Sehelai Diaryku (wajar)


oleh Zayed Norwanto

Hentakan jarum jam yang terus berjalan kedepan tanpa mau menungguku yang masih bingung akan kemana putaran ini. Terus berjalan seperti argo yang terus bertambah tatkala taksi berjalan, lagi-lagi walau arah tersebut belum jelas.

Hmmmmmmm…..

Kurebahkan kepala ini menikmati alunan Thufail yang terus membahana, merangsang otak kanan yang katanya Guyton dan pencetus ‘multiple integence’ (kutulis juga mungkin gak tahu.hehe) untuk musical tapi liriknya terus menggrogoti logika. Benar-benar music fantastic, otak kanan-kiri terhantam olehnya. Sorry, aku gak pernah sudi music-musik jalanan mengganggu stabilitas otak dan memoriku. Walau pun ada yang bilang,wajar, untuk anak remaja suka lagu cinta-cinta, gombal-gombal, ungu-pink sampe lagu-lagu biru yang membuat orang mendengar makin ngeres.

wajar, namanya juga remaja.

Wajar, namanya juga mahsiswa

Wajar, kita juga butuh hiburan

Tulisan ini aku buat untuk sedikit berbagi kegundahan hatiku setiap kali membuka mata dan menghirup udara ini. Bukan untuk mengkritisi kewajaran yang sudah menjadi alibi perbuatan itu boleh dan baik dilakukan. Bukan pula untuk tidak setuju dengan pendapat umum yang sudah memasyarakat karena aku yakiin mereka juga mikir sebelum bertindak.

ini kisah zayed yang sedang berbicara dengan zayed,juga didengarkan zayed-zayed yang sedang asyik nulis, baca buku, ngehafal qur’an, ngulang textbook kedokteran dan bercanda.

Berawal dari selasa kemarin, saat notebook,harddisk,uang,marketing-plan,baju, pokoknya satu tas ilang di sebuah mesjid di Banjarmasin. Mungkin aku yang kurang wasapada saat shalat berjamaah itu. Jujur, semua itu cukup membuatku sedih dan mencoklatkan hatiku. Oke notebook hilang gak apa, datanya itu lho. Belum lagi buku terbaru yang sudah mencapai enam bab,dikit lagi selesai. Klo boleh ku taksir, total kerugianku adalah satu milyar !!!

Bayangkan, tas sudah kututupi jaket. Di belakang ada shaff shalat ibu-ibu tanpa tirai. Di barisan paling belakang ada polisi yang sedang shalat. Di teras mesjid, ada cewek yang lagi duduk-duduk, mungkin lagi dapet. Pokoknya dibenakku lokasi 100% aman. Dengan santainya aku menyetir kaki untuk shalat berjama’ah. Tapi tetap, dengan segala kejeniusan dan perhitungan yang mantap. Tas ilang seketika tanpa satu orang pun yang tahu. Luar biasa cerdas, kataku mengagumi si pencuri. Salahnya, sebelum mencuri dia gak minta izin dulu dengan aku. Klo minta izin mungkin ku kasih dengan syarat, datanya tolong copykan atau tolong selesaikan bukunya.

“wajar, di sini memang sudah sering hilang” kata si kaum dengan serius padaku. Sambil menceritakan pengalamannya dalam membekuk dan mengamati modus pencuri-pencuri yang pernah praktek di sini.di pikiranku, kayaknya memang betul ucapan bapak ini karena secara geografis mesjid tersebut dekat dengan terminal pal 6. Lalu ku bilang pada bapak itu “wajar ya pak, soalnya dekat terminal juga”. Bapaknya berkomentar panjang membenarkan statementku.

Berlagak seperti conan, langsung aku meneliti sekitar mesjid. Dari tong sampah ku acak-acak, WC yang kumasuki satu-persatu, atap mesjid yang ku tengok, kamar bawah tangga yang kulihat sampai lapor polisi setempat kulakukan. Namun tetap “anda belum beruntung”.huft…

Bapak kaum berkata”wajar, kemiskinan itu dekat dengan maksiat”. Betul jawabku, fakir dan kafir memang dalam satu suku kata. Semoga yang ngambil itu gak sengaja ngambilnya,emanng bisa. Hebat nian ujian atau peringatan bagiku kali ini. Namun, di balik kesusahan pasti ada kemudahan.

*aduh yed, gituan aja ilang sedih banget. Mush’ab bin umair rela meninggalkan kemewahan dan borjuismenya untuk islam. Abdurrahman bin ‘auf rela mendonasikan triliyunan rupiah untuk islam. Alah, segitu aja sedih. Buku ???? tulis lagi donk. Namun gak ada kata wajar masalah benda yang ilang, di mesjid lagi. Gak wajar.gak wajar. Mau dekat terminal atau engga, itu gak wajar.

Berganti hari. Aku dapat info tidur ideal itu delapan jam. Hal itu wajar supaya tubuh tetap fit dan aktivitas maksimal. Semakin wajar lagi apabila kita beraktivitas banyak di siang harinya. Opini itu didukung dengan jrnal-jurnal ilmiah dan lain-lain katanya.

Tidur delapan jam baik untuk mengasah kecerdasan. Itu wajar saja karena otak perlu istirahat setelah beraksi seharian. Tidur delapan jam sangat baik, itu wajar karena bias memberikan waktu yang cukup agar otot-otot bisa merefresh kembali kekuatannya.

Apalagi saat liburan ini. Sudah saatnya melepas kepenatan dalam belajar dan bekerja. Jangan bebani diri dengan kegiatan yang memerlukan energy banyak untuk berpikir. Wajar, klo kita tidur lebih banyak agar kedepannya lebih baik

*alah, jurnal dari hongkong merekomendasikan tidur delapan jam. Dihitung-hitung delapan jam itu sepertiga hari. Aduh yed, mubazir banget waktu kamu klo delapan jam untuk tidur. Gak ada bukti ilmiahnya delapan jam itu ideal. Gak ada hubungannya delapan jam dengan kecerdasan. Maksimalkan hidupmu. Minimasi waktu tidur. Tingkatkan produktivitas. Mau libur atau engga, menuntut ilmu itu tetap wajib. Tidur delapan jam itu gak wajar. Liburan bukan berarti gak ada kegiatan, klo nganggur pas liburan itu namanya gak wajar. Aduh yed, mikir donk. kewajaran umum tidak selalu wajar bagimu.

Hari ini dapat banyak info lagi, info yang masuk lewat mata dan kadanga menyelinap ke telingan dengan indahnya. Sms gratis !!! sms 0,1 rupiah !!! buruan kirim 10 sms. Ayo cepat. Saatnya ngesms banyak orang, mumpung gratis. Saatnya sms-an, mumpung gratis. Ayo, sms-sn itu yang cerdas. Tunggu apa lagi, penjet tombol hpmu sedalam-dalamnya. Wajar lah, manfaatkan moment ini. Ayo mumpung gratis tis tis tis.

Temanku bilang, tunggu apalagi yed. Sms deh sepuasmu,ini namanya memanfaatkan momentum.

Belum lagi, facebook-an gratis tis tis tis.

Dah add orang sebanyak-banyaknya. Eksiskan statusmu. Lemparkan jarring seluas-luasnya. Biarkan semua orang tahu klo kamu juga punya facebook. Kamu bisa komen sana, komen sini dank omen situ. Sambil tiarap, sambil berbaring, sambil jongkok, sambil makan dan ada juga lho yang katanya sambil ### di toilet masih facebook-an. Ini namanya cerdas memanfaatkan waktu dan jenius dalam melihat kesempatan. Kesempatan tak dating dua kali lho.

*buka mata yed. Gratisan sih boleh dimanfaatkan. Udah tidur delapan jam, sms-an dan facebook-an pula. Wajar, mumpung gratis tis tis. Hahaha, zayed zayed. Itu namanya gak wajar, hayoo berapa jam waktumu dah terbuang Cuma untuk itu. Waktu itu lebih berharga daripada gratisan. Cerdas donk, manajemen waktu sama manajemen gratisan itu penting. Jangan asal embat gratisan aja. Mau tiket gratis masuk neraka ??? gratis lho?? Buruan???.hahaha. udah tidur banyak, eh bangun kerjaannya gak produktif.itu gak wajar. Itu gak wajar. Buktikan ucapanmu tiap shalat donk. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku lillah.

Wajar donk namanya aja remaja
Wajar donk namanya aja liburan
Wajar donk namanya aja manusia
Wajar donk aku kan sibuk

Kalau gini terus

Wajar donk klo Indonesia kayak gini
Wajar donk klo zayed nanti masuk neraka
Wajar donk klo Cuma jadi dokter doank
Wajar donk islam gini terus

Ayo bung, buang kata-kata wajar itu…
Irrasional menjadikan kewajaran sebagai justifikasi tindakan.

wajar donk klo ada yang gak berkenan ngebaca note ne
wajar juga donk ada yang setuju

wajar aku akhiri dulu

w
a
j
a
r

  1. Ass.Subhanallah syukron Ilmunya Ust…..???

  2. Aslamualaikum tok tok
    Sangat bermanfaat
    Teruslah berbagi teman
    Slm

  3. Kalau Mau SMS Gratis Ke semua operator
    kesini aja teman
    http://www.disms.in

    Ada phonebook + Inboxnya juga

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: