Hidup Jangan Tertidur


oleh Budi Permana

Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan ”tertidur.” Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam
keadaan ”tertidur.”

Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu,
tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yangdikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.

Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!

Kemudian,bagaimana kita bisa mengatakan, kita memiliki kesadaran hubungan dengan Allah SWT, sementara kita terhadap perintahnya masih pilih-pilih…

Hanya akan melakukan perintah yg memang telah terkondisi, sedangkan perkara-perkara Allah yg belum terkondisi, masih asing, anda pun enggan untuk melaksanakan…

Misal,Ketika enggannya anda melakukan perintah dakwah, karena asing dimasyarakat bahkan sering mendapat pertentangan, padahal anda tau ini wajib maka anda pun berusaha menetralisir keadaan ini, bisa dengan menimpakan kesalahan kepada orang lain, entah itu teman,orang tua atau lingkungan yang anda anggap karena itu lah anda tidak bisa melakukan perintah Allah. Dan tindakan-tindakan lainnya yg menjadikan anda seolah tidak bersalah…Maka benar-benar merugilah orang-orang seperti ini, yang menyerahkan nasibnya pada keadaan.

Ada pula muslim yg merasa telah kaffah menjalankan perintah Allah, tetapi ketika dihadapkan pada dua atau lebih kewajiban pada satu kondisi, dia tidak menimbang lagi kewajiban mana yang paling utama, yang terpenting kewajiban mana yg memiliki maslahat bagi dirinya. Seperti tenangnya seseorang terhadap pekerjaan yang telah menghabiskan banyak sekali waktunya sedangkan untuk dakwah sedikit sekali… Dia merasa risau terhadap musibah yg menimpa diri,harta atau segala sesuatu yg berhubungan dengan maslahatnya tetapi terhadap sesuatu yg menimpa agama,tidak merasa, dia tidak peduli.

So, bagaimana dengan kita??? Bagi yang seperti itu segera putar haluan dan bertobat sekarang juga!!!

Salam dahsyat penuh antusias, Allahu akbar3X!!!
By 1924

Iklan
  1. hmm… menangkap berbagai fenomena ya 🙂

    • 1924
    • Mei 4th, 2010

    yup, ketahuan ternyata

    • joko sengkono
    • Mei 13th, 2010

    jadin perbutan yang salah itu di luar kesadaran kta ?,,
    atau kita sedang tidur ?”

    bagaimana cara mengatasinya ?”’

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: