GM = Gasan* Maling?


Oleh Akbar Khomeini

TIGA, merupakan angka yang ada setelah angka DUA dalam deret hitung. Namun ‘tiga’ juga bisa menjadi angka ganjil patokan penyajian kurma pada saat buka puasa bareng di masjid kampus gue.  Malahan , ‘tiga’  kalau digabungkan sama ‘macan’ bisa nyanyi dangdut. Bahkan ‘tiga’ sekarang ini jadi nama operator telepon seluler yang gagal ngedatangin kesebelasan MU ke Indonesia, gara-gara hotelnya Rooney cs dipasangin ‘petasan’sama orang iseng.. dan Betapa hebatnya angka TIGA,  sampai-sampai ‘tiga’  juga bisa ngusir nyamuk kalau dikolaborasikan dengan ‘roda’… tiga.. ooh.. tiga…

Tapi, kalau ‘tiga’ juga merupakan jumlah total gue kehilangan helm..?! aahhhh!!!

Once upon time in Banjarbaru..

Kejadian dimulai saat gue merasakan ada yang aneh dengan sepeda motor smash hitam kesayangan gue. Kalau ditanya kenapa smashnya jadi hitam, itu memang dari pabriknya mengkodratkan nya jadi hitam, soalnya kalau warnanya merah itu bukan motor punya gue tapi motor tetangga. Ah.. gak usah ngajak-ngajak tetangga gue dah.., lagi pula dikisah ini tetangga gue juga gak meranin tokoh apapun..

Kembali ke smash hitam yang beberapa tahun ini setia menjadi pendamping hidup gue kemana aja. Gue ngerasa akhir-akhir ini sepeda motor satu-satunya itu udah mulai sakit-sakitan. Kalau turun perseneling kadang pingsan tiba-tiba, kalau lagi dibawa naik bukit menuju rumah (maklum gue tinggalnya digunung..) rantainya kletek.. kletek.. longgar. yang parahnya kalau direm gak mau berhenti. Gue jadi membayangin, kalau nanti motor gue itu pingsan nya ditengah sirkuit balab bajay, dan jadinya gue ketabrak bajay kan bisa berabe. Bahkan yang lebih bahayanya nanti kalau gue ketabrak bajay, siapa dong yang nikahin Gita Gutawa. Huehehehe..!

Makanya layaknya seorang bapak yang care dengan anaknya yang sakit muntaber, gue membawa ‘unta’ padang aspal itu ke bengkel terdekat sebelum berangkat mid mata kuliah IMK dikampus. Maksudnya sekalian jalan gitu. Terus setelah berkonsultasi dengan dukun disana, dan mengharapkan kesembuhan, gue berencana tinggal kabur si smash sebentar buat kekampus ,yang saat itu dijemput seorang kawan yang bersedia ngangkut gue bareng menuju medan tempur intelektual. Oh ya.. kawan gue yang rela dimintai bantuannya itu, sebut aja namanya fahmi atau orang biasa manggil dia codot. Kenapa jadi dipanggil codot? Itu karena fahmi terobsesi menjadi pesaing Batman, yaitu Codotman..!

Ceritapun berlanjut bersama codotman..

Guepun sampai menumpang codotman hingga ke kempus. Ketika diparkiran, dengan santainya gue meletakkan helm disetang motor codotman seperti biasa gue meletakkannya dismash hitam.

Codotman pun bertitah, “wah.. kalau nanti hilang.. disikat maling..!”

Gue mengkerutkan dahi, sedikit memonyongkan bibir, sambil terus mendetakkan jantung (dengan pongahnya) berkata, “kijilnya di gantung dijok segala..!” (ket : kijil = ganjen, genit)

“kalau pinaa… hilang tau rasa!” codotman kembali mewanti-wanti gue.

“wooh..! ada stiker ini, jadi segel anti maling mi ae..” gue saat itu menunjuk stiker yang ada dihelm gue bertuliskan OFTA = Only Fear To Allah (Hanya takut kepada Allah), yang maksud gue, masa maling berani ngambil stiker yang kalau dibaca bisa membuat orang ingat sama Allah itu..?

“bahhh… ikam hilang kena..! hilang baru merasa..!” codotman kembali menakut-nakuti. Walaupun mukanya fahmi gak mirip-mirip amat dengan Tessy Kabul, gue mulai sedikit takut kalau kesombongan sesaat gue ini bakalan ada ganjarannya..

Dan apa yang diramalkan mbah gandrong pun benar! Beberapa jam kemudian pada saat ingin pulang, kami (gue dan codotman) tidak mendapati helm GM hitam gue yang tadi diletakkan di setang motor. Gue mulai panik, tapi didalam hati rasanya pake bumbu wajar. Gue sudah merasa hal yang buruk akan terjadi akibat sifat buruk keangkuhan tadi. Gue cari ke depan sekretariat prodi fisika -kalau aja helm gue bisa jalan sendiri-, ternyata tetap gak ada.. gue cari kekantong celana juga apalagi! Hal itu membuat gue mencurigai septic tank dekat parkiran.. tapi gak jadi soalnya masa helm bisa jalan sendiri masuk septic tank. Anehkan?! (halah..! yang nulis yang aneh!).

Gue pun menyadari kebodohan gue.. gue ngaku tindakan yang diambil terlalu terburu-buru. Sambil berharap maling bakal takut dengan modal ngeliat stiker memang sesuatu yang aneh.. gue gak kepikiran kemungkinan si maling yang gak paham bahasa inggris, yang bikin si maling juga gak paham arti stiker OFTA tadi. Saat itu pikiran gue seandainya stiker itu ampuh, tinggal gue patenkan sebagai alat anti maling helm.. kan lumayan..!

Pada saat itu, gue memang melupakan pelajaran penting tentang perlunya tawakal. Gue terlalu yakin akan kesederhanaan tindakan yang sebenarnya terburu-buru diputuskan itu. Ditambah –mungkin- rasa malas walau kadarnya sedikit untuk sekedar mencantol helm itu ke dalam kaitan jok motor codotman.. apalagi dikompositkan keadaan saat itu yang membuat kami harus buru-buru masuk keruang kelas untuk mid mata kuliah IMK.

Gue lupa! Gue benar-benar lupa sirah yang dulu pernah diceritakan seorang sahabat. Sirah dimana Rasulullah mengajarkan bentuk tawakal yang benar pada seorang pemuda arab yang  saat itu memarkir untanya tanpa diikat saat bertemu Rasulullah. Dan sama seperti gue, pemuda itu dengan entengnya ngoceh “Gue bakalan membiarkan unta gue, dan akan bertawakal kepada Allah”. Akan tetapi Muhammad saw. yang menyaksikan keganjilan pola pikir si pemuda tadi, menegur pemuda itu dengan sabdanya yang mulia “ikatlah untamu dan bertawakal lah kepada Allah..” karena bertawakal itu dibarengi dengan usaha. Bukan sekedar bertawakal tunggal dengan berharap otoritas Tuhan mampu menghalau keburukan yang akan menimpa.

Jadi bukan seenak udel bertindak serampangan dan berharap kebaikan. Bukan seenak upil (walaupun upil kata codotman ternyata gak enak..) bisa sembarangan meletakkan benda dan harta milik, seraya meminta Allah untuk menjaganya dengan keamanan tingkat tinggi. Apalagi kata seorang kolega gue, kaidah kausalitas itu ada. Kaidah sebab-akibat yang saling berkaitan dan membentuk alur takdir kehidupan. Dimana sebuah sebab diciptakan sesuai pilihan yang kita ambil, maka saat itu akibat juga terbentuk selama qadha Allah tidak ikut campur yang mungkin mengalihkan hasilnya..

Haaahh.. gue akui kali ini codotman benar-benar menjadi superhero yang bertindak benar. Mewanti-wanti demi keselamatan helm –dan juga kepala gue. Namun juga kali ini codotman telah gagal menjalankan aksinya sebagai superhero penyelamat helm, dikarenakan gue yang diperingatkan tidak mau menurut atas perkataannya.

Padahal, seandainya codotman mau sedikit memaksa gue saat itu untuk mencantol helm di jok motornya, atau dengan inisiatif mau bersedia meletakkan helm gue, mungkin gue lebih berterimakasih.. (hehe)

Yah.. pelajaran berharga seratus ribu rupiah ini dibandingkan harga sks semester pendek yang cuma lima puluh rebu, memang mahal. Semoga bisa menjadi sarjana sabar.. []

‘Antara rangsangan dan tindakan terdapat sebuah ruang, dan diruang tersebutlah kita diberi kebebasan untuk memilih tindakan yang akan kita lakukan.’

(25-10-2010)(tengah malam setelah kejadian)

===================================================

Gasan (bhs. Banjar), artinya = Untuk.

Gasan Maling = Untuk Maling

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: