JALAN PARA PEMBERANI


oleh Abdurrahman Ardhi

Sebelum Rasulullah SAW diutus dunia arab berada di zaman kegelapan, mulai gaya hidup yg permisivism-barbarianisme hingga keyakinan paganisme. Pada awalnya Makah adalah menganut agama tauhid yg di bawa Nabi Ibrahim As, namun seiring berputarnya roda zaman keyakinan tauhid ini mulai terabrasi dan terkotori dgn ke syirikan.

Setelah beratus tahun berada dalam the dark age diutuslah seorang Muhammad SAW sebagai pembawa obor revolusi yang membawa bangsa Arab dan dunia menuju zaman renaisanse jauh sebelum Eropa mendeklarasikannya. Saat menerima wahyu pertama Rasulullah SAW menyeru orang-orang terdekatnya untuk bergabung dan bersama dalam komunitas perlawanan yang beliau pimpin, namun ini masih bersifat underground. Sahabat yang tergabung dalam komunitas ini beliau meng-internalisasikan aqidah dan ideologi Islam sebagai senjata perlawanan, dan beliau bentuk aqliayah dan nafsiyah para sahabat sebagai bekal perjuangan. Sehingga terciptalah manusia-manusia radikal, ideologis dan revolusioner.

Kemudian datanglah perintah Tuhan agar Rasulullah SAW menyampaikan Risalah nya secara terang-terangan.

sampaikanlah olehmu secara terang-terangan apa saja yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik” (TQS.Al Hijr:94)

Rasulullah SAW dan komunitas nya pun terjun kemasyarakat untuk menyampaikan risalahnya, melancarkan propaganda, melempar wacana, dan membuka ruang diskusi-diskusi terbuka. Komunitas ini melakukan perang pemikiran. Merekonstruksi aqidah Islam, dan merekonstruksi pemikiran sesat dan melawan tatanan sosial yang membusuk dizamannya. Mulai dari menyeru kepada Al Islam, menjelaskan kebodohan paganisme masyarakat Quraisyi, Melawan perekonominan yang bersifat eksploitatif, melawan segala bentuk penindasan terhadap proletar dan buruh, mendeklarasikan egaliterian dan melawan segala bentuk diskriminasi sosial terhadap kaum wanita.

Dalam kamus perjuangan Rasulullah SAW tidak didapati kata kompromi, walau konsekuensinya harus merenggang nyawa karenanya. Fase berat ini beralangsung selama 13 Tahun kenabian Muhammad SAW, selama ini pula penguasa kafir Makah memproklamirkan penolakan. Mereka sangat faham apa yang dibawa Muhammad, seandainya Rasulullah SAW hanya menyeru kepada ritual, spiritual, seremoni, dan moralitas belaka niscaya para penguasa Quraisyi akan menerima dengan tangan terbukan tanpa harus melakukan resistensi. namun apa yang dibawa Rasulullah SAW bukan hanya itu, Rasulullah SAW menawarkan sebuah Revolusi total terhadap Aqidah dan tatanan sosial. Dan hal ini akan menghancurkan eksistensi kekuasaan mereka.

Untuk tetap mempertahankan eksistensi, kekuasaan, dominasi dan status quo di masyarakat merekapun menghalalkan segala cara. Awalnya mereka menawarkan langkah kompromis agar Rasulullah SAW mau berhenti menyampaikan ajarannya, langkah itu adalah menawarkan kekuasaan dan mengajak Rasul untuk bergabung dengan parlemen jahiliyah, juga tawaran harta dan wanita. Namun semua itu ditolak Rasulullah SAW dengan tegas tanpa kompromi.

Demi Allah, Andai Saja Mereka Bisa Meletakkan Matahari Ditangan Kananku, dan Bulan di tangan Kiriku, Lalu Mereka Memintaku Untuk Meninggalkan Urusan Ini (Islam), Maka Demi Allah, Sampai Urusan Ini (Islam) di Menangkan Allah, Atau Aku Harus Binasa Di Jalan Nya, Aku Tidak Akan Meninggalkan Nya”(HR.Ibn Hisyam).

Saat strategi kompromis kaum Quraisyi gagal total, mereka melancarkan strategi murahan seperti fitnah dan cacian murahan yg mengatakan Muhammad adalah peramal, penyair hingga penyihir kejam dan mendistorsi segala ajarannya, semua ini dilakukan agar masyarakat takut, menjauhi dan mendustakan ajaran yang di bawa Muhammad SAW. Ketika trik fitnah ini tidak efektif untuk menghentikan langkah perjuangan Rasulullah SAW dan pengikutnya, mereka mulai menggunakan tindakan-tindakan kotor dan represif. Penyiksaan demi penyiksaan terhadap Rasulullah SAW dan para sahabat, hingga puncaknya rencana untuk membunuh Muhammad SAW. semua dilakukan hanya dengan satu harapan agar Rasulullah SAW menghentikan dakwahnya.

Jadi apa yang terjadi pada aktivis Islam hari ini bukanlah hal yang baru fitnah, garis keras, ekstrimis hingga teroris. Juga dialami Rasulullah SAW dan para sahabat hanya saja dalam bahasa yang berbeda, jika dulu Rasul dikatakan penyihir kejam, untuk saat ini kata itu telah diganti dengan teroris. sementara penyiksaan jauh lebih dulu dialami Bilal, Yassir, Abu Dzar al Ghifari bahkan Rasulullah SAW tidak bebas dari penyiksaan.

Perlawanan Rasulullah SAW dan komunitas nya terus berlangsung. Fitnah demi fitnah, penganiayaan demi penganiayaan, hingga pembokotan hanya menjadikan sahabat sebagai manusia-manusia hebat dan tahan banting, walaupun sempat hampir frustasi karena kemenangan tak kunjung datang, namun itulah cara Allah untuk melihat siapa hambanya yang berhak untuk meraih title Mukmin

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.(TQS.Al Ankabut:2-3).

Namun Allah juga memberi kabar gembira sebagai asupan semangat bagi para generasi Awal ini disaat mereka hampir frustasi “Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”(TQS.Al Baqarah:214).

Shadaqallah benarlah semua janji Allah, bahwa kemenangan Islam dan kaum muslimin itu keniscayaan, seiring berjalannya waktu kondisi dakwah yg sudah tdk kondusif dan terhimpit datanglah kabar gembira dari negeri yatsrib, dua kekuatan besar suku Aus dan Khazraj menyatakan ke Islamannya dan memberikan kekuasaan, harta bahkan nyawa mereka untuk Allah dan Rasul-Nya.
Dan dari perantaraan mereka inilah kemudia tegak Daulah Islam pertama di Madinah, sebuah institusi penegak hukum-hukum Allah, institusi pembebasan, penjaga harta, darah dan kehormatan manusia, sebagai rahmat bagi siapa saja yang bernaung di bawah panjinya, negara yg menghidupkan pengetahuan dan membawa manusia kepada perababan yg cemerlang.

Negara ini bertahan selama 13 abad, membentang 2/3 dunia menembus batas-batas territorial benua, menyatukan manusia dengan akidah tanpa melihat bangsa, ras, hingga warna kulit. Dari Jazirah Arabiyah hingga Indonesia. Nagara itu adalah “DAULAH KHILAFAH ISLAMIYAH”

Namun saat ini semua tingga sejarah kawan, Khilafah telah tiada ibu kita telah dibunuh. Negara yang dipertahan kan dengan darah dan air mata para mujahidin telah diporak-porandakank kafir laknat. Karena itu Tugas kita hari ini adalah melakukan perjuangan total untuk mengembalikannya.

Teruntuk kalian yang telah mengucakan Syahadat bergabunglah kawan dalam perjuangan ini, isilah shaf-shaf kosong. Sesungguhnya perjuangan ini indah kawan, inilah jalan kita, jalan pewaris risalah Ambiya, inilah jalan menuju syahid, dan inilah jalan untuk melihat wajah Tuhan mu……………….
Namun jalan ini terlalu sepi untuk para penakut, dan terlalu berbahaya untuk para pengecut….jalan ini hanyalah jalan untuk para pemberani!!!!
Untuk kalian para pemberani kami tunggu kalian. Disekitarmu ada hal yang tersembunyi, ada cita-cita yang indah, dan ada masa depan cerah dan kemenangan yang indah!!!! ALLAHU AKBAR

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: