bikin hidup lebih hidup……!!!!!!!!!!


Oleh Fajar Gemilang Ramadhani

Jam 4.45 pagi adzan shubuh membangunkanku dari tidur lelapku. Setiap harinya aku tak perlu repot untuk menyetel jam alarm, karena suara adzan sholat begitu terdengar nyaring ke kost ku. Ya, wajar karena jarak mushala nya hanya sekitar 15 meter deri kost ku. Setelah shalat shubuh di mushala, aku kembali ke kamar kost ku yang lumayan berantakan. Buku-buku tebal, tas, kertas-kertas, dan perabot kamar lainnya terlihat sangat tak enak untuk dipandang. Biasanya alasan yang ku pakai adalah, “wajar, anak laki-laki”.

Dengan masih agak sempoyongan karena masih mengantuk aku coba sempatkan untuk mengambil buku teks book, mencoba sedikit mengambil ilmu dari lautan ilmu Allah. Ku baca paragraf demi paragraf tak sadar ternyata aku tertidur. Kejadian ini sudah sangat sering ku alami. Karena malam tadi aku baru pulang ke kost sekitar jam 11.30 malam, dan baru tidur sekitar jam 00.00 atau 00.30 malam. Rata-rata segitu lah. Untungnya aku selalu siap sedia. Selalu sebelum membaca ku nyalakan alarm hape ku, agar ketika aku tertidur aku bisa bangun tepat waktu untuk kuliah. Atau biasanya aku menyalakan alarm, hanya untuk sekedar tahu sekarang jam berapa.

Jam 8.00 saatnya aku mandi dan mempersiapkan diri untuk kuliah. 8.30 semua sudah siap dan langsung ku nyalakan sepeda motor ku, dan ku panaskan. Persiapan terakhir selesai, ku tancap kendaraan ku menuju kampus, yang kalau ku hitung hanya kurang dari 5 menit aku sudah sampai di kampus.

Ku lalui perkuliahan, demi perkuliahan, tutorial, praktikum, dan skill lab. Menjalani aktivitas ini setiap hari kadang juga membuatku sangat bosan. Ketemu dengan mata kuliah yang terkadang sangat sulit untuk ku mengerti, mengerjakan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. Sungguh membuatku bosan. 3,5 tahun, mungkin aktivitas seperti ini yang akan selalu aku lakukan.

Sambil kuliah di kampus terkadang aku juga harus mencuri-curi waktu untuk rapat dakwah bersama teman-teman ku. Memikirkan langkah strategis yang harus kami lakukan, untuk meratakan kampus kami dengan ISLAM. Walau cuma 30 menit, itu sangat berharga bagi kami.

Di semester ini (semester 3) entah kenapa ku rasakan begitu berat. Mata kuliahnya susah, dan jadwal kuliah nya sangat padat. Rata-rata kami baru selesai urusan kampus sekitar jam 3 sore. Dan terkadang sampai jam 6 sore, karena praktikum yang telat. Aku sekarang hampir tak pernah lagi pulang ke kost siang hari untuk makan siang di kost. Akibatnya, pengeluaran jadi membengkak, karena harus makan di luar terus.

Jam 3 semua urusan di kampus telah selesai, aku tak pulang ke kost. Aku dan kawan-kawan biasanya langsung tancap gas ke mesjid kampus. Untuk shalat ashar dan langsung disambung dengan agenda yang lain. Biasanya rapat yang lebih intensif atau untuk mengisi pengajian (halaqah). Terkadang aku harus bertahan di Al-baytar hingga jam 6 sore. Bahkan pernah aku dan kawan-kawan, setelah pulang kuliah, nyambung sampai magrib pengajian, sampai maghrib, terus setelah maghrib rapat dakwah sampai setelah Isya, dan setelah Isya ada pertemuan dakwah lagi yang harus kami ikuti. Akhirnya kami pulang dari mesjid kampus sekitar jam 11.30 malam. Tak sempat mandi atau sekedar ganti baju.

Atau kalau tak selalu di mesjid kampus, biasanya jam 6 aku pulang dari mesjid kampus lalu ke kost untuk mandi dan ganti baju, langsung setelah shalat maghrib aku ke tempat kawan untuk koordinasi masalah acara dan kegiatan kampus.

Hampir setiap hari aku dan kawan-kawanku lalui seperti ini, walaupun tak setiap hari. Kalau ditanya, “apa ga lelah?”. Maka ku jawab, “ya iya lah lelah”. Lelah sekali. Menjadi mahasiswa yang tak wajar seperti ini memang punya resiko yang lebih tinggi. Tapi apakh aku dan kawan-kawanku berhenti? Tidak. Kami satu visi, bahwa kelelahan kami sekarang akan terbayar lunas, tuntas oleh janji Allah. Bahwa Allah akan memberikan ganjaran bagaikan dunia dan seisinya kepada orang-orang yang telah memilih jalan istimewa, dalam jalan dakwah.

Walaupu diri ini lelah, kaki ini lemas, mata ini ngantuk, otak ini panas, tapi ini semua ku rasakan begitu indah. Tak terpikir oleh ku, hidup seperti mahasiswa “normal”. Pagi kuliah, sore pulang, malam mengerjakan tugas dan belajar, tidur, besok bangun pagi. Kuiah lagi, sore pulang lagi, mengerjakan tugas lagi. Begitu saja setiap hari. Tak ada yang istimewa bagiku, kalau hidup hanya di isi oleh aktivitas-aktivitas seperti itu. Kalau bahsa gaulnya hidup seperti ini “ga punya taste”.

Muda belajar, dewasa bekerja, tua menikmati hasil, terus mati. Seakan tak ada yang istimewa dalam hidup, kalau cuma seperti itu.

Dakwah inilah yang membuat hidup jadi lebih hidup. Dakwah inilah yang menjadi inspirasi tebesar dalam menjalani setiap masalah. Dakwah inilah yang jadi motivator utama untuk berprestasi. Dan saksikanlah bahwa aku adalah seorang Da’i. Mahasiswa tapi bukan mahasiswa biasa.

Bagaiman dengan anda kawan?Mau kah bersama satu barisan? Bersama-sama menjadi mahasiswa istimewa?

Banjarbaru, 10 oktober 2010

pukul 22.01

NB: tulisan ini dibuat bukan karena aku sombong atau aku ingi dipuji atau mau dibilang “sok sibuk”. Tapi karena aku sedih melihat realitas sekarang ini. Dan juga kebetulan lagi pengen nulis, menumpahkan ide di otak, dan lagi “males belajar”, hehehe

 

Insya Allah, kau pun mampu teman….!!!

 

    • adillah
    • November 23rd, 2010

    buku jangan sadarin mahasiswa, karya anak-anak badai otak. a must read!

    • adillah
    • Januari 7th, 2011

    pembaca yg baik ga dibayar tp tetap ngiklan, minta honor ke anomali dikasih apa ga ya?🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: