nantinya. Membiasakan diri merokok sejak usia muda maka merokok tetap akan menjadi kebiasaan sampai usia dewasa.

Pembiasaan inilah kunci untuk menumbuhkan kebiasaan baik maupun mengenyahkan kebiasaan buruk. Bagaimana caranya? Jika Anda memiliki kebiasaan buruk, maka sekarang lakukanlah pembiasaan yang berlawanan dengan kebiasaan buruk Anda itu, atau mudahnya, mengalihkan perhatian Anda dengan kebiasaan baru yang lebih bermanfaat. Kebiasaan bangun kesiangan bisa diatasi dengan pembiasaan olahraga 15 menit di pagi hari pada pukul 5 subuh. Kebiasaan merokok bisa dialihkan dengan pembiasaan diri menghindari rokok, mulai dari mengunyah permen karet hingga menempatkan diri di ruang yang di dalamnya terdapat larangan untuk merokok.

Masih terasa sulit? Itu sekali lagi karena pikiran Anda sendiri yang mensugestikan bahwa hal itu sulit. Sebab Anda bukanlah seperti apa yang Anda inginkan, tetapi Anda adalah seperti apa yang Anda pikirkan. Tak cukup jika hanya sekedar ingin berubah. Pikirkanlah bagaimana Anda harus berubah, mulai sekarang.

(Orang ngaco yang kena sindrom lagi gak bisa tidur)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: