Resensi Buku: Al Quwwah Ar Ruhiyyah oleh: N. Faqih Syarif H


oleh Muhammad Saiful Amri

Jamil Azzaini, inspirator sukses mulia, dalam bukunya Tuhan Inilah Proposal Hidupku, menjelaskan bahwa cara pertama yang harus kita lakukan untuk menjadi orang yang sukses lagi mulia adalah dengan meyakini bahwa diri kita adalah masterpiece Tuhan yang tiada duanya. Semenjak dilahirkan dalam hidup ini, kita telah ditakdirkan untuk menjadi pribadi yang istimewa, yang tak memiliki kesamaan dengan pribadi lainnya. Setelah itu, barulah kita akan menjalankan tahap-tahap selanjutnya yaitu dengan menetapkan prestasi terbaik, menjadi expert atau ahli dibidangnya, menyempurnakan kehidupan pribadi hingga akhirnya menyempurnakan lingkungan sekitar.

Hal tersebut sangatlah senada dengan apa yang difirmankan Allah SWT dalam al-Qur’an surah At-Tin Ayat 4, yang menjelaskan bahwa kita (manusia) adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan dalam bentuk yang terbaik dibanding ciptaan-ciptaan Allah yang lainnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan sebuah penelitian Tony Buzan, yang dikutip oleh Faqih Syarif dalam bukunya Al-Quwwah Ar-Ruhiyah, bahwa dalam setiap tubuh manusia terdapat energi atom yang cukup besar untuk membangun kota terbesar di dunia beberapa kali. Mata manusia mampu mendeteksi lebih dari 10 juta warna yang berbeda secara instan. Begitu pula telinga, hidung dan juga mulut yang memiliki kemampuan luar biasa dibanding tekhnologi mutakhir yang paling canggih sekalipun. (Faqih Syarif, 2009)

Lantas, bila kita memang diciptakan dengan potensi yang sangat luar biasa tersebut, mengapa kehidupan yang kita alami berbeda? Ada yang menjadi pengusaha sukses, namun ada juga yang mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Ada yang menjadi orang kaya namun lebih banyak yang menjadi orang miskin. Apa yang membedakan mereka? Jawabannya adalah Motivasi diri.

*****

Buku Al-Quwwah Ar-Ruhiyah pun lahir juga dengan landasan sebuah motivasi. Dalam pengantarnya, Penulis menjelaskan bahwa buku tersebut lahir berkat dua motivasi besar;

Pertama adalah untuk mengetahui mengapa ummat islam terdahulu, sebagaimana dikisahkan dalam kitab-kitab sirah dan tarikh, dapat melakukan hal-hal yang luar biasa bahkan diluar batas kemampuan muslim lainnya, padahal memiliki potensi yang sama. dan Kedua adalah untuk dakwah yang merupakan tugas yang mulia bagi ummat manusia.

Buku setebal 212 halaman ini diawali dengan penjelasan tentang tiga macam motivasi yang dipakai manusia pada umumnya, dalam menjalani kehidupan; yaitu motivasi materi (al-Quwwah ar-Madiyah), motivasi emosional (al-Quwwah al-Ma’nawiyah) dan terakhir dan yang akan dibahas dengan panjang lebar adalah motivasi spiritual (al-Quwwah ar-Ruhiyah). Penjelasan tentang tiga macam motivasi tersebut semakin menarik karena diselingi dengan kisah-kisah yang ada disekeliling kita sendiri.

Pada bab ke-dua, penulis yang sedang merintis pesantren terbuka Fikrul Mustanir tersebut menjelaskan dengan panjang lebar tentang motivasi spiritual (Al-Quwwah Ar-Ruhiyah) yang pada akhirnya mempunyai titik akhir pada lillahi ta’ala (Allah lah segala-galanya). Dan itulah sebabnya, jika kita baca kitab-kitab sirah dan tarikh, ummat islam dapat memenangkan peperangan melawan kaum kafir yang jauh lebih banyak jumlahnya dan jauh lebih baik senjatanya. Begitu pula dengan pahlawan-pahlawan kemerdekaan negeri ini, yang mampu memenangkan peperangan melawan penjajah yang bersenjata lengkap, dengan hanya mengandalkan bambu runcing sebagai senjata. Al-Quwwah Ar-Ruhiyah (Kekuatan Spiritual) telah menjadikan mereka mencintai kematian sebagaimana penjajah mencintai kehidupan.

Dan, pada bab-bab selanjutnya, yaitu bab 3 sampai bab 6, kita akan mendapatkan penjelasan tentang cara-cara melejitkan potensi diri berikut dengan tips-tips yang mudah dipahami dan sangat baik untuk dikerjakan. Kita akan diarahkan untuk dapat memahami potensi-potensi yang ada dalam diri kita dengan cara memahami hakikat kehidupan. Kita juga akan diarahkan untuk menyusun target-target prioritas kita jauh kedepan dengan cara SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Reality-Based, Trackable). Bahkan, kita akan diajak untuk memandang kehidupan dengan sebuah pandangan (paradigma) yang benar, paradigma yang tidak terpengaruh oleh lingkungan tetapi dapat mempengaruhi lingkungan.

******

Sebuah pepatah pernah mengatakan, TIDAK ADA BUKU BARU ATAU BUKU LAMA, yang ada adalah BUKU YANG TELAH DIBACA ATAU BUKU YANG BELUM DIBACA. Karena itulah, membaca buku ini, saya rasa tidaklah menjadi permasalahan yang sangat rumit bagi kita. Selain karena bahasanya yang renyah dan mudah dipahami, ukuran buku yang mini sehingga dapat dibawa kemana-mana ataupun dibaca disaat menunggu ataupun santai, buku ini sangatlah bermanfaat bagi kita.

Terakhir, satu kunci yang saya dapatkan ketika menghadiri Launching buku ini adalah TIDAK ADA MANFAATNYA TANPA ADA PRAKTEK. Lejitkanlah kekuatan diri yang ada dalam diri kita masing-masing untuk menjadi seorang muslim yang benar-benar, dalam bahasanya Fachmy Casofa, inspiratif. Yang memiliki Satu Jiwa namun menghasilkan Sejuta Karya. LUAR BIASA!!!

Judul : Al-Quwwah Ar-Ruhiyah; Kekuatan Spirit Tanpa Batas
Penulis: N. Faqih Syarif H
Penerbit: AlBirr Press

    • Khoirul Arif Rosyadi
    • September 2nd, 2010

    good book..

    • adi UKKI ITATS
    • September 26th, 2010

    assalamu’alaikum ustad..saya sering liat ustad ngisi training, saya pun jadi banyak terinspirasi. terima kasih ustad

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: