Ikhlas Berbuah Ihsan


oleh Budi Permana

Iblis berkata, “Demi kemuliaan-Mu, aku pasti akan menyesatkan mereka(anak-anak adam) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu dari kalangan al-mukhlisin di antara mereka.” (QS Shad[38]:82-83).

Betapa tingginya kedudukan orang-orang yg ikhlas bahkan iblis pun tidak mampu menyesatkan mereka.

Ikhlas bukan sekedar tidak riya atau sum’ah. Tapi lebih dari itu,Ikhlas mengandung konsekuensi yg tidak ringan.

Ketika Ikhlas dalam beramal, yaitu semata-mata karna Allah, Bearti anda harus benar-benar menunjukan amal anda semata-mata dipersembahkan hanya untuk-Nya. Pertanyaanya:apakah sesuatu yg dipersembahkan hanya untuk Allah itu cukup yg biasa-biasa saja, minimalis dan terkesan asal-asalan? atau sesuatu yg dipersembahkan untuk Allah itu sesuatu yg berkualitas, Istimewa dan Optimal?

Ketika seseorang mempersembahkan sesuatu hanya khusus kepada yg dicintainya, ia tentu akan mempersembahkan yg terbaik dan istimewa untuknya; bukan yg biasa-biasa saja, apalagi yg berkualitas buruk. Demikian pula orang yg ikhlas, yg mempersembahkan amalnya hanya untuk Allah, penciptanya; ia hanya mempersembahkan amalan terbaik dan istimewa untuk-Nya. Walhasil ikhlas bearti harus berbuat ihsan, yaitu melakukan amalan terbaik sesuai yg Allah kehendaki.

Ulama memberikan kriteria da’i yg tidak/kurang Ikhlas dalam dakwahnya sebagai berikut:

1. Hanya memberikan waktu sisa bagi dakwahnya.
2.Bermalas-malasan dalam menunaikan tugas dakwahnya; sesekali berdakwah tapi sering kali meninggalkan dakwah.
3.jika mungkin, berusa melemparkan beban dakwah pada orang lain; jika ada kesempatan ia akan berlepas diri dari dakwah.
4.terkesan tidak bersungguh-sungguh dalam merencanakan dan melaksanakan tugas dakwah.
5.Mudah putus asa, bahkan gugur dijalan dakwah , ketika dihadapkan pada berbagai rintangan dakwah.

Semoga bisa menjadi intropeksi kita semua, apakah kita sudah memberikan yg terbaik pada dakwah ini, jika tidak betapa ruginya.Alasanya, karena Allah dan Rasulnya telah menempatkan dakwah pada kedudukan yg terpuji.

Jika para nabi dan Rasul dipuji Allah SWT karena amal dakwahnya, tentu demikian pula orang-orang yg mewarisi amal dakwah para nabi dan Rasul ini.Sebab merekalah sesungguhnya yg berada digaris terdepan dalam meneladani para nabi dan Rasul ini.

Iklan
    • 1924
    • April 3rd, 2010

    luar biasa

  1. Akuahmadjuga
    #akuahmadjuga
    Suka

  2. What a data of un-ambiguity and preserveness of valuable knowledge regarding
    unexpected feelings.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: