Tips Belajar


oleh Gilang Zulfairanatama al-Arsyad

Belum sempat tersampaikan di forum Muslim Drenalin

1. Sistem yang mengekang wawasan, karena Anda dituntut waktu dan bukan pemahaman.

Anda belum paham yang ini. Eh, tahu-tahunya waktu habis dan Anda dituntut untuk mengikuti tahapan selanjutnya tanpa memahami pelajaran sebelumnya.

Nah, untuk menanggapinya, kita lihat fakta saja yuk …

Bukankah pengangguran paling banyak itu adalah sarjana? Lapangan yang direbutkan sarjana itu cuma sekian persen lho … Saya lupa berapa. Maaf ya …

Nah, lapangan yang lebih dari 50% itu dikuasai pengusaha. Apakah pengusaha itu lulusan sekolah? Pada faktanya “ga juga tuch!”

Pelajarannya, silakan kawan-kawan mempelajari skill-skill di luar teori-teori sekolah. Salah satunya, di ekskul bukan? Anda akan belajar sesuatu yang tidak Anda dapatkan di kelas-kelas sekolah Anda.

2. Belajar dari keteladanan Rasulullah

Ah, Rasulullah, yatim seketika. Sesaat kembali ke asuhan ibunda. Hanya sesaat, lalu ia piatu. Sang kakek membawa kanak-kanak ini ke inner circle pemerintahan Quraisy. Itupun, lagi-lagi tak lama.

Hingga ia dibawa berkenalan oleh paman termiskinnya ke dunia nyata; menggembala kambing untuk melanjutkan hidup. Jauh dari hingar-bingar politik, tapi imajinasinya membangun sebuah ‘kepemimpinan’ pada kambing-kambingnya seperti yang ia saksikan saat kakeknya mengelola Makkah.

Di usia 12 tahun, ia menjadi ‘manajer unit usaha internasional’ Abu Thalib sampai ke Syam.

Usia 20-an menjadi pengelola utama bisnis besar yang diinvestasikan Khadijah.

Dia, enterpreuner dengan sifat nabawi: shiddiq (jujur), amanah (kapabel), fathanah (smart), & tabligh (informatif); sifat-sifat yang kini dirujuk teori enterpreneurship modern.

Begitulah penjelasan Ust. Salim A. Fillah

Bukankah Rasullah itu ummi, tidak bisa baca tulis? Nah, di sini kuncinya. Kita tahu. Dunia mengakui kepemimpinannya. Bahkan menduduki peringkat tertinggi, manusia paling berpengaruh sepanjang zaman. Ah, luar biasa …

Nah, kalau saya lanjutkan, bisa bertahun-tahun saya menceritakan keteladanan luar biasa ini. Cukup di sini saja ya …

3. Berusaha & Bertawakal

Bukankah ketika seorang Badui datang dengan kudanya, kemudian masuk masjid. Rasulullah bertanya “Apakah kudamu sudah diikat?” “Belum, ya Rasulullah, aku bertawakal kepada Allah” Nah Rasulullah dengan kasih sayangnya yang mempesona mengajarkan “Ikat dulu kudamu di penambat, baru setelah itu kau bertawakal” Nah, cukup sederhana kan keteladanan ini? Silakan kawan-kawan bayangkan, bila hal sederhana saja, kita harus berusaha. Apalagi hal-hal besar yang menanti actionnya kawan-kawan!

4. Anda kan Turunan Pintar

Ingat teori Darwin. Manusia itu keturunan siapa katanya? Monyet kan?

Nah, jangan mau termakan teori itu ya …

Bukankah ketika Nabi Adam diciptakan. Iblis diusir dari langit karena kesombongannya. Malaikat pun sujud padanya atas perintah Allah.

Bukankah ketika Allah menanyakan nama-nama benda. Para malaikat tidak bisa menjawab. Tapi, Nabi Adam mampu menjawabnya.

Nah, ini baru nenek moyang Anda semua … Anda turunan pintar. Lihat Al Isra 70. Tidak saya tuliskan. Biar Anda mau lihat. Gapapa ya. Hehe

5. Waktu paling Konsen buat Belajar

Kondisi beta – inilah kondisi otak saat Anda aktif. Menerima berbagai informasi. Ah, luar biasa. Tapi tentu saja, Anda tidak fokus saat itu. Terlalu banyak informasi

Kondisi Alfa – inilah konsentrasi saat Anda santai. Keadaan begitu tenang. Anda hanya fokus pada satu materi. Materi itu Anda serap dan merangkainya hingga membentuk jalan-jalan sistematis. Saat inilah waktu paling mesra untuk berduaan sama yang namanya belajar. Hehe

Kondisi theta – bermimpi dan memproses informasi

Kondisi delta – dalam keadaan tidur nyenyak

6. Masuk ke Kondisi Alfa

– Duduk tegak di kursi

– Tarik napas dalam

– Pejamkan mata dan bayangkan tempat yang damai. Biarkan pikiran Anda berjalan ke suatu tempat yang membuat Anda merasa tenang dan damai. Inilah tempat spesial di pikiranmu. Lakukan selama beberapa menit agar tempat spesial tersebut tetap di pikiranmu.

– Buka mata dan mulailah membaca

Ah iya, hampir lupa. Ketika gerak tubuh malas-malasan, maka otak menerjemahkan sebagai rasa bosan. Ketika Anda berbaring, maka otak menerjemahkan sebagai “Saatnya tidur” dan mengeluarkan zat kimiawi yang membuatmu mengantuk. Nah!

7. Rahasia Sukses Muslim

Nah, lebih baik kita bertanya pada ahlinya. Berapa jam tidurnya sehari? Ngapain begadang? Bila pertanyaan ini terjawab. Silakan ambil hikmahnya

Ah, pernah dengar lagu edcoustic “Masa Muda” judulnya. Siapa tahu ada pelajaran yang bisa kita ambil dari lirik-lirik bersemangatnya. Nah, coba saja cari lagu-lagu Islami.

8. Tips-tips Belajar

Pertama – tanyakan apa manfaat yang kuperoleh bila kubaca ini? Nah! Ketika kita mengetahui manfaatnya, maka otak kiri akan mengeluarkan senyumnya. Fungsi logikanya sudah terpenuhi euy!

Kedua – tulis hal-hal berharga tadi

Ketiga – memorizing/ingat

Keempat – libatkan emosi; contohnya, bukankah kata Rasul, orang beriman yang membaca Alquran, maka tubuhnya kan harum seperti buah utrujah. Nah, imajinasikan saat Anda membaca Alquran, tubuh begitu harum dan manis.
Nah! Saat imajinasi berjalan itulah maka giliran otak kanan yang tersenyum. Bukankah fungsinya terpenuhi ketika visual itu tergambar jelas di dalam pikiran.

Kelima – diulang-ulang; practice makes perfect

Keenam – buatlah menjadi akrab. Saya ingat ketika Ustad Abduh mengajari bahasa Arab. Ada tips yang beliau berikan. Tulis kata-kata Arab kemudian tempel pada tempatnya. Di buku kita tulis “kitabun”, pada gambar kupu-kupu, kita tempel saja kata “farasyah”. Nah, menjadi akrab bukan?

  1. nice post🙂

    -zaldi- / FMIPA / sistem komputer / universitas andalas

    • joko sengkono
    • Mei 13th, 2010

    boleh jga, thanks ne thiipsnya insyaallah
    bisa bermanfaat bgi saya dan teman teman saya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: