Mari Menulis!


oleh Zayed Norwanto

* Kado spesial buat teman-teman mahasiswa. kado verbal yang hanya bisa gue rangkai seadanya dan dengan pilihan kata yang cukup melompat-lompat, tapi semoga menjadi lombatan indah yang mampu melahirkan bermilyar inspirasi untuk beraksi. bakar semangatmu dengan api pemahaman akan sebuah ideologi yang benar dan baik. teriakan, IDEOSPIRIT !!!

“Sejarah Islam ditulis dengan hitamnya tinta ulama dan merah darahnya para syuhada.”(Abdullah Azzam)

Jika anda cukup cerdas untuk menyadari bahwa menulis bukanlah perlombaan, yang pertama kali menulis harus lebih baik dari yang lain, Anda tidak akan menghabis-habiskan terlalu banyak waktu anda untuk mengkhawatirkan tulisan anda sebagaimana anda menulis draft awal (Michael Seiman,2000)

Dan ternyata keyboard loe sekarang yang menentukan islam ada di mana dan bagaimana…
Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya banyak konsep-konsep atau pun postulat ilmu pengetahuan yang baru ditemukan atau malah penyempurnaan dari ilmu sebelumnya. Tak disangka pula, kadang banyak hal-hal yang menjadi beban pikiran para “ilmuwan besar” telah diselesaikan dengan mudah lewat diskusi terbuka ( baca:canda) orang yang notabenenya tidak tahu menahu kalau masalah yang telah ia selesaikan adalah masalah sulit bagi para ilmuwan. Di pikir lebih lanjut, ternyata memang benar. Bahkan kalau kita mengacu kepada historis sains. Banyak penemuan yang tidak disengaja. Contohnya seperti sel volta, struktur benzena, konsep gravitasi dan banyak lagi yang lainnya.

Sedikit pengantar di atas semoga bisa membuat semua semakin paham bahwa ada banyak hal hebat dan penting yang telah dipecahkan setiap harinya. Namun sayangnya semua hal tersebut tidak disadari atau disadari namun hilang begitu saja, tanpa ada kesan yang mendalam. Hal itu semua secara sederhana dapat diketahu penyebabnya bahwa kurangnya kepekaan untuk mengabadikan “penemuan” tersebut.

Dipikirkan lebih lanjut. Tentu betapa ruginya ketika dapat memecahkan masalah ilmuwan besar namun tidak dapat diabadikan. (karena faktanya kemampuan berpikir dipengaruhi oleh lingkungan dan keadaan. Sehingga tidak menutup kemungkinan pada kondisi tertentu seseorang yang bukan ilmuwan mampu menelurkan ide yang lebih brilian dari Einsten sekalipun)

Yang jadi masalah esensialnya adalah kekurangmampuan dalam menulis semua hal penting yang telah ditemukan, baik secara sengaja maupun tidak. Ya, memang menulis adalah tali untuk mengikat ilmu yang telah kita lumpuhkan (baca:kuasai). Sehingga, begitu banyak ilmuwan yang dilupakan oleh peradaban karena ketidakmampuannya dalam menulis ide-ide yang mereka punyai. Malahan, kadang banyak orang biasa-biasa yang mampu menuliskan idenya menjadi dikenal sebagai ilmuwan besar. Bukan meremehkan kemampuan orang tersebut, namun untuk memunculkan fakta yang sebenarnya dan sebagai “pukulan hangat” bagi semua orang yang mempunyai pengetahuan, untuk menulis.

Menulis memang suatu kegiatan yang sebenarnya sangat mudah. Walaupun banyak orang yang mengatakan menulis adalah suatu kegiatan orang intelek saja. Atau menulis adalah suatu efek dari banyaknya membaca. Sebenarnya memang benar, menulis adalah budaya intelek yang memang sudah tidak diragukan lagi minatnya dalam membaca. Namun, agar “kita” yang biasa-biasa ini mampu meningkatkan minat dalam menulis. Dapat juga dilakukan pembalikan mind-set tadi. Sehingga kita dapat menulis tanpa harus dibebani untuk menjadi orang intelek terlebih dahulu. Atau kalau bisa budaya menulis kita, juga dibarengi dengan proses menuju intelektualitas.
Logikanya mudah. Dengan pembiasaan menulis yang ringan-ringan (masalah yang dibahas tidak terlalu kompleks), maka dengan sendirinya akan muncul minat untuk membaca,sebagai modal untuk bahan tulisan yang lebih lanjut.

Dengan menulis yang ringan-ringan dulu. Nantinya akan terbiasa menulis dan akan memahami substansi dari menulis itu sendiri. Selain itu, juga akan ditemukan kenikmatan tersendiri dalam menulis. Secara umum, dengan pembiasaan tadi akan menjadi katalis meraih kemampuan menulis yang lebih baik. Bukan kah practice makes perfect?

Namun yang lebih penting agar tumbuh budaya menulis. Pertama, berpikirlah kalau menulis menjadikan konsep atau gagasan yang ada di kepala kita lebih matang. Karena dengan menulisnya kita akan dengan mudah mengoreksi konsep tersebut, konsep yang selama ini abstrak di kepala. Selain itu, kita akan bisa lebih memahami konsep tersebut dengan komprehensif.

Bermobil Itu Menulis

Selain itu, menulis juga dapat menjadikan otak kita bekerja secara sistematis. Yang akhirnya kita dapat mengetahui pola pikir kita, sekaligus memahami mana masalah yang sederhana dan mana yang masalah perlu pemikian khusus. Bahkan dengan menulis bisa menjadikan kita kecanduan dan akhirnya cinta mati dengan membaca. mengapa? Ibarat mobil adalah proses menulis, maka membaca adalah bahan bakarnya lalu style mobil adalah gaya kepenulisan kita. Lalu kecepatandan ketepatannya adalah rasionalitas kita. Pokoknya menulis sangat banyak manfaatnya.

Lalu apakah kalau ingin menulis harus punya banyak bahan bacaan? Tentu saja tidak. Ada orang bijak mengatakan, “ orang pintar bukanlah orang yang mempunyai banyak buku lalu membacanya. Orang pintar adalah orang yang mempunyai kemampuan membaca kehidupan” sehingga, walaupun bacaan sehari-hari bisa dikatakan pas-pasan. Namun jika menulisnya, akan secara otomatis telah melakukan re-intrepretasi dan melakukan pengembangan terhadap konsep yang sudah dipunyai. Dengan menulis pula, akan mudah menghubungkannya dengan realitas yang ada. Terakhir, kita akan mudah melakukan implementasi.

Jangan Nunggu Mood

“Historia Vitae Magistra.”Pengalaman adalah guru terbaik.
Aku lihat, tidak ada kekuatan yang lebih besar melebihi semangat, tidak ada landasan semangat yang lebih kokoh melebihi keyakinan pada agama, dan tidak ada penjaga keyakinan yang lebih baik melebihi niat yang bersih untuk menuju Allah. Demikian pula dalam menulis kata M.Fauzil Adhim”

Banyak sekali orang diluar sana yang beralasan tidak menulis karena gak mood, padahal dia punya gagasan yang luar biasa. Manusiawi memang ketika melakukan sesuatu itu akan lebih mudah awalnya jika moodnya ada, tapi ternyata mood itu bisa diciptakan. Logikanya mood itu ada karena adanya semangat untuk menulis. Lalu yang jadi permasalah kadang semangat itu pun bisa mengalami fluktuasi. Oleh karena itu perlu adanya pembakar semangat untuk menciptakan mood menulis. Gimana caranya??? eh ternyata semangat itu bisa dibuat atau istilah gue dibuat-buat dengan adanya pemahaman. Pemahaman itu sederhananya adalah pengetahuan akan manfaat menulis dan apa saja yang ingin ditulis.

Sebagai muslim yang banga dengan islam. Tanamkan dalam lubuk hati loe yang paling dalam, loe menulis itu untuk perjuangan terhadap islam. Lalu buatlah anak tujuan dari tujuan inti tadi, seperti loe menulis dengan tujuan mempengaruhi opini publik, ingin mengkampanyekan sesuatu atau juga loe bisa menulis untuk menjadikan loe orang yang bisa mandiri pendanaan ( Gak cengeng coz minta melulu sama ortu, malu sama umur), sehingga dengan menulis ridha ALLAH didapat dan mendapat anugerah didunia.
Sederhananya orang yang lemah akan menjadikan alasan mood untuk tidak menulis dan mencari berjuta alasan lainnya untuk tidak menulis, jika tidak menemukan alasan. Maka orang lemah tadi akan membuat-buat alasan untuk tidak menulis. Alasannya gak punya bahan yang ingin ditulis lah, atau gak punya komputer lah atau sibuk dakwah lah. Ayolah ! Dari MAU tercipta MAMPU. Orang hebat adalah orang yang mampu menguasai moodnya dengan setir pemahaman yang holistik akan urgensi menulis. Kalau gak ada komputer,pena pun jadi. Gak ada mood, ciptakan sendiri. Gak ada media??? wah ini alasan yang kurang intelek bro. Makanya buat media loe sendiri, masih banyak mading yang kosong, masih kurang buletin yang beredar, membuat blog masih gratis lho, kurang media apanya???
gak usah muluk-muluk mencari ide untuk ditulis. Pejamkan mata, maka pikiranmu akan melayang mengkritisi masalah yang ada menghantui konsentrasimu. Tuangkan saja, itu lah JURUS DAHSYAT untuk orang yang ingin menulis. Biarkan logikamu berjalan lebih cepat dari goresan penamu,namun kurangi kecepatan analisis ketika berada pada persimpangan masalah. Pikirkan baik-baik, lalu lanjutkan perjalanan penamu menggores di hamparan kertas.

Orang hebat itu adalah orang yang mampu menyederhanakan masalah rumit agar target sasarannya bisa memahami masalah yang ia tulis dengan mudah. Sedangkan orang yang ingin disebut hebat adalah orang yang mampu memperumit masalah sederhana. Dua pilihan yang mungkin nantinya keduanya perlu dicoba karena pilihan itu tergantung tempat dan waktunya. Namun tetap pada inti perbincangan kita. Tuangkan saja. Tulis saja ide apa yang tersangkut di otakmu.

Menulis Untuk Perubahan

Negara Yahudi Raya yang bernama Israel barangkali tidak akan pernah ada seandainya Benyamin Se’eb alias Theodore Herzl tidak menulis sebuah buku tipis bertajuk Der Judenstaat (Negara Yahudi). Bersama karya fiksinya yang berjudul Altneuland, buku ini menginsirasi jutaan orang yahudi untuk bergerak mendirikan negara Israel dengan merampas hak-hak orang Palestina. Hari ini, ketika hampir seluruh hajat kita dikuasai oleh Yahudi, masihkah engkau sibuk bergenit-genit menulis hanya untuk mendapat tepuk tangan? Sudah saatnya menulis untuk perubahan. Kata M.Fauzil Adhim dalam Inspiring Words For Writers.

Ayolah menulis ! Tak perlu menjadi artikel dan tak perlu ditargetkan hingga menjadi sebuah buku. Menulislah untuk dirimu sendiri untuk langkah awal, nanti bisa menulis untuk menginspirasi orang lain. Sederhananya, KEEP SPIRIT ! Agar menjadi pemuda yang luar biasa, dengan tulis lah jadwal harianmu,lalu lakukan apa yang loe tulis.

Tuangkan saja idemu. Walau goresan penamu belum selincah kawanan tupai yang melompat dan tidak sedalam pemikiran para ilmuwan. Menulis berarti membuat bangunan konkrit dari bahan-bahan material di otakmu. Buatlah bangunan itu hinga loe bisa melihatnya dengan nyata. Menulislah untuk sebuah perubahan. Menulislah agar semangatmu cukup bahan bakarnya, menulislah agar loe semakin haus dengan ilmu pengetahuan.

“Aku tidak melihat mata pisau yang lebih tajam melebihi goresan pena seorang penulis. Maka, perhatikanlah ke arah mana ujung penamu membawa gejolak perubahan.”
Mainkan Penamu

“Kata itu pedang lincahnya menggunakan karena biasa, runcingnya ujung karena terasah, tajamnya ayunan di setiap sisi karena ilmu dan hidupnya jiwa”

Bakar semua alasan untuk tidak menulis dengan semangat dan pemahaman untuk membela islam yang kita banggakan ini. Orang hebat juga dilahirkan dari rahim seorang ibu tanpa adanya pakaian dan pengetahuan. Kita sama-sama start seperti Habiburahman El-Shirazy dan J.K Rowling, mereka juga lahir tanpa membawa laptop atau pena kan?

Tulislah apa saja yang kau lihat, pikirkan sejenak dan mulailah memainkan penamu. Susun huruf demi huruf hingga membentuk untaian kata, lalu bariskan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang mampu membelah suatu permasalahan dengan solusi cerdas.

Kata-kata yang tersusun rapi, dapat menyihir manusia.ia menggerakkan yang diam, dan meredakan yang bergejolak. Karena kata-kata, sebuah bangsa dapat bertikai dengan bangsa-bangsa lain. Dan karena kata-kata pula, pedang yang terhunus bisa masuk kembali ke sarungnya tanpa ada sedikitpun darah yang menetes. Justru sebaliknya, air mata haru yang menghangatkan persahabatan dan persaudaraan.( MFA,Inspiring Words for Writers)

Tidak ada waktu yang jitu dan tempat yang tepat untuk mulai menulis, kecuali SEKARANG. Ambil laptopmu,tuangkan saja !!! kita menulis bukan mengarang.Think Fast,Do First.

*ga ada alasan gak ada media. sekarang kan sudah ada kertas penuh coretan indah, IDEOSPIRIT. yang bersedia menampung aspirasi dan inspirasi agar menjadi aksi. bicara lebih banyak dan bertindak lebih cerdas. daripada tulisanmu basi di kepala dan membusuk di laptop, mending publish aja bersama IDEOSPIRIT. dijamin nama penulis dirahasiakan. caranya ??? tag aja langsung tulisan loe ke Group FORMASI CS. IDEOSPIRIT dah dua kali terbit dan dua kali pula sudah berhasil ngadai acara nongkrong produktif sambil bedah artikel dengan bintang tamu yang top banget. beredar di titik-titik tertentu area FK UNLAM dalam tempo seminggu sekali, jika tidak ada halangan. IDEOSPIRIT !!!Mediaku,Mediamu,Media Kita Semua…. Islam, All about Piece.

sebelum terbit tulisanmu bakal dipoles dulu biar sesuai kode etik.

ProjectManager IDEOSPIRIT : Zayed Ibnu Amuntay,Sp.K
Juru Bicara IDEOSPIRIT : Zainul Si Dewa Histo
KaBag Editor : Adit Warman Si Mafia Pengajian,BSS, BAA
Kontributor Aktif: Semua Cowok Keren PSPD 09,tanpa terkecuali

Spesial Thank:
Recomendator : Irzal sang koti Medizine
Penanggung jawab: Big Bozz FORMASI CS,Fajar Si Jenggot Keren,Sp.HERBAL

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: