Lulus Sekolah Trus Kuliah?


oleh Gilang Zulfairanatama Al-Arsyad

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaykum

EMAK, ANAKMU LULUS SEKOLAH !

Saya ucap ‘selamat ya!’ Ujian Nasional, Anda lewati dengan begitu gilang-gemilang.

Reality show paling mengharukan, yang menyejarah. Anda benar-benar disaksikan dunia. Ketika sebagian manusia yang merasai kebebasan itu diliputi tangis kebahagiaan. “Anda tidak mengulang” Mengharukannya pelukan hangat dari sahabat terkental, ayah-ibu terkasih, adik terimut, kakak terbijak. Semua mengadu airmata. Sayang.

Anda bersyukur atas cinta-Nya yang mengalir ke dalam jiwa. Karena Anda lah muslim. Muslim yang berbahagia dengan setiap sayap cinta yang Anda punya. Menerbangkan ke surga. Menyadari umat inilah yang namanya pemenang! Ketika kumandang adzan menggetarkan lantunan indah “hayya alal falah” Marilah menuju kemenangan. Bahkan, ketika Anda baru terlahir dengan tubuh kecil merah. Lalu Ayahanda membisiki lembut telinga mungilmu “Hayya alal falah” Ya, Anda umat muslim. Umat pemenang!

Tapi kontras juga ya. Sebagian dengan euforia yang hiperbola. Ah, lebay! Melukis seragamnya dengan lecutan-lecutan semangat jiwa muda. Berpawai hingga tiap mata memandang dan mengerti makna kebebasan setelah lima hari dipenjara sekolah. Memeriahkan diskotik dengan aksi pergaulan bebasnya. Menghiasi jalan-jalan dengan perhiasan terindah dunia. Wanita. Wah, lebih baik jangan wanita deh, tapi cewek aja. Yah!

Wanita kan lebih anggun. Dengan feminisme, yang begitu lembut menggambarkan citranya. Visualisasinya. Hehe. Saya cukupkan di sini saja ya. Daripada hidung jadi mimisan. Dalam komik Naruto, mimisan itu sering dialami sama cowok gombal. Nah, saya tidak mau Anda seperti itu. Hehe.
Inilah reality show yang kontrasnya bukan main. Bahkan, ustadz Abay abu Hamzah pernah mengomentari

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia …” (Ali Imran: 110)

Dongeng yang luar biasa, katanya. Hehe

Eh, daripada ayat itu putus. Mari kita baca sedikit lanjutannya

“…(karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah …”

Nah, umat terbaik ternyata punya syarat yang luar biasa bukan. Mungkin sebagian mereka lupa? ‘I dont know’ aja deh. Tapi, sekarang sudah diingatkan kan. Nah, tidak ada lagi alasan yang harus dicerocoskan. Hehe.

KULIAH DI MANA YA?

Menarik juga ya. Eh, saya teringat serial drama korea Full House. Ending yang bahagia yah. Gimana dengan ujian nasionalnya? Mudah-mudahan happy ending juga ya. Nilainya bagus kan.

Setelah ujian nasional menamatkan episodenya. Anda kok vakum dari kegiatan apapun. Menunggu selama seminggu saja rasanya sudah jenuh. Pun Squidward yang mengulang-ulang pekerjaan yang itu-itu saja di komplek perumahan Tentacles.

“Ga sabar lagi pengen kuliah nich.”

Nah, Anda harus menikmati beberapa tes ujian masuk. Asyik kan. “Mendebarkan banget,” katanya. Hormon adrenalin yang terpicu begitu banyaknya oleh semangat jiwa muda.

Ngomong-ngomong adrenalin. Saya jadi teringat ‘Muslim Drenalin’. Wadahnya anak muda gaul kreatif yang islami, insya Allah.

Ya, di mana pun Anda kuliah. Lalu mulai menulis cerita baru pada lembar-lembar kosong kehidupan. Cerita Anak Kuliah, barangkali namanya. Mendaftarlah di Unit Kegiatan Mahasiswa yang menggerakkan hati. Menjalani jalan indah bersama tuntunan lembut Islam.

Mulailah mendakwahkan islam. Rahmat-Nya itu sungguh besar. Bahkan, untuk seluruh alam semesta. Dakwahkan bersama manusia-manusia berhati lembut di organisasi perkuliahan ini. Maka, selamat! Jadilah Anda bagian segolongan umat yang dicintai dan beruntung ini. Cihuy!

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran 104)

Ah, saya kan kuliah di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin. Saya kasih tahu sedikit ya.

Angkatan Muda Baitul Hikmah (AMBH), memakmurkan masjid kampus, dan apa salahnya afiliasi itu Anda sumbang ke sini. Luar biasa …

Pun Forum Studi Al-Quran (FSQ) di fakultas ekonomi. Anda mau kan negeri ini bebas korupsi? Wah, asyik sekali di sini. Ekonomi Islam kan menyejahterakan dan meratakan kasih sayang ke jiwa umat.

Pun Forum Studi Islam (FSI Al-Furqon) di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Indah kan seandainya pengajar itu berakhlak mulia. Siswa pun meneladani ustadnya kan? Romantisnya …

Pun Kelompok Studi Islam (KSI Al-Mizan) di fakultas hukum. Wah, namanya saja Al-Mizan. Yuk, buat timbangan itu seimbang dengan keadilan Islam. Rindu kan indahnya keadilan.

Nah, saya cukupkan.
Alhamdulillah
Jazakumullahu khayran
Jazakillahu khayran
‘Afwan jiddan
Wallahu ‘alam

Wassalam!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: