Sebuah Cerita, Dani dan Doni


Oleh Zayed Norwanto

* ini sebuah kisah nyata bagiku. terinspirasi dari orang-orang yang ada sekitarku.

“tok, tok, tok, tok, tok , bangun Don… sudah jam 7 “ Dani mengetok pintu sekaliugus berteriak memecah heningnya pagi itu.

“ waduh Don… shalat shubuh, shalat shubuh… bangun !!! atau ku dobrak nich pintu”

“ dubrak…prekzzz.. drakzzz”

Akhirnya Dani mendobrak pintu kamarnya Doni. Dani langsung terkejut melihat si doni masih tidur dengan pulasnnya ditambah headset masih setia di telinganya. Dani semakin terkejut ketika melihat setumpuk film porno ada di kamar saudara kembarnya itu. Parahnya lagi, puntung-puntung rokok berhamburan di mana-mana…

“ astgfirullah… kapan insapnya anak ini” hati dani berkata lembut.
Perlahan dilepasnya headset dari telinga Doni. Dengan sopan dia bangunkan Doni si kembarannya itu.

“don.. bangun don… mandi dan shalat deh cepet… kamu kan harus masuk kuliah hari ini…”
Badan Doni mulai bergerak, terdengar suara nafasnya perlahan dan mulai nyaring.

“aduh… masih ngantuk nich. Ngapain sih kamu pake acara ngebangunin aku …” teriak Doni dengan keras .

“ kita ini saudara Don. Mana aku tega ngeliat saudaraku ga shalat. Aku ga mau kau slalu begini. Tidur larut malam, maksiat lagi…”

“alah… itu urusanku. Klo mau mati, baru aku tobat. Ngapain juga kamu mikirin aku. Klo pun masuk neraka, aku juga yang disiksa bukan kamu bro..” suaranya Doni terseok-seok karena pengaruh alcohol yang diminumnya tadi malam merayakan tahun baru bersama teman-temannya.

“oke aku ga mau debat denganmu. Aku mikirin kamu karena kita bukan hanya saudara sekandung. Tapi, kita saudara seiman. Ayo Don, bangun !!!”

“ diam… kepalaku pusing ngedengar ceramahanmu. Klo mau ceramah di mesjid aja sana.”
Dani diam sejenak. Sebenarnya jam delapan dia sudah harus ke kampus. Bukan untuk kuliah, tetapi dia harus mengkoordinasi rekan-rekan timnya. Si Dani dipercaya untuk menjadi ketua pelaksana muhasabah tahun baru bersama anak-anak funk dang eng motor.
Tapi, hatinya terus menguatkan pikirnya. Bahwa yang mesti didakwahinya, yang utama adalah keluarganya. Dia mau pergi, tapi si Doni pasti ga bangun-bangun untuk shalat. Apalagi Ibu dan Bapaknya sekarang lagi di luar kota untuk bekerja. Dia niatkan dalam hatinya klo dia pergi ke kampus setelah memastikan Dani benar-benar sudah shalat hari ini. Inilah bukti kesungguhan Dani dalam berdakwah. Never give up.

“ Doni… bangun bangun !” suaranya mulai mengeras. Selimut yang membelit tubuh Doni pun diambilnya dengan cepat. Parahnya malah Dani yang semakin terkejut. Dia melihat majalah porno di bawah selimut Doni.

“ diam… satu jam lagi aku bangun. Tanggung ini, aku baru tidur lima jam…” suara Doni tak kalah nyaring dengan Dani

“ satu jam lagi katamu. Ini sudah jam tujuh. Sedangkan kamu belum shalat shubuh… bangun atau kuambilkan air”

Doni menggerutu dalam hatinya. Dani ini memang keras kepala. Aku tahu klo ga shalat itu bakalan disiksa. Masalahnya aku pusing banget ini, entar ga khusyuk. Ya sia-sia shalatnya. Apalagi ayah dan mother aku yang sibuk, ga ernah ngajarin sih shalat yang benar itu kayak gimana. Mau minta ajarin sama Dani. Ah, gengsi brow.

“bushhhh……..” seember air membasahi bed dan badannya Doni.

“Wah… brengsek kau Dan… apa maksudmu” Doni langsung bangun dari tempat tidurnya sambil berteriak. Matanya merah dan mulai mendekati Doni.

“ shalat Don !!!”

“iya aku tahu. Tapi caranya yang sopan donk. Aku juga manusia” Doni semakin dekat dengan Dani

“ wah.. dari tadi aku sudah sopan. Kurang apalagi?”

“kurang manusiawi Dan” teriak Doni dengan keras tepat berhadapan dengan Dani

“ok. Maaf jika aku terlampau kasar denganmu. Sudah hampir setengah jam aku membangunkanmu, tapi kau tidak bangun juga. Ya akhirnya terpaksa aku mendobrak kamarmu dan terpaksa juga aku menyirammu dengan air ini… aku mempedulikanmu Don” Dani menjelaskan pelan-pelan

“ah… itu Cuma alasanmu. Kamu mau apa sih?”

“ aku mau kau shalat. Aku mau kita bertemu nanti di syurga . insyaALLAH …”

“sok, alim kamu Dan. Belum tentu juga kamu masuk syurga dan belum tentu juga aku masuk neraka.”

“ bukannya aku sok alim, tapi shalat itu adalah kewajiban sebagai muslim. Dan setiap muslim itu wajib saling mengingatkan dalam kebaikan…”

“ alah… diam. Terima ini….”

Tak di duga. Sebilah pisau tertanjap tepat di jantung Dani. Doni yang masih terpengaruh alcohol akibat tadi malam hanya tertawa dan mencaci Dani yang sudah membangunkannya.

“ demi ALLAH… ini adalah bukti perjuanganku untuk menyelamatkanmu saudaraku. Daaaaaan iniiiiii aaaadaaaalaah buuuktiiiii ciiiiintaaaakuuu kepadaaaaa…………. mu.” Sambil mencabut kembali pisau yang tertancap itu.

Akhirnya Dani meninggal dalam perjuangannya untuk islam. Doni masih bisa tertawa walau melihat saudaranya bersimbah darah.

“ rasakan… makanya jangan sok alim. Orang tidur diganggu. Tidur itu hak asasi manusia. Baru jadi ketua organisasi islam yang ga asyik itu, sudah berani ngeganggu orang tidur. Hiy.. “
Perasaan bersalah dan senang berkecamuk di dada Doni. Dia bingung apa yang harus dilakukan. Diam sejenak dan mencari-cari ide dalam kegalauan pikirnya. Aha !!!. tubuh Dani yang tak bernyawa itu di gantung di kamarnya. Dia ubah semua kondisi seakan-akan Dani mati bunuh diri. Tak lupa, Doni membuka paksa mulut Dani lalu dimasukkannya dengan minuman-minuman memabukkan yang dia simpan. Parahnya lagi, film-film porno yang dia koleksi dimasukkannya ke dalam sakudan tas si Dani. Semua lengkap untuk membuat opini bahwa Dani mati karena stress dan bunuh diri.
Sudah jam Sembilan pagi ternyata. Doni keluar kamarnya dan pergi ke mesjid dekat rumahnya untuk membersihkan tangannya yang terkena sedikit darah akibat menusuk Dani tadi. Semua sudah bersih

“ wah… aku sudah bisa menghilangkan jejak. Polisi Indonesia yang mata duitan itu pasti ga bakalan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Keluargaku kan bukan keluarga orang berduit. Aku pusing ini. Tidur dulu ah di mesjid” dia berjalan perlahan memasuki mesjid dan tertidur pulas

“ salaam ‘alaikum yaa akhi…. Terima kasih kau telah menusukku dengan pisau itu. Karenamu aku bisa bersama-sama para syuhada di syurga. Perjuangan kecilku untukmu tadi tlah membuatku ada di syurga…. Tobat lah saudaraku!!! Jangan lah berputus asa dari rahmat ALLAH !!!! salam….” Doni terbangun dari tidurnya. Ternyata tepukkan kaum dimesjid itu yang membangunkan Doni.
Doni takut gara-gara mimpinya yang singkat tadi. Tapi entah mengapa dia berkata “ ah, taubat lagi !!! itu cuma mimpi biasa. Mungkin karena aku kebanyak minum tadi malam. Entar aja deh tobatnya. Umurku baru 17 tahun. Perjalanan masih panjang”

Adzan telah berkumandang. “ ah, malas shalat nich. Aku mau ke warnet dulu untuk nge-refresh otak dan OL mpe sore. Besok siang baru aku lapor polisi kalau Dani bunuh diri.heheh. sebelum ke warnet, cuci muka dulu ah…”

Doni berjalan cepat-cepat, padahal minumannya masih mempengaruhi otaknya. Belum sampai menuju keran. Dia tersandung dan kepalanya menumbuk tempat duduk buat wudhu yang dari beton itu. Spontasn, mengalirlah darah dari telinga dan kepalanya. Mungkin tulang tengoraknya retak.
Besoknya, gempar seluruh Amuntai diakibatkan dua kejadian yang sangat luar biasa. Pertama, SEORANG AKTIVIS DAKWAH MENINGGAL AKIBAT MINUM-MINUMAN KERAS, NONTON FILM PORNO DAN AKHIRNYA GANTUNG DIRI. Kedua, SEORANG PEMABUK DIDAPATI MENINGGAL DI TEMPAT WUDHU MESJID RAYA AMUNTAI. Dua berita tadi menjadi headline di AmuntaiPost dan AMTV. Spontan opini masyarakat Amuntai menjadi sangat kagum bahkan mengagung-agungkan Doni. Parahnya, Dani kini dikenal sebagai orang yang sangat dibenci dan diburukkan di seantero amuntai

*Bismillah, semoga yang ane tulis ini bermanfaat bagi ikhwah semua. Rapatkan barisan dan terus berjuang, jangan remehkan kebaikan sekecil apapun itu dan waspada lah terhadap media. Wallau ‘alam

    • akbar
    • Januari 16th, 2010

    wah…sangat menegangkan…ceritanya begitu menggugah…akhirnya itu lho yang tragis banar….subnallah..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: