Refreshing dari Guyton dan Sekutunya


oleh Fajar Gemilang Ramadani

Siapa yang tahu kapan nodus SA akan menghasilkan potensial aksi terakhir nya…
Siapa yang tahu kapan terakhir alveolus yang ada di paru-parunya masih mampu menukar karbon dioksida dan oksigen…
Siapa yang tahu kapan sistem saraf pusatnya masih mampu mengkordinasi tubuhnya…

Tak ada yang mampu menjawabnya…

“Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi.”

Maka rugilah orang-orang yang telah mensia-siakan hidupnya untuk kehidupan dunia. Karena kehidupan dunia hanya sebuah permainan dan senda gurau…

2 menit 1 detik…

Waktu yang kita punya di dunia yang fana ini, jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat.

Maukah kita mengorbankan kehidupan yang kekal di akhirat hanya untuk memuaskan nafsu sesaat, 2 menit 1 detik….

Ketika umur yang begitu singkat haya diisi dengan hal-hal yang tidak di ridhoi Dzat yang memiliki hidup. Dzat yang di tangannya jiwa kita dipegang. Dzat yang Maha Kuasa.

Begitu lancangnya manusia, hanya untuk 2 menit 1 detik berani melawan aturan Dzat yang menciptakan dunia dan seisinya.

Maka celakalah orang-orang seperti itu. Orang-orang yang kelak akan mendapatkan siksa yang sangat pedih atas perbuatan yang telah dilakukan. Orang-orang sombong yang sok ingin membuat aturan hidup sendiri. Padahal kendali atas dirinya sendiri saja tak mampu ia lakukan.

Tak tahu rasa syukur. Tiap mililiter oksigen yang dihirupnya, tiap nikmat pantulan cahaya ke retina yag menjadi sinyal listrik, tiap sensasi kimia di lidah dan hidungnya, tiap getaran yang merambat melalui gendang telinganya, nikmat ATP yang dihasilkan sel-sel tubuhnya, tiap urea yang mampu ia keluarkan, tiap nanogram hormon-hormon yang mengatur tubuhnya, tiap mililiter darah yang mengalir mambawa nutrisi, tiap aliran listrik yang mengalir ditubuhnya. Dan segala kenikmatan yang telah diberikan. Masihkah ingin berelak? Dan dengan lancang mengatakan “aku tak butuh aturan Tuhan. Kami punya DPR, kami punya MPR, kami punya Mahkamah Konstitusi, kami punya UU, kami punya ini, kami punya itu….”

Dzalim…
Betapa dzalim penguasa-penguasa negeri-negeri Muslim sekarang. Rela menjadi antek-antek musuh Allah, antek Amerika, antek Yahudi. Tak sadarkah mereka bahwa mereka telah menyianyiakan 2 menit 1 detiknya. Dan berani melawan penciptanya.

***

Banjarbaru, 20 Mei 2010
Pukul 21.50

Ketika kepala penuh dengan hapalan-hapalan, dan kebosanan yang memuncak. karena persiapan ujian BLOK

Wallahu ‘alam

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: