DEBAT BERANI BICARA TVRI Yogyakarta, Adakah Provokator ke-3 dalam Konflik RI-Malaysia


Mafahimcenter – 14 September 2010, Hizbut Tahrir Indonesia DPD I DIY berkesempatan memenuhi undangan TVRI stasiun Yogyakarta untuk menjadi salah satu narasumber (kubu) dalam program BERANI BICARA. Sebuah tayangan dalam format debat, yang mengangkat tema “Adakah Provokator ke-3 dibalik Konflik RI-Malaysia”. Hadir sebagai lawan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) DPC Yogyakarta.
.
HTI DPD I DIY mempertahankan wacana ada provokator dibalik konflik kedua negara, yakni nasionalisme dan ikatan nation state warisan penjajah kolonial yang membelenggu dan menyekat kedua negara sehingga terus saling berseteru dan bermusuhan, selain juga adanya hembusan intervensi yang kuat dari multinasional korporasi (MNC) dibalik kedua negara yang memiliki kepentingan dengan sumber daya alam di perbatasan kedua negara.
.
Sementara kubu GMNI berpendapat tidak ada provokator ke-3 dibalik isu ini, murni Malaysia sebagai pihak kedualah sumber masalah dari konflik ini. Nasionalisme dan ide nation state yang menjadi pengikat kedua negara harus tetap dipertahankan karena itulah warisan para founding father, kendati sama-sama berumpun melayu dan mayoritas beragama Islam.

Kendati berseberangan dalam ide dan solusi, satu yang menjadi kesamaan kedua kubu, yakni sama-sama mencintai bangsa ini dan menentang kolonialisme (intervensi) yang ada dibalik konflik yakni kepentingan asing dengan multi nasional korporasi. (RA/150910)
—————————————————————–
Berikut rekaman tayangan (MP4, 53 MB, server MEDIAFIRE.com) dapat anda download di link berikut ini
.
.
.
—————————————————————–
Untuk rekaman audio (MP3, 6.2 MB, bitrate 32kbps, server myfreefilehosting.com) dapat anda download disini
Iklan
  1. Konflik antara Indonesia dan malaysia adalah murni provokasi dari Malaysia itu sendiri, dan apa yang dilakukan oleh Indonesia adalah bukti rasa Nasionalisme yang tinggi, persoalah halafiah yang dimaksudkan oleh HTI adalah system pemerintahan dan bukanlah sebuah Faham Kebangsaan. perlu kita pahami bahwa Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. jadi seatu pemerintahan yang menganut system hilafah pun pasti memiliki rasa Nasionalisme,, sebab kalau Nasionalisme itu tidak dimiliki oleh suatu bangsa maka bangsa itu siap menyerahkan bangsanya kepada kaum kolonialisme. Hidup GMNI..

    • Anda mengatakan “Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara”. Pada faktanya definisi bangsa sendiri sangat absurd. Silakan simak http://ceramahideologis.wordpress.com/2011/11/30/membongkar-mitos-mitos-nasionalisme-ust-titok-priastomo/

      ini makalahnya http://titokpriastomo.wordpress.com/2012/05/23/asal-usul-bangsa-indonesia-benar-benar-alami-ataukah-hasil-rekayasa/

      Anda juga mengatakan “kalau Nasionalisme itu tidak dimiliki oleh suatu bangsa maka bangsa itu siap menyerahkan bangsanya kepada kaum kolonialisme”. Pada faktanya justru nasionalismelah biang kolonialisme. Penjelasannya begini:

      1. Kita sepakat Nasionalisme adalah faham yang meninggikan kecintaan pada “suku” dan “bangsa” di atas segala. Tiada ikatan tertinggi selain nasionalisme bagi para nasionalis. Atas dasar pandagan inilah, bangsa-bangsa terdahulu melakukan ekspansi ke bangsa lain dalam rangka memperluas kekuasaan dan memperoleh kekayaan. Belanda, Prancis, Inggris, dan negara lain, tidak bisa dipungkiri semangat “ingin superior di atas bangsa lain” adalah motivasi mereka. Secara singkat bisa disimpulkan, JUSTRU NASIONALISME BIANG KOLONIALISME

      2. Nasionalisme juga muncul karena kolonialisme. Apa yang menyebabkan orang2 di kalimantan bagian utara tidak bisa disebut bangsa indonesia? Kenapa orang2 di papua timur tidak termasuk bangsa indonesia? Kenapa singapura tidak termasuk bangsa Indonesia? Alasan logis apa yang memisahkan mereka? Ternyata yang memisahkan mereka cuma masalah sepele, yaitu latar belakang siapa penjajah mereka. Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan bag Selatan, Maluku, Nusa Tenggara, Irian Barat, adalah bagian pulau yang KEBETULAN dulu dijajah Belanda. Yang sekarang disebut sbg Malaysia dan Singapura adalah bagian yang KEBETULAN dulu dijajah INGGRIS. Sedangkan Irian Timur adalah bagian yang KEBETULAN dulu dijajah Portugis. Kenap hal2 sepele ini memisahkan kita? >>> Jawabnya karena kolonialisme, yang karenanya lahir Nasionalisme. Maka Nasionalisme adalah konsep yang absurd dan tidak layak menyatukan dan memisahkan manusia.

      Segitu sajalah….. semoga Allah beri taufiq buat kita semua.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: