So sweet .. 10 jempol buat ni akhwat .. ini baru akhwat keren!!!


Oleh Gilang Zulfairanatama Al-Arsyad

begini kali ye akhwat sejati .. hehe
abisnya ini cerita nyata sih ..

MING MING, namanya. “semoga kau memiliki panggilan yg lebih indah, bila bukan di dunia, maka di surga”
“huu .. sok romantis banget sih kamu bang!!” emang gue asli romantis .. (oh ya sekali2 pake ‘gue’ gapapa yah?)
pengen gue bilang bahwa kau lah farasyah (kupu-kupu)

“mahasiswa jurusan akuntansi semester 1, salah satu TERPANDAI di kelasnya ..”

langkah-langkah kecil sepanjang jalan kampus.
warna yg ‘menyejukkan’ untuk hari yg cerah, gamis hijau, yg tertutup kerudung lebar. “mau ke mana ukhti ini?” .. wah siapa yg nanya tuh? –> anggap aja gue ye .. “ihh .. makin ganjen deh abang!!

Langkahnya menuju perpustakaan kampus. tempat kesenangannya .. “kenapa suka banget ma perpus?” –> (anggep aje gue lagi yg nanya ..) “Pernah makan sendal ga bang? Awas klo nanya2 lagi!!

Nih dia jawabnya “ilmu sangat penting. dengan ilmu saya bisa memimpin diri saya. dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.

Seandainya itu gue beneran yg nanya, maka setelah dijawabnya akan gue bilang .. “kok ‘memimpin keluarga’ sih ukh?” hehe
terus bakal gue bilang .. dengan ilmu, kaulah yg kan menjadi ‘madrasah agung’, tempat paling menentramkan bagi anak2mu. Kau begitu mulia, cukup dengan telapak kaki perjuangan. Karena tak seorang pria pun memiliki kedudukan ini: surga di telapak kaki. Tak satu pria pun, demi Allah tak satu pria pun ..!

Hari sudah sore .. langkahnya kini menuju ruangan kecil di sudut kampus. nampak, sahabat-sahabat sholehahnya sudah menanti dg senyum, dan sapaan yg menentramkan “asssalamu’alaykum ..” – “wa’alaykumussalam..“. pengajian yg dinaungi sayap2 malaikat itu pun dimulai. “terbanglah kalian ke surga .. dengan sayap malaikat ini, wahai pendahaga ilmu”

waktunya pulang ke rumah .. nah, di sini ceritanya ..
Langkahnya sudah keluar dari Universitas Pamulang (UNPAM) ini. Ya, lagi-lagi jalan kaki. Dan ingat ‘gamis hijau’. Dan bisakah kau bayangkan bahwa 10 km jarak yg ditempuhnya? Dan kembali ingat ‘jalan kaki‘ …

Digandengnya sebuah karung plastik, dan di setiap langkahnya, plastik bekas minuman dipungutinya. “sungguh luar biasa kau ukhti, sementara gadis berumur 17 lainnya memacu motor dan melempar botol minumnya ke jalan ..” Sekali lagi!  Kau luar biasa ..

“oh iya lupa bilang kalau umur beliau baru 17 tahun ..”

Mobil truk ..
Sopir itu sudah mengenalnya, kemudian dihentikannya truk besar, si raksasa beroda. Yap itu tumpangan, dan Ming-ming dengan sisa-sisa tenaganya, memanjat sisi samping truk yg tinggi itu. Seandainya bisa bakal gue bilang “Adakah kau lelah? Biarlah keringatmu kan menjadi saksi perjuanganmu ..

Kecamatan rumpin, Babupaten Bogor. Di rumah sederhana pinjaman saudara mereka, ibu dan 6 adiknya menanti dengan senyum. Mereka hidup dari botol-botol bekas yang dibawanya. Diserahkannya karung plastik itu, dan mereka bersama membersihkannya. Dari sana mereka hidup dan dari sana Ming-ming kuliah .. “sekarang apa yg bisa kuucap kepadamu ukhti, karena semuanya mengalir lewat butir-butir bening ini ..” — fadldlad-dumuu’a – mencucurkan airmata.

–> mungkin sekarang kau ulat, tapi yakinlah bahwa nanti kau lah ‘farasyah’ ‘kupu-kupu bersayap cantik yg terbang di surga’ <–

Dan yg bisa kubilang kepada pembaca “apakah kau sering mengeluh?” .. “berapa kau tempuh ‘jalan kakimu’?” .. “patutkah kau bilang bahwa kau bersemangat?”

—–> kukisahkan kembali cerita ini dengan sedikit-banyak dramatisasi di sana-sini, insyaallah positif … <—– gilang zulfairanatama

CERITA NYATA : MATAHATI di DAAI TV, 18/8/09 — KEJAMNYA DUNIA di TRANS TV beberapa hari sebelumnya —

tulisan ini terinspirasi dari note nya … (kalo kau ngebolehin aku tuk nulis namamu, baru aku nulis, boleh ga?)
note dia berasal email dari temannya, Eva Octafiani http://evans86.cybermq.com/post/detail/5690/inspirasi-dakwah–%E2%80%9Cakhwat-pemulung%E2%80%9D

    • yuan
    • Agustus 21st, 2011

    subhanallah.. ane juga jalan tapi ga sejauh itu,,
    ini kisah nyata beneran?

    kalo boleh tau, ayah Ming-Ming kemana?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: