Pencitraan


Oleh Akbar Khomeini

Sungguh sebuah kenyataan yang pelik ketika kita menyaksikan sebuah pencitraan artifisial dapat menipu indra kita yang menyaksikan sebuah objek yang busuk menjadi manis rupawan.

Sedangkan sebuah objek yang sebenarnya berkilauan indah malah terlihat kusam akibat citra negative yang menyelimutiya..

Lihatlah, betapa masyarakat lebih reflek berujar ‘saya rasa..’ .

Bukan berucap ‘saya pikir..’

Menunjukan bahwa mayoritas masyarakat masih dominan berpresepsi untuk menentukan kebenaran hanya memfungsikan hati. Bukan menggunakan otak tempat proses logika berfikir cemerlang.

Padahal, hati hanya bisa membedakan baik dan buruk sesuai pandangan personal. Sedangkan dengan otak lah kita bisa membedakan yang halal dan haram.

***

Baiklah. Kalau mereka bisa menggunakan pencitraan untuk membungkus sampah busuk menjadi menarik. Kita juga juga harus membungkus kebenaran hakiki yang kita bawa ini dengan cover yang indah. Karena Islam yang kita bawa selama ini merupakan emas! Namun sayangnya kita baru membungkusnya dengan lumpur yang menutupi kilau emas tersebut..

Neo revolutove, semoga bisa menjadi sampul yang indah dalam penyampaian kebenaran..

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: